Kepala SMP Shafta Desak Program Lingkungan Segera Terlaksana

Surabaya- Tim lingkungan hidup SMP Safta tak mau menunda terlalu lama pengerjaan program yang telah mereka rencanakan pada workshop Surabaya Eco School di gedung Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko), Sabtu (17/9). Dengan selang waktu satu hari, tim lingkungan telah  membicarakan program yang mereka buat dengan kepala sekolah, guru dan perwakilan siswa yang tergabung dalam komunitas  Green Safta.

Informasi ini disampaikan pada saat pembinaan Surabaya Eco School yang dilakukan Tunas Hijau bersama pemerintah kota Surabaya, Selasa (20/9). Pada pembinaan ini diikuti 40 peserta yang merupakan pengurus OSIS dan  pengurus kelas. Pembahasan program yang telah mereka buat dan mencari solusi kendala yang mereka hadapi mewarni pembinaan yang berdurasi 2 x 60 menit ini.

Sangat banyak dukungan yang bergulir kepada Green Shafta  untuk menjalankan program lingkungan hidup. “Kepala sekolah mendukung penuh program yang telah dibuat,” tutur Ifanuddin Muchtar, guru pembina lingkungan SMP Shafta. Muchtar menambahkan, selain mendukung program lingkungan hidup Surabaya Eco School, kepala sekolah juga telah memerintahkan agar program lingkungan segera dilaksanakan secepatnya.

Tidak menunggu waktu yang lama uuntuk menjalankan program ini, terbukti pada saat tim Surabaya Eco School datang ke sekolah Islam ini terlihat puluhan siswa sedang sibuk untuk mengambil sampah yang berada di area lapangan. Ruang kelas satu sampai ruang kelas tiga pun tidak luput dari operasi pungut sampah tersebut.  Kegiatan operasi pungut sampah tersebut merupakan salah satu  program yang sudah berjalan setelah workshop di Bappeko.

Kurangnya pengetahuan tentang sampah berakibat pada sampah yang telah mereka pungut hanya dibuang ke tempat sampah tanpa pemilahan terlebih dahulu. ”Bukan hanya mengambil sampah tapi seharusnya sampah yang sudah dikumpulkan dipilah-pilah dan dibedakan jenisnya,” tutur Suud, pegiat Tunas Hijau. Suud menambahkan bahwa sekolah seharusnya menyediakan tempat sampah berbeda, yaitu tempat sampah khusus kertas, organik dan plastik.

Sekolah yang beralamatkan di Jalan Lontar Citra 177 B itu juga mempunyai program yang berbeda dari sekolah lain. Program Study out Door merupakan program unggulan mereka yang akan berjalan dengan segera. Belajar di luar kelas bertujuan agar sekolah bisa lebih bisa menghemat energi. Namun program ini juga mempunyai beberapa kendala, seperti belum adanya tempat untuk belajar di luar kelas.

Pada puncak pembinaan Surabaya Eco School para peserta diajak untuk berbagi pendapat dengan pegiat Tunas Hijau. “Agar program bisa berjalan lancar hendaknya saling berkomunikasi tentang kendala yang kalian hadapi,” tutur Syaifullah, pegiat Tunas Hijau. Syaifullah menambahkan bahwa banyak cara untuk berkomunikasi dengan kita salah satunya di halaman Facebook Tunas Hijau Indonesia, twitter @tunashijauclub, atau dengan langsung memghubungi kami. (suud)