SMPN 28 Bersih-Bersih Selokan

Surabaya- Tanaman puring yang identik banyak warna menjadi maskot SMPN 28. Maskot ini akan disosialisasikan kepada warga dua SDN yang berada satu lokasi dengan SMPN 28, yaitu SDN Lidah Wetan 462 dan SDN Lidah Wetan 463. Sosialisasi itu akan dilaksanakan sebagai bagian peringatan Hari Cinta Puspa Satwa National (HCPSN), yang diperingati setiap 5 November.

Menurut Diamah, dalam sosilisasi tersebut, terdapat banyak runtutan kegiatan. “Tidak hanya sosialisasi saja, tetapi akan ada pembagian tanaman puring kepada perwakilan setiap kelas. Dalam sosialisasi nanti, anak-anak akan menggunakan drama boneka ala SMP Negeri 28 sebagai media untuk menarik minat siswa SD agar peduli lingkungan,” tutur Diamah, guru pendamping lingkungan SMPN 28, kepada Tunas Hijau saat pembinaan dan pemantauan Surabaya Eco School di sekolahnya, Jumat (28/10).

Pada kegiatan peringatan HCPSN ini, kader lingkungan berencana membuat maskot khusus. Maskot tersebut harus menggambarkan ciri khas sekolah yang berlokasi di kawasan Lidah Wetan ini. “Bagaimana kalau maskotnya adalah pangeran dan putri puring? Jadi yang jadi pangeran dan putri puring tersebut adalah salah satu diantara kader lingkungan yang datang hari ini. Kemudian mereka akan didandani menggunakan tanaman puring dan diberi selempang bertuliskan “Pangeran dan Putri Puring SMPN 28,” saran Tri Nawang Sari, Eco Student of the Week ini.

Ditambahkan oleh Diamah bahwa tidak hanya maskot sekolah yang bisa dihadirkan. Es dawet lidah buaya juga akan disuguhkan dalam sosalisasi tersebut. “Selain untuk mempromosikan hasil olahan lidah buaya di sekolah kita kepada pihak SD, es dawet lidah buaya juga bisa sebagai daya tarik siswa SD ketika mendengarkan sosialisasi dari kader lingkungan menggunakan drama boneka,” kata Izzaz Syadzadhiya.

Nur Rakhmawati menjelaskan bahwa perawatan taman TOGA menjadi  program lingkungan yang belum dijalankan. Kendalanya adalah tidak tahunya nama dan jenis tanaman TOGA yang ada di sekolah. “Ditambah lagi, anak-anak itu males, Kak, kalau disuruh untuk pembenahan taman TOGA, karena ada yang males-malesan Kak, ada yang lebih suka nyiram tanaman,” ujar Rahma, ketua OSIS SMPN 28.

Tidak membutuhkan waktu lama, kader lingkungan yang mendapatkan tanggung jawab untuk mengelola taman TOGA pun bergegas. Dengan menata kembali dan mengelompokkan berdasarkan nama tanamannya menjadi aktivitas yang mereka lakukan dalam pembinaan ini. Mulai dari mengambil pot yang kosong, sampai pada memindahkan tanaman TOGA seperti lidah buaya yang ada pada satu pot dan jumlahnya banyak. “Ayo teman, pot yang sudah nggak ada tanamannya, tanahnya dibuang ke taman saja. Kemudian bantu untuk menata TOGA berdasarkan namanya,” jelas Nevi Valensia, siswa kelas 9B.

Sementara itu, menyambut datangnya musim penghujan, berbagai persiapan pun dilakukan. Diantaranya dengan melakukan pembersihan selokan air di sekolah. Seperti yang diucapkan Diajeng Ayu Kinanti, bahwa saat musim penghujan jalan di sekolah banyak yang tergenang air. Selain itu banyak juga sampah di selokan yang ikut hanyut terbawa air hujan.

“Kalau musim hujan, selokan sekolah ini pasti banyak sampahnya. Mulai dari sampah anorganik maupun organik. Jangankan menunggu hujan, sekarang pun sudah seperti itu keadaannya. Banyak sampahnya, Kak. Maka dari itu hari ini ada pembersihan selokan sekolah dari sampah anorganik ini,” tutur Diajeng, siswa kelas 7 ini.

Berbekal sebuah ember bekas cat dan cetok bagi masing-masing orang, mereka lantas mengambil sampah yang ada di selokan sekolah. Semarak kegiatan  dalam rangka peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa ini, selesai kegiatan sosialisasi ini, diinformasikan bahwa akan ada tanam bunga di halaman sekitar SD dan SMPN 28 yang melibatkan seluruh warga sekolah pada keesokan harinya bersama siswa SD.

Surabaya Eco School 2011 adalah program lingkungan hidup berkelanjutan untuk sekolah-sekolah di Surabaya. Program yang memadukan kompetisi, pembinaan dan pemantauan ini diselenggarakan oleh pemerintah kota Surabaya dan Tunas Hijau. Surabaya Eco School didukung oleh PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PDAM Surabaya, ASUS, PT. Dharma Lautan Utama dan Perum Jasa Tirta I. (rian)

One thought on “SMPN 28 Bersih-Bersih Selokan

  1. Bagus Eka Septiawan

    HIDUP SPENDUPAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Buat rumah dari papan
    Spendupan selalu terdepan!!

Comments are closed.