Penghematan Energi Dan Pengolahan Sampah Di SMA Barunawati

Surabaya- Fakta mengenai berkurangnya air bersih yang dikonsumsi oleh manusia ditunjukkan melalui video berdurasi 10 menit. Video ini membuat 40 siswa kader lingkungan SMA Barunawati merasa termotivasi untuk melakukan perubahan lingkungan di sekolah mereka. Suasana itu terlihat saat Tunas Hijau menggelar pembinaan lingkungan hidup Surabaya Eco School di sekolah mereka, Jumat (30/9).

Tidak ingin fakta yang dibicarakan menimpa sekolah mereka, 40 orang kader lingkungan ini bergegas menyusun program lingkungan yang akan mereka jalankan di sekolah. Dengan berhimpun menjadi beberapa kelompok, mereka kemudian membicarakan program lingkungan yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi sekolah. Beberapa program lingkungan pun terbentuk.

Disampaikan oleh Tera Mawarni bahwa program lingkungan mereka fokus pada pengolahan sampah organik dan non organik dan penghematan energi listrik. Dalam program penghematan energi listrik ini, Tera menambahkan bahwa masih banyaknya penggunaan lampu di siang hari saat pembelajaran menjadi alasan direncanakannya program ini.

“Ya kan kalau siang hari itu tidak efektif kalau menyalakan lampu saat KBM (kegiatan belajar mengajar). Kita kan bisa memanfaatkan jendela dan terangnya sinar matahari yang masuk. Program ini akan kami sosialisasikan menggunakan poster dan himbauan lingkungan untuk menghemat listrik,” ujar Tera Mawarni.

Tidak hanya program penghematan energi, pengolahan sampah yang dimulai dengan memilah sampah menjadi fokus program lingkungan mereka. Dijelaskan oleh Diana Mufida bahwa sebenarnya sekolah sudah memiliki tempat sampah terpilah kering dan basah sejak dulu. “Hanya warga sekolah saja yang masih belum semua mengetahui pemilahan sampah. Masih belum semua warga sekolah mengetahui mana yang termasuk sampah basah dan mana yang termasuk sampah kering,” tutur DianaMufida, siswa kelas 10-3 ini.

Lain halnya dengan yang disampaikan oleh Oky Sanjaya. Dirinya bersama dengan kader lingkugan yang lain berencana untuk membuat kebun TOGA (tanaman obat keluarga) dan memperbanyak tanaman sansivera atau lidah mertua untuk jumlah polusi akibat kendaraan bermotor karena letak sekolah yang berdekatan dengan Jalan Raya Perak Surabaya.

Dalam pembinaan ini, Elvia Himawati, guru pendamping, ikut dalam penyusunan program lingkungan ini. Elvia menyampaikan dukungan sepenuhnya terhadap program lingkungan yang sudah dibuat oleh kader lingkungan SMA Barunawati. “Kalau perlu saya bersama guru–guru BK lainnya akan membantu kalian dalam menyosialisasikan program pemilahan sampah dan penghematan energi listrik di sekolah,” cetus Elvia, guru BK ini. (rian)

One thought on “Penghematan Energi Dan Pengolahan Sampah Di SMA Barunawati

Comments are closed.