Pembibitan Sayuran Di SMP YPPI 2

Surabaya- Perubahan cukup kentara terlihat di SMP YPPI 2. Ketika tim pembinaan dan pemantauan Surabaya Eco School Tunas Hijau mengunjungi sekolah yang berada di kawasan Dharmahusada, Senin (7/11), terlihat semakin banyak tanaman dalam pot di sekolah itu. Disampaikan oleh Kusuma Diah Puspita, selaku guru pembina kader lingkungan SMP YPPI 2, bertambahnya tanaman yang ada karena aktifitas siswa.

“Selain tiap kelas sepakat membawa beberapa tanaman dalam pot ke sekolah dan dipelihara di sekolah, kelas 8 dan 9 telah mencoba melakukan pembibitan tanaman sayuran dan buah-buahan yang dibimbing guru biologi,” ujar Pipit, panggilan akrab Kusuma Diah Puspita, guru pengajar matematika yang menjadi pembina lingkungan hidup di SMP YPPI 2 ini.

Tanaman yang dibibitkan adalah sayuran jenis cabai dan terong. Selain itu tanaman buah sirsat juga turut terlihat di sela-sela tanaman sayur lainnya. Uniknya, pembibitan tersebut terletak di dalam gedung yang menjadi bagian taman indoor sekolah di lantai 3.

Diakui oleh Pipit, terbatasnya lahan yang dimiliki sekolah mendorong munculnya inovasi memanfaatkan lahan yang ada. “Saat ini kami fokus pembenahan di dalam gedung SMP, mengingat penggunaan lahan terbuka di halaman sekolah harus menunggu ijin yayasan karena merupakan milik bersama,” imbuh Pipit.

SMP YPPI 2 berada satu komplek dengan SD dan SMA, dimana ruang milik SMP hanya di lantai 3 dan setengah lantai 2 karena harus berbagi dengan sekolah lainnya. Lahan terbuka di halaman menjadi milik bersama, dimana pemanfaatannya harus seijin yayasan yang menaungi sekolah ini.

Keterbatasan itu tidak mengendurkan langkah kader lingkungan SMP YPPI 2. Beberapa aktifitas tetap dilakukan walau hanya terbatas di dalam gedung. “Seminggu lalu telah kami pasang poster dan slogan lingkungan karya siswa kelas 8 dan 9. Poster dan slogan tersebut kami pasang di lorong ruang kelas supaya dapat mengingatkan warga SMP YPPI 2 peduli lingkungan hidup,” ujar
Timothy Pranata kader lingkungan kelas 9.

“Selama Surabaya Eco School ini telah banyak program lingkungan hidup yang kami jalankan. Terakhir Sabtu lalu kami dengan beberapa siswa melakukan aksi kampanye selamatkan bumi dengan bersepeda guna mengurangi polusi udara. Lebih lanjut, acara bersepeda bersama ini akan rutin kami lakukan tiap minggu,” tambah Christopher Lisanthoni, siswa pelopor lingkungan hidup di sekolah.

Surabaya Eco School 2011 adalah program lingkungan hidup berkelanjutan untuk sekolah-sekolah di Surabaya. Program yang memadukan kompetisi, pembinaan dan pemantauan ini diselenggarakan oleh pemerintah kota Surabaya dan Tunas Hijau. Surabaya Eco School didukung oleh PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PDAM Surabaya, ASUS, PPS Teflon Paint Protection, PT. Dharma Lautan Utama dan Perum Jasa Tirta I. (don)