SMP Tri Guna Bhakti Fokus Atasi Masalah Sampah Dan Penghijauan

Surabaya- Tidak ada yang mustahil untuk dilakukan. “Bila kita mau mencoba dan berusaha dengan sungguh-sungguh,” seru Taufik Tri, siswa kelas 8D SMP Tri Guna Bhakti. Seruan optimisme dari  Taufik itu tercetus saat berlangsungnya pembinaan lingkungan hidup Surabaya Eco School di SMP Tri Guna Bhakti, Selasa (27/9).

Seruan Taufik itu bukan tanpa alas an. Pasalnya sebelum memulai pembinaan program yang digagas pemerintah kota Surabaya dan Tunas Hijau tersebut, pegiat senior Tunas Hijau Sugeng menanyakan kepada 50 siswa kader lingkungan sekolah ini mengenai keinginan mereka untuk menjadikan sekolahnya lebih hijau dan bersih lagi.

“Apa yang kalian ingin lakukan untuk sekolah kalian sendiri sebagai upaya menjadikan sekolah lebih bersih dan hijau lagi?” tanya Sugeng saat pembinaan baru dimulai.  Dengan optimis, 50 siswa itu menyerukan kesanggupannya.

Tingginya motivasi dan optimisme 50 Kader Lingkungan tersebut tidak lepas dari kondisi lingkungan sekolah yang mereka jadikan sebagai alasan utama. Banyaknya permasalahan lingkungan di sekolah yang terungkap saat pembinaan tersebut, diantaranya masih banyak sampah di sekolah yang tidak diolah, tidak adanya pepohonan perindang yang menyebabkan cuaca terasa panas dan banyaknya debu. Kondisi lingkungan seperti itu menyebabkan tidak jarang siswa mengeluh.

Besarnya keinginan siswa untuk merubah lingkungan sekolahnya terlihat saat Linda Kumala mengutarakan idenya di depan teman-teman yang lain. “Saya ingin siswa di sekolah ini bisa membuang sampah di tempatnya. Itu sudah cukup apalagi sampai mereka bisa memilah sampah kering dan basah juga sekalian plus mengolahnya,”  ujar siswa kelas 8C ini.

Dalam pembinaan ini, Tunas Hijau tidak hanya meminta mereka untuk menemukan permasalahan lingkungan yang ada di sekolah. Lebih dari itu, Anggriyan pegiat Tunas Hijau mengajak mereka untuk membantu penyelesaian masalah lingkungan mereka. Dengan berhimpun menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok lantas diajak membuat program dengan mendiskusikan permasalahan lingkungan yang ada.

“Silahkan masing-masing kelompok membuat minimal satu program yang akan kalian jalankan di sekolah dengan melihat permasalahan lingkungan yang ada di sekolah ini. Program tersebut harus yang berkelanjutan dan tidak sekali pelaksanaan selesai lho ya,” ujar Anggriyan Permana.

Beberapa program lingkungan sekolah berhasil mereka cetuskan. Diantaranya program pemilahan sampah basah dan sampah kering, penghijauan menggunakan media pot dan pemanfaatan sampah plastik untuk kerajinan tangan. Dari program-program tersebut, terdapat program unik yang diutarakan oleh Azza Nur Qomariyah untuk menggelar kerja bakti setiap satu minggu sekali. Kemudian menjadikan saku sebagai tempat sampah sementara bila lokasi tempat sampah terlalu jauh,” cetus Azza siswa kelas 8E.

Lain halnya dengan yang diucapkan Dwi Putra tentang sulitnya mengajak siswa lain untuk memungut sampah yang berserakan. “Mengajak mereka untuk membuang sampah di tempatnya itu susah. Kebanyakan dari mereka berkata “Iki lho dhuduk sampahku (ini lho bukan sampahku)” ketika diajak untuk memungut sampah,“ ujar Dwi Putra, siswa kelas 9D yang juga leader tim lingkungan hidup di sekolah ini.

Respon positif ditunjukkan jajaran petinggi sekolah menyikapi program lingkungan yang sudah direncanakan para siswanya. Seperti yang disampaikan Dwi Sugiati, guru pendamping, yang mendukung sepenuhnya program lingkungan yang direncanakan.

“Saya akan meminta kepala sekolah agar menyosialisasikan program lingkungan ini pada saat upacara bendera. Harapannya agar tidak hanya tim lingkungan saja yang terlibat. Seluruh warga sekolah pun diminta terlibat secara aktif dalam program lingkungan Surabaya Eco School ini,” kata Dwi Sugiati saat diwawancarai oleh pegiat Tunas Hijau. (rian)

One thought on “SMP Tri Guna Bhakti Fokus Atasi Masalah Sampah Dan Penghijauan

Comments are closed.