Eco Headmaster (Senior) of the Week Miftah Gufron; Libatkan Semua Warga SMAN 22 Dan Instansi Terkait

Miftah Gufron, kepala SMAN 22 Surabaya, Eco Headmaster (Senior) of the Week

SMA Negeri 22 Surabaya memiliki lahan kosong  cukup luas, tetapi dengan kondisi tanah yang kering. Hal tersebut dijadikan tantangan bagi Kepala SMA Negeri 22 Miftah Gufron dalam mewujudkan sekolah peduli lingkungan. Menurut Eco Headmaster (Senior) of the Week ini, warga sekolah akan merasa nyaman dan betah di sekolah bila didukung dengan kondisi lingkungan yang baik juga.

“Kalau lingkungannya baik, tidak kotor, maka warga sekolah terutama siswa pasti merasa betah di sekolah,” kata Miftah Gufron. Banyak cara yang dilakukan kepala SMA Negeri 22 yang berlokasi di daerah Balas Klumprik ini dalam mengajak warga sekolah peduli lingkungan. Diantaranya adalah dengan mengajak siswa untuk langsung melakukan kegiatan lingkungan seperti tanam pohon dan perawatannya di sekolah.

Miftah Gufron, melibatkan warga sekolah dan instansi terkait untuk Surabaya Eco School di SMAN 22

Tidak hanya mengajak siswa, guru pun juga harus dilibatkan dalam upaya mewujudkan sekolah peduli lingkungan ini. Masa kerja yang cukup lama, membuat kepala sekolah kelahiran 53 tahun silam ini mengajak guru-guru untuk menanam pohon di sekolah dan diberi nama sebagai keterangannya selain nama pohonnya.

Disampaikan oleh kepala sekolah yang dulunya guru bahasa inggris ini, bahwa tujuannya dilakukan kegiatan seperti itu untuk para guru adalah menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. “Setiap guru harus menanam minimal satu pohon dan diberi nama. Pohon itu harus dirawat sampai nanti guru tersebut tidak lagi mengajar di sekolah ini. Jangan sampai nanti ada omongan kalau guru kalah dengan siswa,” tegas mantan Kepala SMAN 13 ini.

Orang tua siswa pun turut diajak untuk peduli lingkungan di sekolah tempat anak-anaknya menuntut ilmu. Dukungan dan respon dari wali murid pun sejalan dengan keinginan kepala sekolah ini. Kepala sekolah yang tinggal di Jalan Kebonsari III/32 ini mengajak orang tua siswa untuk memberikan dukungan terhadap program lingkungan sekolah.

Diantaranya program hutan sekolah yang telah direncanakan oleh tim lingkungan sekolah. Hasilnya, orang tua siswa turut menyumbang beberapa pohon untuk kegiatan hutan sekolah. “Pohon sumbangan dari orang tua siswa akan kami sendirikan agar nantinya bisa bergabung dalam penanaman pohon yang dilaksanakan secara gebyar,” kata Miftah Gufron.

Tidak hanya mewujudkan hutan sekolah saja, pembuatan mural dinding pun menjadi satu rangkaian acara dengan melibatkan seluruh warga sekolah. “Diantaranya adalah saya, guru, siswa dan orang tua siswa,” kata Miftah. Dalam upaya mewujudkan hutan sekolah, kepala sekolah bekerja sama dengan Perum Perhutani yang menyumbang sebanyak 300 bibit pohon ini.

Gerak cepat pun dilakukan kepala sekolah yang pernah mendapatkan predikat sebagai guru berprestasi di Surabaya tahun 2004. Dengan menyosialisasikan keterlibatan sekolah dalam program Surabaya Eco School kepada beberapa instansi yang ada di sekitar sekolah, seperti kelurahan, kecamatan, Puskesmas hingga ke UPTD.

Diungkapkan oleh peraih penghargaan kepala sekolah terbaik di Surabaya tahun 2006 ini bahwa sosialiasi tersebut bertujuan untuk mencari dukungan dari instansi tersebut dalam bentuk partisipasi pada saat digelarnya tanam pohon bersama dan mural lingkungan di sekolah. “Sosialisasi ini juga bertujuan untuk mempromosikan sekolah yang sedang mengikuti program Surabaya Eco School,” jelas Miftah.

Kepala sekolah ini juga berharap agar dari instansi terkait nantinya berkenaan ikut serta penanaman pohon. “Jadinya acara kami ini akan lebih semarak lagi,” ucap Miftah Gufron. Dalam pelaksanaan program lingkungan yang direncanakan siswa tim lingkungan,  tidak hanya program hutan sekolah dan mural saja yang akan ditampilkan dan didukung dalam kegiatan satu hari penuh itu. Ada juga kompetisi kelas ramah lingkungan dan lomba poster lingkungan. (rian)