Pengolahan Sampah, Taman Kelas Dan Lubang Resapan Di SMA Jiwa Nala

Surabaya- Letak SMA Jiwa Nala yang berada satu komplek dengan SD dan SMP Jiwa Nala menjadi tantangan tersendiri, khususnya mengenai penanganan sampah. Fakta tersebut ditemui Tunas Hijau saat menggelar pembinaan lingkungan hidup Surabaya Eco School di SMA Jiwa Nala, Selasa (11/10) siang.

Seperti yang disampaikan oleh Viona Realita bahwa banyaknya sampah yang tidak terolah berserakan di halaman sekolah membuat tim lingkungan SMA Jiwa Nala merasa kesulitan mengatasinya. “Masalahnya kan kondisinya satu komplek, jadi kami nggak tahu sampah siapa ini. Yang kami tahu sampah ini merupakan  tanggung jawab bersama khususnya si penghasil sampah,” ujar Viona Realita, siswa kelas 10 ini.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Viona sebagai ketua tim lingkungan bersama 39 siswa yang lainnya berhimpun mencari jalan keluarnya. Beberapa ide pemecahan masalah pun dilontarkan oleh beberapa siswa. Diantaranya dengan menambah jumlah tempat sampah di setiap kelas. Namun sanggahan terhadap ide tersebut disampaikan oleh Indah Yunia yang merasa kurang efektif karena akan mengeluarkan dana yang banyak dari sekolah.

“Bagaimana kalau dengan pemilahan sampah dan nantinya akan kita sosialisasikan kepada guru maupun siswa di SD dan SMP Jiwa Nala. Dengan memanfaatkan kardus bekas hal tersebut tidak akan mengeluarkan dana yang banyak,” ujar Indah Yunia, siswa kelas 11 IPA-2. Tanpa membuang waktu, mereka langsung membentuk dua kelompok yang selanjutnya bertugas sebagai tim sosialisasi program dan tim pelaksana program.

Dengan bermodal keranjang sampah berukuran kecil, tim pelaksana kegiatan langsung berburu sampah di sekolah. ”Tempat sampah yang berwarna hijau itu untuk sampah basah, sedang yang berwarna merah itu untuk sampah kering,” ucap Indah Yunia kepada teman-temannya anggota tim lingkungan hidup SMA Jiwa Nala.

Semangat dan motivasi yang tinggi dari 40 siswa tim lingkungan terhadap program Surabaya Eco School ini ditunjukkan dengan menggagas beberapa program lingkungan. Diantaranya pembenahan dan perawatan taman kelas dengan menambah jumlah tanaman dan mewujudkan toilet yang bersih dan tidak berbau.

Meskipun dalam realitanya sekolah mereka baru mendapatkan pembinaan tahap awal siang tersebut dibandingkan sekolah lain yang sudah memasuki pembinaan kedua, hal tersebut tidak membuat tim lingkungan putus asa untuk terus berkompetisi dengan sekolah yang lainnya. Disampaikan oleh Yashinta Sari bahwa tim lingkungan dan sekolah akan meramaikan persaingan dengan sekolah-sekolah lain melalui pembuatan program yang berbeda dengan sekolah lain.

Siswa yang hobi membaca buku ini berencana mengadakan bazar daur ulang (kerajinan) yang akan melibatkan siswa SD dan SMP sebagai pembelinya. “Dalam kegiatan ini, setiap siswa boleh menyumbang hasil karya daur ulangnya yang sudah pernah dibuatnya untuk digunakan sebagai pendukung dalam kegiatan bazar kerajinan tersebut,” ungkap Indah Yunia.

Sementara itu, sekolah yang berlokasi di daerah Kedung Asri ini sebenarnya sudah  mempunyai program lingkungan yang pernah dijalankan. Diantaranya program pembuatan lubang resapan biopori dan taman sekolah dengan koleksi tanaman-tanaman langka sumbangan dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan  Indonesia), seperti tanaman kumis kucing.

Hal ini senada dengan yang disampaikan Kepala SMA Jiwa Nala Mutia bahwa sebenarnya sekolah sudah mempunyai program lingkungan seperti biopori dan pengolahan sampah organik menjadi pupuk. “Namun, sayangnya itu dulu. Sekarang fasilitas lingkungan seperti keranjang komposter pun terlihat tidak terawat. Maka dari itu, saya ingin memulainya kembali dan saya akan mendukung langsung terkait pelaksanaan program lingkungan siswa,” tutur Mutia, yang menyampaikan kesanggupan untuk membuat peraturan lingkungan di sekolah.

Surabaya Eco School 2011 adalah program lingkungan hidup berkelanjutan untuk sekolah-sekolah di Surabaya. Program yang memadukan kompetisi, pembinaan dan pemantauan ini diselenggarakan oleh pemerintah kota Surabaya dan Tunas Hijau. Surabaya Eco School didukung oleh PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PDAM Surabaya, ASUS, PT. Dharma Lautan Utama dan Perum Jasa Tirta I. (rian)