Pertanian Organik Dicanangkan Di SMPN 2

Surabaya- Plastik adalah barang tidak ramah lingkungan. Itu adalah slogan yang terpampang  jelas pada salah satu lorong SMP Negeri 2. Slogan tersebut nampak saat pembinaan Surabaya Eco School digelar di sekolah ini, Rabu (28/9) siang. Pada pembinaan ini, dapat disimpulkan bahwa program lingkungan hidup telah berjalan di sekolah ini.

Salah satu program lingkungan hidup yang sudah berjalan adalah pembuatan taman kelas. ”Taman di SMP Negeri 2 sudah ada dan menjadi tanggung jawab setiap siswa masing-masing kelas,” tutur Ulandari Urbasari, siswi kelas 8. Ulan juga menambahkan bahwa sekolah telah menjalankan program lubang resapan biopori yang diletakkan di dekat tempat wudhu sekolah dan sudut sekolah yang biasa terjadi genangan air.

Mereka juga mencoba menyampaikan pesan peduli lingkungan melalui slogan-slogan yang bertujuan mengingatkan warga sekolah agar sadar akan lingkungan sekitar dengan media poster. Dengan media poster yang menarik, mereka ingin menjaga taman-taman hasil karya para siswanya. ”Kami ingin siswa disini mau merawat semua tanaman yang ada,” tutur Ninik Suminarti, guru pendamping lingkungan hidup SMP Negeri 2.

Pada saat pembinaan berlangsung, banyak program yang mereka sampaikan. Diantaranya, budidaya sawi organik. ”Kami juga mencoba untuk membuat budidaya sawi organik karena lebih mudah perawatannya,” lanjut Ninik Suminarti. Ninik juga menambahkan inisiatif tersebut diambil karena belum berhasil budidaya jamur tiram. Mereka merasa kesulitan untuk budidaya jamur karena kurangnya ketelitian para siswa.”

Sependapat dengan guru pembimbingnya, Hani Rizkia, ketua tim lingkungan SMPN 2, mengagendakan program tersebut menjadi program unggulan di program Surabaya Eco School. ”Budidaya sawi bisa berjalan karena pihak sekolah juga menyetujui,” tutur Hani. Terlebih, menurut Hani, perawatan sawi lebih muda dari pada jamur. Terkait dengan program Surabaya Eco School SMP Negeri 2 Surabaya juga ingin membuat hutan sekolah. (ali)