Pameran Hasil Pemanfaatan Sampah Kering Di SMA Stella Maris

Surabaya- Kelompok kader lingkungan SMAK Stella Maris, Stella Clean & Green, belajar membuat kertas daur ulang. Mereka bereksperimen dengan memanfaatkan kertas dan koran bekas yang mereka kumpulkan. Alhasil kertas yang dihasilkan berwarna hijau dan bermotif daun.

Tak kasih daun biar teksturnya berbeda dengan yang lain,” ujar kader lingkungan Sandra Monica. Sambil mencoba mempraktekkan, Sandra mengajak teman-temannya ikut mencoba, karena menurutnya ini ketrampilan baru yang harus dipelajari untuk mengurangi dan mengolah sampah kertas.

Pada pembinaan Surabaya Eco School bersama Eco Mobile Coca-Cola itu, Senin (31/10), aktivis Tunas Hijau Saiful menyampaikan bahwa mengolah sampah kertas menjadi kertas baru merupakan salah satu cara mengurangi penebangan pohon. “Selain mengurangi penebangan pohon, memanfaatkan kertas bekas untuk membuat kertas juga berarti menghemat energi listrik dan air,” terang Saiful.

Dia juga memberikan beberapa tips menghemat air. Diantaranya dengan tidak membiarkan tetesan air dalam proses pembuatan kertas itu terbuang percuma. “Tetesan air harus ditampung di ember lagi. Jangan terbuang percuma. Tetesan air yang terkumpul itu bisa digunakan untuk mengolah sampah kertas lainnya menjadi kertas baru,” ujar Saiful.

Setelah pembinaan itu, tak lama lagi, Stella Clean & Green akan mengadakan pameran hasil pemanfaatan sampah non organik atau sampah kering. Mulai dari hasil kertas daur ulang, menggambar diatas kertas daur ulang, tanam pohon dari hasil menjual sampah dan hasta karya lainnya yang berbahan barang-barang bekas akan mereka pamerkan.

“Sudah ada pemilahan sampah kertas dan plastik. Botol-botol bekas sudah banyak dikumpulkan dan bisa dijual,” ungkap pembina lingkungan SMA Stella Maris Endah Karyaning Ayu. Terlihat di Bank Sampah sekolah ini 3 tumpukan garung besar berisikan botol-botol bekas dan banyak kertas koran bekas juga. Menurutnya, barang-barang tersebut nantinya akan dijual pada pengepul, hasilnya akan dibelikan bibit pohon untuk ditanam di sekolah.

Di saat yang bersamaan, kader lingkungan juga mendapat pengetahuan pengelolaan sampah sisa makanan menjadi kompos dengan menggunakan keranjang pengomposan. “Jangan lupa mengaduk dan menjaga kelembabannya,” pinta aktivis Tunas Hijau Saiful. Selain menjelaskan, Saiful juga menugaskan para kader lingkungan untuk mencoba cara memasukan sampah makanannya. Menurut pembina lingkungan Endah Karyaning Ayu, nantinya sekolah akan menyediakan tempat pemilahan sampah di kantin.

Surabaya Eco School 2011 adalah program lingkungan hidup berkelanjutan untuk sekolah-sekolah di Surabaya. Program yang memadukan kompetisi, pembinaan dan pemantauan ini diselenggarakan oleh pemerintah kota Surabaya dan Tunas Hijau. Surabaya Eco School didukung oleh PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PDAM Surabaya, ASUS, PT. Dharma Lautan Utama dan Perum Jasa Tirta I. (1man)