Daily Archives: 25 Oktober 2011

Ajak Siswa Olah Sampah Organik, Puluhan Komposter Disiapkan SMPN 18

Surabaya- Sampah bisa menjadi masalah jika tidak diolah. Selain menimbulkan bau, tentunya tidak enak dipandang mata jika berserakan di mana-mana. Di SMP Negeri 18 telah dibuat kebijakan pengelolaan sampah yang mengedepankan partisipasi siswa. Di depan tiap kelas dapat kita jumpai komposter untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. Continue reading

Pembuatan Lubang Resapan Dan Pengomposan Di SMP Tri Guna Bakti

Surabaya- SMP Tri Guna Bakti terus berbenah sebagai bentuk keseriusannya dalam perhelatan Surabaya Eco School 2011. Segala pengetahuan baru terkait lingkungan yang mereka dapatkan telah diterapkan di sekolah. Salah satunya tentang pembuatan lubang resapan biopori. Di sela-sela pembinaan dan pemantauan Surabaya Eco School bersama 30 siswa di sekolah, Selasa (25/10), terlihat beberapa lubang resapan yang telah dibuat di halaman sekolah. Continue reading

Hutan Mangrove SMPN 27 Terancam

Surabaya- 40 siswa kader lingkungan hidup SMPN 27 siap menjual hasil pemilahan sampah yang telah mereka lakukan selama 2 minggu. Pengumpulan itu dilakukan setiap hari dengan memungut sampah oleh kader lingkungan. Kini, sampah botol bekas air minum dan sampah kertas jenis sampah hasil pilahan sampah yang banyaknya sudah hampir memenui ruang koperasi. Pemandangan ini terlihat saat pembinaan Surabaya Eco School di sekolah ini, Selasa (25/10). Continue reading

SMP PGRI 6 Kerja Bakti Bersama Warga Sekitar

Surabaya- Tidak mudah untuk mengajarkan atau  memantau siswa dalam kehidupan sehari-hari mengenai perilaku ramah lingkungan. Meskipun setiap hari di sekolah menjalankan program lingkungan. Hal inilah yang ingin diberlakukan SMP PGRI 6 kepada setiap siswa. Pemandangan ini didapat saat pembinaan dan pemantauan Surabaya Eco School, Selasa (25/10), di sekolah ini. Continue reading

Pembibitan Dan Taman Di SMPN 15

Surabaya- Permata Hijau SMP Negeri 15 memaparkan perkembangan program lingkungan yang sudah berjalan di sekolah, Selasa (25/10), dalam pembinaan dan pemantauan kedua Surabaya Eco School di sekolahnya. Mereka terbagi atas 7 tim sesuai dengan jumlah program lingkungan mereka. Ketujuh tim ini lantas menjelaskan kepada aktivis Tunas Hijau Anggriyan tentang perkembangan masing-masing program lingkungan. Continue reading

Pinjam Gerobak Kebersihan Untuk Aksi Bersih-Bersih Di SMA Barunawati

Surabaya- Sekitar 30 siswa kader lingkungan SMA Barunawati berkumpul di laboratorium biologi untuk membuat poster dengan pesan-pesan lingkungan. Diantara pesan yang disampaikan adalah ajakan untuk membuang sampah pada tempat sampah sesuai dengan jenisnya. Upaya tersebut untuk menjalankan program lingkungan hidup yang sudah disusun sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan hidup khususnya lingkungan SMA Barunawati. Continue reading

SMPN 7 Budayakan Cinta Lingkungan Melalui Surabaya Eco School

Surabaya- Wajah lingkungan SMPN 7 tampak berbeda dengan sebelumnya. Beberapa tanaman dalam pot mulai ditempatkan pada tiap-tiap kelas. Tanaman dalam pot yang digantung juga menjadi hiasan yang bernuansa hijau. Upaya mewujudkan sekolah yang bersih, indah dan hijau merupakan tugas berat bagi kader lingkungan hidup. Hal ini disebabkan sering adanya renovasi gedung yang dilakukan untuk lebih mempercantik wajah lingkungan sekolah. Continue reading

Di SMAK St Louis 2, Setiap Kelas Harus Buat Beberapa Lubang Resapan

Surabaya- Sandra Novialita, siswa kelas 12 SMAK St Louis 2, mengaku sangat kaget melihat banyak sapi yang makan di atas tumpukan sampah di TPA (tempat pembuangan akhir) Benowo Surabaya. “Kok bisa ya, banyak sapi hidup dan makan sampah di tumpukan sampah seluas 37 hektar dengan tinggi (tebal) sekitar 8 meter itu,” ujar Sandra Novialita, kepada sekitar 40 siswa tim lingkungan hidup SMAK St Louis 2, mengawali pembinaan lingkungan hidup Surabaya Eco School di sekolah ini, Selasa (25/10). Continue reading

Taman Kelas, Green House, Kolam Ikan Dan Hutan Di SMAN 19

Surabaya- Mempunyai banyak lahan kosong di sekolah dimanfaatkan oleh 30 siswa tim lingkungan SMA Negeri 19 untuk menjadikan sekolahnya hijau, sejuk dan rindang. Dalam pembinaan dan pemantauan Surabaya Eco School di sekolahnya, Selasa (25/10), mereka berencana untuk membuat hutan sekolah dan green house dengan memanfaatkan lahan kosong sekolah. Tempatnya di belakang kantin dan sebelah masjid sekolah. Continue reading