Daur Ulang Kertas Di SMPN 35

Surabaya- Mendaur ulang kertas adalah salah satu upaya untuk mengurangi sampah kertas yang dihasilkan. Aktivitas ini dilakukan  kader lingkungan SMPN 35 sebagai bentuk kepedulian pada lingkungan. Pasalnya, bahan utama pembuat kertas adalah  batang pohon. Daur ulang ini dilakukan pada pembinaan lingkungan hidup Surabaya Eco School Tunas Hijau bersama Eco Mobile Coca-Cola, Senin (31/10). Kegiatan ini diikuti oleh 50 siswa kader lingkungan hidup SMPN 35.

Kegiatan diawali dengan pembagian 3 kelompok. Masing-masing kelompok diberi tugas. Kelompok 1 bertugas mencari sampah kertas yang ada di tiap kelas. 2 kelompok lainnya membantu aktivis Tunas  Hijau Satuman untuk mempersiapkan segala peralatan-peralatan yang akan digunakan mendaur ulang sampah kertas seperti, blender, cetakan kertas dan bak air.

“Cari kertas sebanyaknya untuk bahan utama mendaur ulang kertas secara sederhana,” tutur Desti Maratus, ketua kader lingkungan SMPN 35. Desti menambahkan pesan kepada timnya untuk mengecek kolong meja, karena kebanyakan sampah kertas terdapat di kolong meja

Setelah mendapat arahan dari aktivis Tunas Hijau Satuman, siswa diajak untuk mempraktekan cara mendaur ulang sampah kertas menjadi kertas baru. Suasana pun menjadi sedikit berbeda ketika Dian Damayanti, salah satu  kader lingkungan, melakukan kesalahan saat mencetak kertas daur ulang ke papan kayu lapis berukuran A4. “ Ternyata sulit untuk membuat daur ulang kertas. Butuh ketelatenan,” ujar Dian.

Tanggapan positif juga dikatakan oleh Sri Ekawati, guru pembina lingkungan hidup. Kami akan memberi fasilitas peralatan untuk mendaur ulang kertas tersebut untuk digunakan anak-anak. “Tidak usah menunggu dana dari sekolah untuk membeli alat daur ulang kertas, sebab kita sudah memiliki bank sampah yang hasil penjualannya akan dibelikan alat daur ulang kertas,” ujar Sri Ekawati. Di akhir pembinaan, kertas daur ulang yang sudah kering mereka jadikan sebagai mading lingkungan hidup yang bertuliskan slogan.

Surabaya Eco School 2011 adalah program lingkungan hidup berkelanjutan untuk sekolah-sekolah di Surabaya. Program yang memadukan kompetisi, pembinaan dan pemantauan ini diselenggarakan oleh pemerintah kotaSurabayadan Tunas Hijau. Surabaya Eco School didukung oleh PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PDAM Surabaya, ASUS, PPS Teflon Paint Protection, PT. Dharma Lautan Utama dan Perum Jasa Tirta I. (jeng)