Surabaya Eco School Motivasi Peduli Lingkungan di SMKN 2

Surabaya- Sudah seyogyanya lahan sekolah yang luas menjadi aset yang sangat berharga, khususnya untuk mengembangkan program sekolah yang bernuansa lingkungan hidup. Seperti di SMK Negeri 2 surabaya, taman-taman yang indah dan lingkungan kelas bersih dapat dilihat hampir di depan semua kelas. Hijau dan bersihnya lingkungan SMK Negeri 2 tersebut tak lain adalah salah satu usaha kepala SMK Negeri 2.

Peran kepala sekolah sangat besar terkait dengan perubahan lingkungan SMK Negeri 2 Ssurabaya. ”Saya itu orangnya sering keliling melihat lingkungan sekolah dan saya tidak bisa kalau lingkungan kerja saya kotor dan gersang,” tutur Bahrun, kepala SMK Negeri 2. Ditambahkan Bahrun bahwa agar suasana belajar menjadi kondusif perlu membuat hijau lingkungan sekitar kelas.

Untuk mendukung perubahan lingkungan yang telah dipeopori kepala sekolah, maka kebiasaan peduli lingkungan hidup warga juga perlu mendapat sorotan. SMKN 2 Surabaya telah membentuk kader-kader sekolah berwawasan lingkungan atau yang disebut SBL. Kader sekolah berwawasan lingkungan hidup telah dibina dan menjalankan program lingkungan seperti Satu Jiwa Satu Pohon.

”Pada program Satu Jiwa Satu Pohon, setiap siswa kelas sepuluh atau siswa baru dihimbau membawa satu tanaman ke sekolah,” tutur Sugiono, pembina kader SBL kepada Tunas Hijau. Menurut Sugiono, program Satu Jiwa Satu Pohon terakhir dilaksanakan saat masa orientasi siswa Huli 2011 lalu.

SMKN 2 juga sedang melaksanakan Lomba Taman Antar Kelas. ”Saya beserta tim SBL sedang menjalankan program Lomba Taman Antar Kelas. Taman itu berada di depan kelas masing-masing,” lanjut Sugiono, yang juga guru olah raga SMK Negeri 2 ini. Selain memanfaatkan lahan yang masih kosong tim SBL juga sedang mempersiapkan program pemilahan sampah agar dapat membantu program pengomposan yang sudah berjalan.

”Di sini kami sudah melakukan pengomposan di sudut halaman sekolah,” tutur Dinda Vega, ketua tim SBL SMKN 2. Menurut Dinda, pengomposan yang sudah berjalan selama 2 bulan tersebut terbukti dapat mengurangi sampah dedaunan di SMK Negeri 2. Kondisi tersebut terlihat saat tim Surabaya Eco School melaksanakan pembinaan kepada 50 siswa perwakilan kelas serta kader SBL SMK Negeri 2 Surabaya, Kamis (22/9) siang.

Terkait dengan keikutsertaan SMK Negeri 2 dalam Surabaya Eco School, Dinda Vega menyatakan bahwa program ini menjadi motivasi tim SBL untuk terus meningkatkan kesadaran seluruh siswa agar menjaga lingkungan SMK Negeri 2 tetap bersih dan hijau. “Kami harap melalui Surabaya Eco School, para siswa akan semakin sadar lingkungan,” imbuh Dinda Vega. (ali)