Pemilahan Sampah Menjadi Unggulan di SMPN 44

Surabaya- Pemilahan sampah basah, kertas dan plastik masih menjadi program unggulan di SMP Negeri 44. Program ini telah berjalan sebelum program Surabaya Eco School berlangsung, tetapi para siswa masih saja mempertahankan program tersebut karena mereka ingin program ini selalu berjalan di sekolah. Alasannya, setiap tahun siswa berganti. Temuan ini didapat pada pembinaan lingkungan hidup Surabaya Eco School di SMPN 44, Selasa (27/9).

Menurut mereka, program pemilahan sampah ini sempat menemui banyak kesulitan dalam pelaksanaannya. Khususnya pada tahapan sosialisasi kepada warga sekolah untuk selalu memilah sampahnya. Tetapi hal ini yang menjadikan sekolah satu atap ini sebagai tantangan utama untuk membiasakan siswa lebih peduli lingkungan.

Guru pendamping dari tim lingkungan ini bahkan menyatakan ingin terus menjalankan program ini sehingga menjadi program tetap sekolah. “Saya ingin sekolah ini dikenal dengan pemilahan sampahnya. Meskipun sudah banyak sekolah yang mempunyai program ini, tapi tak sedikit pula dari kebanyakan sekolah pemilahannya tidak berjalan lama,”  tutur Titik Yusfrianti, guru pendamping siswa.

Menurut mereka, pemilahan sampah nampak sederhana. Namun, program ini bisa berdampak besar bila dilakukan dengan konsisten. “Kami juga ingin membuat program ini menjadi besar dengan mengajarkan dan membiasakan seluruh penghuni sekolah memilah sampah di kehidupan sehari-hari. Termasuk mengajak warga sekolah menerapkannya di keluarga masing-masing,” tutur Titik Yusfriyanti.

Ada beberapa program lain SMPN 44. Diantaranya adalah ajakan melalui poster dan piket toilet. “Kami juga akan memberikan tempat sampah di toilet agar teman-teman tidak membuang sampah di selokan. Bahkan kami sudah memberikan beberapa poster lingkungan di sudut sekolah untuk mengingatkan seluruh siswa,” tutup salah satu siswa dengan penampilan tomboy. Diharapkan dengan adanya poster dan himbauan siswa dapat mengingat tindakan yang mereka lakukan untuk lingkungan.

Dalam program ini para siswa juga ingin menunjukkan kepada masyarakat kalau sekolah mereka juga peduli lingkungan. “Saya ingin membuktikan kalau sekolah saya juga bisa berbuat lebih baik untuk lingkungan. Meskipun kecil dan sederhana tapi bisa memberikan manfaat yang besar untuk kebersihan sekolah,” ujar Yunita Fitrotul dengan menggebu. (naren)