SMPN 5 Gagas Program Bank Sampah

Surabaya- Hampir satu gerobak, sampah yang dihasilkan di SMP Negeri 5 Surabaya setiap harinya. Kebanyakan sampah tersebut adalah sampah plastik yang memiliki nilai ekonomis. Masalah yang juga sering dijumpai di sekolah-sekolah lainnya. Fakta ini didapat setelah tim lingkungan hidup sekolah ini melakukan observasi kondisi sekolah, yang merupakan bagian pembinaan lingkungan hidup Surabaya Eco School di sekolah ini, Rabu (28/9).

Temuan ini ditindaklanjuti dengan keinginan mereka untuk melaksanakan program khusus untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan sekolah setiap harinya. Termasuk diantaranya, sampah organik dari sisa makanan dan dedaunan kering. Bantuan komposter (alat pengomposan) dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surabaya langsung dimanfaatkan untuk mengolah sampah dedaunan yang banyak ditemukan di sekolah.

Program Bank Sampah untuk sampah non organik yang masih bernilai ekonomis juga akan dilakukan di sekolah ini. Bahkan sekolah akan menyediakan ruangan khusus untuk pelaksanaan Bank Sampah. Ruang khusus ini masih dalam perbaikan saat ini. Hal ini seperti yang dinyatakan Kusanto, guru pendamping siswa, yang sedang mempersiapkan program tersebut, “Ruangan masih direnovasi untuk mendukung program Bank Sampah ini. Nantinya sampah yang bernilai jual akan dikumpulkan disini dan hasilnya juga untuk memperindah sekolah seperti pembelian tanaman dan juga alat kebersihan,” tutur Kusanto.

Untuk program pengomposan siswa membuat jadwal tertulis demi berjalannya program tersebut, karena dianggap siswa dapat lebih bertanggung jawab untuk menjalankan tugasnya. “Saya sudah membuat jadwal khusus untuk pengomposan. Teman-teman akan dibagi menjadi beberapa tim untuk mengolah sampah sisa makanan di kantin atau di kelas untuk dikomposkan,” ujar Kamilia Ridwan, salah satu tim lingkungan sekolah tersebut.

“Kami sangat senang dengan adanya program lingkungan ini. Saya tidak melihat seberapa besar hadiah yang didapatkan kalau juara. Tapi saya hanya ingin menunjukkan kalau sekolah saya adalah salah satu sekolah yang berbudaya lingkungan di Surabaya. Tidak kalah dengan sekolah lainnya,” ujar Ayu Mutiara Addintia, salah satu siswa. Memang semua kesempatan yang didapat sekolah sama besarnya, terutama untuk menunjukkan siapakah sekolah yang berbudaya lingkungan di kota Surabaya ini. (naren)