SMAN 19 Siap Green House Dan Penambahan Tempat Sampah

Surabaya- Beberapa program lingkungan yang ditetapkan para siswa SMAN 19 dalam pembinaan program Surabaya Eco School yang digelar Jumat (30/9), disikapi serius oleh H. Mochtar, kepala SMAN 19.

Hal ini diungkapkan Basyori, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan saat penutupan pelaksanaan pembinaan program Surabaya Eco School yang dilaksanakan di ruang serbaguna SMAN 19. Mewakili kepala sekolah, Basyori menyatakan bahwa program-program lingkungan hidup yang ditetapkan sepenuhnya akan dibiayai oleh sekolah.

Pelaksanaan pembinaan program Surabaya Eco School di SMAN 19 ini diikuti oleh 50 siswa yang berasal dari pengurus OSIS dan perwakilan kelas. Dalam pembinaan ini berhasil disusun beberapa program utama yang segera dilaksanakan. Beberapa program yang ditetapkan antara lain green house, hutan sekolah dan pemanfaatan lahan kosong sebagai kolam ikan. Untuk penanganan sampah difokuskan pada penambahan tempat sampah serta pengolahan sampah dengan prinsip 3R (reduce, reuse dan recycle).

Program yang telah ditetapkan akan dilaksanakan secara bergotong royong antara perwakilan kelas dan pengurus OSIS. Hal ini diungkapkan oleh Mukmin, siswa kelas XI yang didapuk sebagai ketua team pelaksana program Surabaya Eco School SMAN 19. Mukmin mengungkapkan bahwa kendala terbesar pada program lingkungan hidup adalah pada proses penyadarannya. Terkait dengan hal ini Mukmin bersepakat dengan rekan-rekannya bahwa pengurus OSIS akan fokus pada sosialisasi kepada seluruh warga sekolah.

Sementara itu, pelaksanaan pembinaan program Surabaya Eco School di SMAN 19 ini melibatkan Eco Mobile Coca-Cola yang juga diikuti oleh simpatisan Tunas Hijau dari Tiongkok Zhao Pan. Dalam kesempatan ini, Zhao Pan bertukar pengetahuan tentang kondisi lingkungan di negaranya.

Zhao mengungkapkan bahwa beberapa kota di Cina memiliki kondisi lingkungan yang sangat baik seperti kota kelahirannya Rizhao, provinsi Shandong. Menurut Zhao, hal ini disebabkan populasi penduduknya yang kecil. Namun, kepedulian warga terhadap lingkungan hidup belum seberapa tinggi meskipun kondisi lingkungan hidup saat ini semakin bertambah buruk.

Seluruh peserta pembinaan selanjutnya mendapatkan penjelasan dari pegiat Tunas Hijau tentang penggunaan panel surya yang ada di Eco Mobile Coca-Cola. Tampak beberapa siswa naik di atas mini vam tersebut untuk mengetahui proses penggunaan panel surya sebagai pembangkit listrik Beberapa siswa juga memanfaatkan membaca buku-buku lingkungan yang tertata rapi layaknya mobile perpustakaan di sisi sebelah kiri Eco Mobile. (wira)