Video Sebagai Media Komunikasi Lingkungan SMP PGRI 6

Surabaya- Kemauan yang tinggi menjadi bekal utama SMP PGRI 6 untuk membuat perubahan lingkungan hidup di sekolah mereka. Nampak terlihat jelas antusias para siswa saat mengikuti game pembuka dari aktivis senior Tunas Hijau Sugeng, Sabtu pagi (29/10). Pembinaan Surabaya Eco School yang dibuka dengan permainan makan berantai tersebut membuat para siswa memiliki keinginan untuk menjaga lingkungan mereka.

“Permainan ini kita bayangkan seperti bumi bila teman-teman di sini tidak bijaksana, bumi akan hancur,” ujar Sugeng, sesaat saat satu kelompok menghabiskan kacang yang digunakan sebagai media. “Bila manusia seperti kelompok 2 yang menghabiskan semua kebutuhannya sekaligus, bumi ini akan mengalami kehancuran,” jelas Sugeng memotivasi para siswa. Motivasi tersebut rupanya meningkatkan motivasi para siswa.

“Kami sekarang mengerti bahwa kebijaksanaan kita menjaga lingkungan minimal lingkungan SMP PGRI 6 dapat mewujudkan bumi yang lestari,” tutur Siti Aisyah, siswi kelas 8. Aisyah mengerti maksud dari permainan tersebut dan memutuskan untuk merubah kebiasaannya menjadi peduli lingkungan. “Kami mengerti untuk menjaga lingkungan itu memang harus datang dari diri sendiri,” jelas Aisyah. Dengan motivasi tinggi mereka merencanakan program yang menurut mereka mampu untuk menjalankan.

“Kami akan membuat program kecil yang bisa membuat kami bisa merubah lingkungan di SMP PGRI 6,” cetus Vita Febriani. Muncul 6 tim yang terbentuk sebagai tim yang memiliki fokus berbeda dengan tujuan semua program mereka buat maksimal. “Kami membuat tim agar program kami dapat maksimal dan berjalan,” tutur Vita. Salah satu tim yang mereka bentuk adalah tim media komunikasi agar dapat memaksimalkan promosi lingkungan dengan media mading yang mereka punya.

“Kami memiliki 4 mading yang tidak terpakai, sekarang ingin kami maksimalkan untukpromosi kami,” jelas Vita. Selain mading, tim media komunikasi juga ingin belajar membuat video agar dapat mempromosikan kegiatan mereka. “Kami juga ingin belajar membuat video agar program kami dapat dilihat oleh teman-teman yang lain dan sekaligus memperkenalkan sekolah kami,” tutur Nur Fatmawati.

Dengan media tersebut, mereka berharap agar sekolah mereka dapat di kenal sebagai sekolah ramah lingkungan. Mereka ingin menunjukan bahwa SMP PGRI 6 adalah sekolah yang ramah lingkungan. “Kami ingin menunjukan dan memotivasi teman-teman yang lain agar cinta lingkungan,” jelas Nur. SMP yang mendapat peringkat 8 sekolah Adiwiyata di Surabaya tersebut ingin menunjukan bahwa label Adiwiyata tersebut benar-benar berjalan.

Surabaya Eco School 2011 adalah program lingkungan hidup berkelanjutan untuk sekolah-sekolah di Surabaya. Program yang memadukan kompetisi, pembinaan dan pemantauan ini diselenggarakan oleh pemerintah kota Surabaya dan Tunas Hijau. Surabaya Eco School didukung oleh PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PDAM Surabaya, ASUS, PT. Dharma Lautan Utama dan Perum Jasa Tirta I. (ali)