Green House Baru Di SMPN 36

Surabaya- Green house baru sudah bisa dilihat di SMPN 36. Tepatnya, di lapangan belakang sekolah. Green house tersebut adalah sumbangan dari wali murid SMPN 36. “Beberapa wali murid memberikan sumbangan untuk membuat green house sebagai upaya mendukung program Surabaya Eco School ini,” kata pembina lingkungan SMPN 36 Tri Wahanani Widya Rini.

Kader lingkungan yang mengikuti pembinan dan pemantauan Surabaya Eco School ini, Jumat (14/10), mengatakan jika mereka mengalami kesulitan. Tanaman di sekolah mereka beragam jenis, tapi banyak tanaman yang layu. Ternyata banyak tanaman yg kurang terkena sinar matahari dan kelebihan volume air.

Selain itu mereka juga mengalami kesulitan untuk mengolah komposter dan takakura. “Kami punya 3 komposter dan beberapa takakura, tapi kompos di sekolah ini masih beli. Karena kami masih bingung bagaimana menggunakannya,” kata Anvy, ketua kader lingkungan SMPN 36, sambil memberi sedikit air untuk komposternya yang sudah sangat kering.

Selain memperbaiki komposter, mereka juga diajak memberi sedikit air untuk takakura dalam pembinaan kali ini. “Pastikan kondisi kompos di dalam keranjang takakura ini dalam keadaan mamel atau tidak kering,” ujar aktivis Tunas Hijau Norita. Pada pembinaan itu nampak bahwa mereka benar-benar ingin menghasilkan kompos sendiri tanpa harus membeli.

Mereka juga merencanakan membuat hutan sekolah di lahan yang masih kosong. Tapi sebelum mebuat hutan sekolah, mereka berencana untuk kerja bakti masal. Mereka memunguti sampah plastik di lahan yang akan dijadikan hutan sekolah tersebut. Mereka juga akan menanam pepohonan buah seperti belimbing dan mangga.

Kepala SMPN 36 Tri Wahjuni berharap melalui program Surabaya Eco School 2011 ini kesadaran murid terhadap lingkungan semakin meningkat dan sekolah bisa lebih nyaman untuk tempat belajar. “Semoga kepedulian lingkungan hidup warga sekolah menjadi meningkat melalui Surabaya Eco School ini.”

Surabaya Eco School 2011 adalah program lingkungan hidup berkelanjutan untuk sekolah-sekolah di Surabaya. Program yang memadukan kompetisi, pembinaan dan pemantauan ini diselenggarakan oleh pemerintah kota Surabaya dan Tunas Hijau. Surabaya Eco School didukung oleh PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PDAM Surabaya, ASUS, PT. Dharma Lautan Utama dan Perum Jasa Tirta I. (noy)