Eco Student (Junior) of the Week Tri Nawang Sari; Sedih Gak Ikut Tanam Pohon Di Sekolah

Tri Nawang Sari, anggota tim lingkungan SMPN 28 Surabaya

Aktif menjadi anggota tim lingkungan hidup di sekolah ternyata banyak manfaatnya. Yang pasti, kemampuan berbicara di depan banyak orang menjadi lebih terasah. Manfaat ini yang dirasakan oleh Tri Nawang Sari, siswa kelas 8G SMP Negeri 28 Surabaya. “Aktif menjadi tim lingkungan hidup berarti kita dituntut bisa mengembangkan kemampuan komunikasi kita sehingga bisa mudah mengajak teman-teman kita mendukung program lingkungan hidup sekolah,” kata Tri Nawang Sari.

Tri Nawang Sari sempat kaget dan bersedih  dengan percepatan perubahan lingkungan hidup di sekolahnya. Ceritanya, 4-7 Oktober 2011 lalu dia ditugaskan mewakili sekolahnya untuk mengikuti pelatihan dasar kepemimpinan siswa (LDKS) pengurus OSIS SMP negeri dan swasta se Surabaya. Pelaksanaannya di Kobangdikal.

Tri melakukan penyuluhan di kelas-kelas

“Saya kaget dengan semakin banyaknya pepohonan baru di sekolah setelah saya tinggal 4 hari mengikuti LDKS OSIS itu. Kejadian itu membuat saya bersedih karena saya gak ikut dengan kegiatan penanaman pohon di sekolah saya,” kata Tri Nawang Sari, Eco Student (Junior) of the Week ini. Tanam pohon yang dia maksud adalah tanam pohon yang diselenggarakan sekolahnya dalam rangka Hari Habitat 5 Oktober.

Bagi Tri, program Surabaya Eco School adalah program yang sangat berkesan. “Sejak awal program ini dimulai saya sudah merasa sangat berkesan,” kata Tri Nawang Sari. Hal ini dirasakan siswa kelahiran 6 Agustus 1997ini  ketika mewakili sekolahnya mengikuti workshop I yang juga diikuti siswa dan guru dari sekolah yang lainnya.

“Pada workshop itu kami diminta berinteraksi dengan siswa dan guru dari sekolah yang berbeda dalam kelompok gabungan. Masing-masing kelompok lantas diminta menyusun program lingkungan hidup bersama. Asyik jadinya,” ujar Tri Nawangsari yang bercita-cita menjadi anggota TNI Angkatan Laut Indonesia ini.

Tri sedang membenahi keranjang pengomposan

Setelah setahun lebih aktif di tim lingkungan hidup SMPN 28, ada satu sikap peduli lingkungan hidup yang belum dilakukannya di sekolah terus-menerus. Sikap peduli yang dia maksud adalah mengolah sampah organik menjadi kompos. “Pengomposan yang dilakukan di sekolah kami saat ini masih hanya menggunakan keranjang takakura yang biasanya digunakan untuk mengolah sisa makanan,” kata Tri.

Sedangkan pengomposan sampah organik khususnya dedaunan dalam jumlah banyak masih belum dilakukan. “Saya berharap SMPN 28 segera memulai pengomposan sampah organik dalam jumlah yang banyak selain menggunakan lubang resapan. Saya ingin segera bisa melakukannya,” harap Tri Nawang Sari.

Menurut Ana Sumarnah, guru pembina lingkungan hidup SMPN 28, Tri Nawang Sari adalah siswa yang berani mengemukakan pendapat di depan banyak orang. “Dia adalah anak yang berani memotivasi temannya untuk peduli lingkungan hidup dengan tindakan nyata,” kata Ana Sumarnah. Tri juga siswa yang berani meluangkan waktu untuk kegiatan lingkungan hidup dibanding dengan teman-temannya. (ron)

One thought on “Eco Student (Junior) of the Week Tri Nawang Sari; Sedih Gak Ikut Tanam Pohon Di Sekolah

  1. Bagus Eka Septiawan

    Saya mewakili kelas 7G mengucapkan selamat kepada Kak Tri Nawang Sari, karena telah mendapatkan predikat “Eco Student (Junior) Of The Week”. selamat ya kak……….

Comments are closed.