Di SMK KAL 2, Polisi Siswa Tertibkan Siswa Tidak Peduli Lingkungan

Surabaya- Di SMK KAL 2, pembersihan sekolah dari sampah yang berserakan merupakan kewajiban setiap siswa. Kegiatan ini dilakukan setiap harinya sebelum bel masuk sekolah. Sekolah berbasis militer ini tergolong sangat tegas terhadap masalah sampah. Pasalnya bila ada sampah yang masih berserakan tak segan petugas piket jaga memberikan hukuman kepada setiap siswanya. POLSIS (polisi siswa) menjadi petugas pengamat kebersihan sekolah mereka.

”Biasanya kami menggunakan hukuman push up untuk setiap pelanggaran terhadap lingkungan,” tutur Muhamat Jumandono, kader lingkungan. Informasi ini disampaikan kader lingkungan SMK KAL 2 saat pembinaan dan pemantauan Surabaya Eco School yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama pemerintah kota Surabaya, Kamis (27/10).

Siswa pun terlibat aktif dalam kebersihan kamar mandi. Siswa diajak untuk bergiliran menjaga kamar mandi. Tindakan tegas pun siap dilakukan oleh  kepala sekolah serta stafnya. “Bila ada salah satu guru yang bilang kamar mandi baunya tak sedap, maka seluruh siswa akan terkena sanksi,” ujar Dwi Kurnia Siswa kelas X.  Dwi menambahkan bahwa sekolah mereka adalah sekolah militer, jadi kami harus disiplin dalam segala hal termasuk juga dalam menjaga kebersihan kamar mandi.

Di sisi lain, sekolah yang beralamatkan di Jalan Teluk Sampit ini tak menunggu lama untuk menambah lubang resapan di sekolah mereka. Pasalnya sudah ada 5 lubang tertanam dibuat olah siswa kader lingkungan ini. Lubang resapan yang mereka buat dengan kedalamanya tak lebih dari 50 cm, karena air permukaan tanah sudah muncul. “Kami lakukan pengeboran 4 hari yang lalu,” tutur Abdul Hafid. Namun tanah berbatu penyebab utama kami kesulitan untuk mencari tempat yang tempat.

Di akhir pembinaan para peserta diajak menuju Eco Mobile Coca-Cola, mobil edukasi lingkungan hidup keliling yang dilengkapi dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), perpustakaan lingkungan hidup dan mini theatre. Pembelajaran tentang PLTS adalah materi utama yang mereka dapat.

Sementara itu pembina lingkungan hidup menuturkan program lingkungan di sekolah mereka telah banyak berjalan. “Kelemahan kami hanya pada pengiriman artikel laporan dan foto,” ujar Arif Wicaksono.

Surabaya Eco School 2011 adalah program lingkungan hidup berkelanjutan untuk sekolah-sekolah di Surabaya. Program yang memadukan kompetisi, pembinaan dan pemantauan ini diselenggarakan oleh pemerintah kota Surabaya dan Tunas Hijau. Surabaya Eco School didukung oleh PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PDAM Surabaya, ASUS, PT. Dharma Lautan Utama dan Perum Jasa Tirta I. (suud)