Monthly Archives: November 2011

Pemilahan Sampah SMKN 11

Surabaya- Mengajak orang lain untuk peduli lingkungan hidup bukanlah hal yang mudah, namun hal itu bukan hal yang mustahil. Melalui kegiatan penyadaran terus menerus serta keteladanan yang nyata, lambat laun perubahan pasti terjadi. Hal ini kurang lebih sama dengan kegiatan lingkungan hidup di SMKN 11. Secara rutin pihak sekolah melakukan kegiatan penyadaran pemilahan sampah ke warga sekolah. Continue reading

Kader Lingkungan SMPN 22 Impikan Sekolah Bebas Sampah

Surabaya- Bebas dari sampah tentunya menjadi impian setiap orang. Tak terkecuali juga Airlangga Gama, siswa kelas 8 SMPN 22 yang turut memiliki angan-angan sekolahnya bebas sampah. Dalam benaknya, dia ingin adanya pengolahan sampah sehingga semua sampah termanfaatkan. Impian ini disampaikannya kepada Tunas Hijau saat pembinaan dan pemantauan Surabaya Eco School di sekolahnya, Kamis (10/11). Continue reading

SMAN 18 Kian Hijau Dipenuhi Tanaman

Surabaya- Perubahan mulai terlihat di setiap sekolah peserta Surabaya Eco School. Tak terkecuali SMAN 18 yang berlokasi di kawasan Karah. Ketika pembinaan dan pemantauan Surabaya Eco School dari Tunas Hijau, Kamis (10/11), perubahan menonjol nampak dari semakin banyaknya tanaman yang ada di sekolah. Lorong-lorong penuh dengan tanaman dalam pot. Di dalam kelas juga tersedia taman yang dibuat warga kelas masing-masing. Continue reading

Kepala SMAN 10 Pimpin Pengeboran Lubang Resapan

Pengecekan jurnal kegiatan lingkungan hidup sekolah

Surabaya- Lomba poster lingkungan hidup telah dilakukan oleh kader lingkungan hidup SMAN 10. Namun, antusiasme siswa kurang berpartisipasi di lomba poster ini. Faktanya dari 36 kelas, yang ikut berpartisipasi hanya 15 kelas saja.  Minimnya partisipasi ini disebabkan kurangnya promosi kegiatan yang dilakukan kader lingkungan. Continue reading

Toga Dan Raibnya Pipa Lubang Resapan Di SMA Dharma Wanita

Surabaya- Siswa SMA Dharma Wanita tak mau membiarkan lahan kosong di sekolahnya. Hal ini dibuktikan dengan pemanfaatan bekas pos satpam menjadi tempat pengomposan. Tempat  yang berukuran 1,5 x 1,5 meter itu penuh dengan sampah daun yang rutin dimasukan oleh kader lingkungan hidup SMA Dharma Wanita. Kondisi ini tetap berlangsung saat pembinaan dan pemantauan Surabaya Eco School, Rabu (9/11).  Continue reading

SMK KAL 2 Perbanyak Lubang Resapan

Surabaya- Perlahan tapi pasti, program lingkungan hidup SMK KAL 2 mulai berjalan. Ditunjang aturan dari sekolah, setiap siswa harus selalu bersih-bersih setiap harinya sebelum memulai pelajaran. Teguran dan sanksi diberlakukan di sekolah itu. Diantaranya sanksi yang sering terjadi adalah push up. Sebagai sekolah yang berbasis militer sanksi push up sudah menjadi hal yang biasa bagi siswa yang melakukan pelanggaran, termasuk diantaranya jenis pelanggaran membuang sampah sembarangan. Continue reading

Taman Gantung Dan Pengomposan SMPN 6

Surabaya- Banyak sekolah yang sudah mendapatkan keranjang pengomposan takakura bantuan dari dinas kebersihan dan pertamanan kota Surabaya. Namun, masih saja ada sekolah yang belum tahu cara kerja keranjang pengomposan itu. Diantaranya dialami oleh SMPN 6. Sekolah bertaraf internasional ini memiliki enam keranjang pengomposan yang tak dioptimalkan. Continue reading

SMPN 8 Fungsikan Polisi Lingkungan

Surabaya- Lubang resapan biopori cukup menguntungkan untuk mempercepat penyerapan air hujan ke dalam tanah. Kondisi tersebut dijelaskan oleh Hariyanto, staf kepala SMP Negeri 8, bahwa biopori yang mereka buat mempercepat resapan air hujan yang biasanya menggenang di lapangan. “Kami sudah membuat 3 lubang resapan biopori, cukup efektif juga untuk mempercepat penyerapan air hujan,” tutur Hariyanto. Continue reading

Eco Student (Senior) of the Week Widia Valentina; Beri Teladan Melalui Laskar Cling’s SMAK St Louis 2

Widia Valentina, siswa SMAK St Louis 2 Surabaya, Eco Student (Senior) of the Week

Kesedihan bila melihat banjir memaksa Widia Valentina memutuskan untuk bergabung dengan Laskar Cling’s. Laskar ini merupakan kelompok kader lingkungan hidup SMAK St. Louis 2. Saat awal bergabung itu, dia berharap  bisa membuat keadaan lingkungan jadi lebih baik lagi. Hal Widia pun selalu aktif berkegiatan lingkungan bersama kader lingkungan hidup sekolahnya ini.

Keaktifan Widia di laskar ini membuatnya didukung teman-temannya menjadi ketua Laskar Cling’s. “Setiap hari Laskar Cling’s selalu ada kegiatan lingkungan meskipun itu sederhana. Continue reading

Eco Teacher (Senior) of the Week Anis Sulistijorini; Peduli LH Melalui Biologi SMAK St. Agnes

Anis Sulistijorini, guru SMAK St Agnes Surabaya, Eco Teacher (Senior) of the Week

Kondisi lingkungan kota Surabaya semakin tahun semakin bagus. Sekarang sudah banyak taman. “Awal mengajar di SMAK St. Agnes tahun 2002 sampai sekarang saya merasa kondisi lingkungan di Surabaya dari tahun ke tahun semakin indah, bersih, dan hijau. Semoga ke depan lebih bagus lagi dengan kesadaran peduli lingkungan seluruh warga Surabaya,” tutur Anis Sulistijorini, guru biologi di SMAK. St. Agnes.

Dengan adanya program Surabaya Eco School yang dihelat Tunas Hijau bersama pemerintah kota Surabaya dengan melibatkan sekolah-sekolah adalah suatu tindakan awal guna mewujudkan kota yang ramah lingkungan. Continue reading

Eco Teacher (Junior) of the Week Banu Atmoko; Wujudkan SMP PGRI 6 Bersih Tanpa ‘Pak Bon’

Banu Atmoko, guru SMP PGRI 6 Surabaya, Eco Teacher (Junior) of the Week

Setiap sekolah umumnya mempunyai satu atau lebih karyawan khusus yang bertugas sebagai petugas kebersihan. Seringkali petugas kebersihan ini merangkap sebagai sebagai pesuruh sekolah, petugas yang membunyikan bel sekolah, penjaga parkir, penjaga gerbang, penjaga sekolah dan berbagai tugas lainnya yang tidak bisa dipandang remeh. Begitu banyaknya, karyawan sekolah yang satu ini mempunyai nama istimewa, yaitu ‘Pak Bon’.

Di tangan Pak Bon inilah banyak pekerjaan sekolah yang tidak terkait secara langsung dapat terselesaikan. Tidak dapat dibayangkan, betapa repotnya bila sekolah tanpa Pak Bon. Continue reading

Eco Student (Junior) of the Week Xindy Imey Pratiwi; Rajin Olah Sampah Di SMPN 26

Xindy Imey Pratiwi, siswa SMPN 26, Eco Student of the Week

Pemilahan sampah bukan hanya pengetahuan bagi Xindy Imey Pratiwi, siswa anggota tim lingkungan hidup SMPN 26 Surabaya, Eco Student (Junior) of the Week ini. Perilaku ini bahkan dia terapkan dalam kehidupan sehari-hari sejak dia masih di sekolah dasar. Di SDN Kandangan I Surabaya, salah satu Sekolah Adiwiyata Nasional dari Surabaya, sekolah sebelumnya, dia bahkan dikenal cerewet dan tegas saat menjadi pelaksana program pengomposan sampah organik.

Tidak hanya tugas pengomposan sampah organik yang pernah didapat Imey. Continue reading