Eco Headmaster (Junior) of the Week Elly Dwi Pudjiastuti; Bentuk Intelijen Sampah Di SMPN 40

Kepala SMPN 40 Surabaya Elly Dwi Pudjiastuti

Isu sampah, air, energi dan pohon menjadi isu utama lingkungan hidup yang serius ditangani oleh SMP Negeri 40 di bawah kepemimpinan Elly Dwi Pudjiastuti. Untuk menggarap keempat isu lingkungan hidup ini, pendidikan lingkungan hidup menjadi ekstra kurikuler wajib bagi siswa kelas 7 dan 8. “Pelaksanaannya setiap hari Selasa dan Rabu jam terakhir,” kata Kepala SMPN 40 Surabaya Elly Dwi Pudjiastuti, Eco Headmaster (Junior) of the Week.

Semua guru dan karyawan pun dilibatkan Elly dalam program lingkungan hidup yang dilakukan sekolah. Workshop pendidikan lingkungan hidup bagi semua guru dan karyawan SMPN 40 adalah program lingkungan hidup pertama yang digelar. Pelaksanaannya beberapa hari setelah peresmian program Surabaya Eco School oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Elly terlibat diskusi dengan anggota tim LH Aisyah dan guru penanggung jawab LH Andajani

Dalam waktu dekat ini, saat penerimaan rapot tengah semester siswa, Elly juga akan melakukan sosialisasi pentingnya lingkungan hidup kepada seluruh orang tua atau wali siswa. Setelah sosialisasi orang tua diberi kesempatan untuk mendukung program lingkungan hidup di sekolah. “Kami mengusulkan program sumbangan untuk penghijauan kepada orang tua siswa,” terang Elly Dwi Pudjiastuti.

Mulai tahun ajaran 2011-2012 ini, banyak program lingkungan hidup berkelanjutan yang dirintis Elly di SMPN 40. Diantara program itu adalah BISA dan AISAH. “BISA adalah badan intelijen sampah. Sedangkan AISAH adalah anggotanya atau agen intelijen sampah,” kata orang tua Fina Dewi Augustina dan Freddy Varelly Vidianto ini.

Elly Dwi Pudjiastuti, Eco Headmaster (Junior) of the Week

Program TAMAN juga digalakkan di sekolah yang dipimpin Elly ini. Program TAMAN yang dimaksud adakah kepanjangan dari tempat makan minum mandiri. “Ini adalah program mengajak warga sekolah untuk mengurangi sampah plastik dan non organik lainnya yang dihasilkan,” ujar Elly yang merasa bersyukur memiliki guru penanggung jawab lingkungan hidup seperti Andajani.

“Untuk mendukung program TAMAN ini, razia dilakukan secara acak,” ujar Elly. Bagi siswa yang kedapatan tidak membawa alat makan dan minum sendiri, maka sanksi yang bersifat mendidik akan diberikan kepada siswa bersangkutan. Pada program TAMAN ini, pinjam meminjam peralatan makan minum juga tidak diperkenankan.

Elly Dwi Pudjiastuti, selalu motivasi guru dan siswa agar peduli lingkungan

Mantan guru SMPN 21 Surabaya ini tergolong kepala sekolah yang peduli dengan kerja guru dan karyawannya. “Yang penting guru-guru dan karyawan saya di sekolah ini mau bekerja dengan sungguh-sungguh, maka saya tidak akan segan-segan memberikan reward. Bentuknya bisa berupa insentif uang atau barang,” kata kepala SMPN 40 ini yang mengawali karir sebagai guru di SMPN 1 Tarik, Sidoarjo.

Bagi Aisyah Widayani, siswa kelas 9A anggota tim lingkungan hidup SMPN 40, memiliki kepala sekolah seperti Elly Dwi Pudjiastuti adalah suatu kebanggaan. “Banyak kemajuan yang sudah diraih selama kepemimpinan Bu Elly melalui program nyata khususnya lingkungan hidup. Terlebih, saya menilai Bu Elly ini seperti sehati dengan guru penanggung jawab program lingkungan hidup SMPN 40, yaitu Bu Andajani,” kata Aisyah Widayani yang juga pengurus OSIS SMPN 40 ini. (ron)