Hutan Sekolah Di SMPN 11

Surabaya- Luas sekolah yang hampir mencapai 3 hektar dengan lahan kosong yang melimpah membawa keuntungan tersendiri bagi kader lingkungan SMP Negeri 11 dalam melaksanakan program lingkungannya. Seperti yang terlihat pagi itu, Jumat (21/10) pukul 08.00, melalui pengeras suara yang ada di ruang guru, guru pembina lingkungan Anik S menghimbau kepada seluruh perwakilan kelas agar mengumpulkan  tanamannya yang sebelumnya sudah dipersiapkan dari rumah.

Anik S menyampaikan bahwa hari itu juga akan ada kegiatan lingkungan penanaman tanaman di dalam pot. “Tanaman-tanaman yang sudah dibawa oleh perwakilan kelas ini akan ditanam di lahan kosong di sebelah ruang guru. Tidak hanya itu, OPERASI SEMUT (Sejenak Memungut) sampah ini dilakukan oleh tim lingkungan sendiri dengan membawa 2 tempat sampah berbeda untuk menyemarakkan program Surabaya Eco School,” terang guru Biologi ini.

Dalam kegiatan penanaman ini, lebih dari 128 tanaman ditanam ke dalam pot secara bersama-sama. Jenis tanamannya mulai dari tanaman hias sampai tanaman OBAT. Seperti yang disampaikan oleh Titian Kinasih bahwa banyaknya jumlah tanaman tersebut diperoleh dari pembagian kelompok setiap kelasnya mulai dari kelas 7 sampai kelas 9. “Kelas 7, satu kelas dibagi menjadi 6 kelompok. Satu kelompok membawa 2 tanaman dan 4 pupuk,” ujar Titian Kinasih.

Sedangkan untuk kelas 8 dan 9 setiap kelasnya dibagi menjadi 2 kelompok dengan satu kelompok membawa 2 tanaman dan 2 pupuk. “Bila dihitung, maka jumlah tanamannya masih kalah dengan jumlah pupuknya yang mencapai  228 karung,” ujar Titian yang siswa kelas 8F ini. Mmasing-masing kelompok diharapkan bertanggung jawab merawat tanaman yang sudah mereka tanam setiap harinya. Tanaman yang sudah ditanam di dalam pot diataranya tanaman kamboja, puring dan buah mangga dan tabe buya.

Dalam pembinaan yang bertempat di samping masjid sekolah ini, 20 siswa kader lingkungan yang hadir menyampaikan program yang sudah berjalan maupun program yang belum berjalan karena minimnya dukungan dari siswa yang lainnya terutama siswa kelas 9. Pemilahan sampah dan pemanfaatan air wudlu menjadi program lingkungan yang masih belum berjalan karena beberapa hal kendala. Diantaranya kurangnya tempat sampah di setiap kelasnya membuat program pemilahan sampah tidak dapat berjalan maksimal.

Melihat dari kendala yang terjadi, Kader Lingkungan berinisiatif menyediakan tempat sampah terpilah di setiap kelas dan melakukan sosialisasai tentang pemilahan sampah ini. Seperti yang sedang diutarakan Sang Ratu Adil saat terlihat mewawancarainya. “Teman-teman, kami ini sosialisasi pemilahan sampah sesuai jenisnya,” kata Sang Ratu Adil.

Pemilahan sampah yang dimaksud Adil diantaranya sampah kertas, sampah botol sendiri dan sampah basah. Nah diharapkan besok sudah ada yang mengisi atau membuang sampah di karung-karung tersebut ya. Kan sudah ada tulisannya jadi lebih mudah nanti untuk memilahnya. Ada sampah khusus kertas, botol, plastic  dan sisa makanan sendiri,” terang Sang Ratu Adil, siswa kelas 8.

Mempunyai hutan sekolah dan kebun buah merupakan impian dari kader lingkungan dan guru pembina lingkungan SMP Negeri 11 Nanik S. “Salah satu upaya untuk merealisasikan hal tersebut adalah dengan mengadakan kegiatan tanam pohon pelindung maupun tanaman hias seperti yang hari ini kita lakukan,” ujar Anik.

Hal senada diutarakan NuruL Qomari yang menyatakan akan menggelar kegiatan serupa November mendatang dengan alasan menunggu musim penghujan. “Dari pihak sekolah berkeinginan mengadakan kegiatan tanam pohon produktif yang akan melibatkan seluruh warga sekolah dan beberapa wali murid yang bersedia menyumbang pohon nantinya,” imbuh Nurul Qomari, Wakasek kesiswaan SMPN 11.

Surabaya Eco School 2011 adalah program lingkungan hidup berkelanjutan untuk sekolah-sekolah di Surabaya. Program yang memadukan kompetisi, pembinaan dan pemantauan ini diselenggarakan oleh pemerintah kota Surabaya dan Tunas Hijau. Surabaya Eco Schooldidukung oleh PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PDAM Surabaya, ASUS, PT. Dharma Lautan Utama dan Perum Jasa Tirta I. (rian)