Perkebunan, Peternakan Dan Budidaya Ikan Di SMP Islam Jiwa Nala

Surabaya- SMP Islam Jiwa Nala mencanangkan program perkebunan dan perternakan di. ”Kami memanfaatkan lahan belakang dekat parkir sepeda anak-anak menjadi lahan perternakan dan perkebunan,” tutur Nur Rahman, kepala SMP Islam Jiwa Nala, saat memandu para siswanya pada pembinaan lingkungan hidup Surabaya Eco School 2011 yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama pemerintah kota Surabaya, Jumat (7/10).

Menurut Rahman, program tersebut dilaksanakan karena sekolah memiliki lahan kosong yang sangat potensi untuk dikembangkan. Gagasan tersebut merupakan adopsi dari ide para siswa SMA Jiwa Nala yang telah dijalankan. SMP Jiwa Nala tetap bersemangat untuk mengembangkan gagasan tersebut di lingkungan SMP Islam Jiwa Nala.

Selain itu, mereka juga mendapat masalah yang tidak mudah karena mereka merupakan sekolah swasta. Jadi, mereka harus berkoordinasi dengan melibatkan sekolah yang berbeda tingkat yang berada sekomplek dengan mereka. ”Kami memiliki 1 kendala yaitu sekolah kami satu komplek dengan SMA dan SD,” papar Muhammad Amir Mumtaz, pembina OSIS SMP Islam Jiwa Nala.

Namun, mereka tak patah arang untuk merealisasikan program-program lingkungan hidup yang sudah digagas. ”Kami tetap optimis bisa merealisasikan program-program kami dengan melibatkan semua pihak,” tegas Mumtaz. Mereka juga menentukan langkah dengan menyosialisasikan semua program yang telah disepakati.

Diantaranya menjalankan program pemilahan sampah yang menjadi fokus utama mereka. Menurut Mumtaz, langkah tersebut memang sangat tepat untuk menjadi sebuah awalan. ”Pak Rahman telah memberi mandat ke saya untuk memfokuskan program kami dalam pemilahan sampah dahulu,” tutur Mumtaz kepada Tunas Hijau di sela pembinaan.

Sependapat dengan Mumtaz, Roy Agustinus salah seorang peserta pembinaan mengungkapkan keinginannya untuk mengatasi masalah sampah. ”Saya ingin sampah disini bisa teratasi serta bisa mengajak teman-teman lainnya untuk tidak membuang sampah sembarangan,” tutur Roy yang menjadi salah satu motor tim.

Menurut Roy, kurangnya kepedulian para siswa terhadap lingkungan menjadi masalah tersendiri untuk tim. ”Minimnya kesadaran para siswa juga membuat kami kesulitan. Namun kami akan selalu dan terus mencoba untuk mengajaknya,” tegas Roy memberi semangat pada anggota tim yang lainnya. Selain pemilahan, para siswa juga ingin mewujudkan keinginan kepala sekolah mereka dengan membuat kolam ikan di sekitar lahan parkir.

Surabaya Eco School 2011 adalah program lingkungan hidup berkelanjutan untuk sekolah-sekolah di Surabaya. Program yang memadukan kompetisi, pembinaan dan pemantauan ini diselenggarakan oleh pemerintah kota Surabaya dan Tunas Hijau. Surabaya Eco School didukung oleh PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PDAM Surabaya, ASUS, PT. Dharma Lautan Utama dan Perum Jasa Tirta I.(ali)