Walikota Surabaya Tanam Pohon Hutan SMKN 10

Walikota Surabaya Tri Rismaharini menanam pohon anyang-anyang

Surabaya- Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengikuti aksi tanam pohon yang digelar Tunas Hijau di SMK Negeri 10, Sabtu (3/12). Aksi tanam pohon realisasi hutan sekolah di SMK Negeri 10 itu merupakan salah satu aksi nyata dalam gebyar program lingkungan hidup Surabaya Eco School yang diselenggarakan oleh organisasi lingkungan hidup Tunas Hijau dan pemerintah kota Surabaya.

Dalam pengarahannya, Walikota Surabaya Tri Rismaharini menjelaskan peranan kondisi lingkungan hidup dalam membentuk karakter  yang tinggal di suatu kawasan. Risma mengatakan bahwa masyarakat yang tinggal di daerah yang suhunya panas dan sedikit pepohonan lebih cenderung mudah marah. “Bila Surabaya penuh dengan pepohonan dan taman, maka masyarakat Surabaya akan lebih bisa memgendalikan emosinya,” kata Risma yang disambut tepuk tangan seluruh warga SMK Negeri 10 yang berkumpul di kantin apung SMKN 10.

Lubang resapan biopori dibuat walikota Surabaya di SMKN 10

Pentingnya lingkungan hidup untuk menunjang proses belajar mengajar di sekolah juga ditekankan walikota perempuan pertama di Surabaya ini dalam pesan tertulisnya. “Saya bangga dengan guru-guru dan siswa-siswi SMK Negeri X. Perbaiki lingkungan sekolah kalian, karena akan mempengaruhi prestasi dan keberhasilan kalian,” tulis walikota Surabaya yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Bappeko Surabaya ini.

Pada aksi tanam pohon yang dilakukan di lahan kosong belakang sekolah, Risma menanam pohon anyang-anyang yang tinggi sudah mencapai tiga meter. Jenis pohon lainnya yang ditanam pada kegiatan itu adalah buni keraton, kenari, cassia daun lebar (cassia mangium), salam, waru daun maroon, spatodea, sukun, durian, matoa, rambutan binjau, tabebuia bunga pink dan leci. Total ada 55 pohon ditanam. Semuanya merupakan sumbangan PPS Teflon Paint Protection.

“Kami mendukung kegiatan tanam pohon hutan sekolah ini. Ini kegiatan nyata untuk mengurangi pemanasan global dan bisa mengurangi panas yang dirasakan di Surabaya,” kata Jerry Kaonang yang mengikuti penanaman pohon itu. Jerry adalah utusan PPS Teflon Paint Protection, perusahaan perlindungan cat mobil yang menyumbang 145 pohon besar untuk realisasi hutan sekolah di beberapa sekolah peserta program Surabaya Eco School.

Fashion show daur ulang sebelum tanam pohon

Selain penanaman pohon, pelepasan dua induk ikan juga dilakukan di SMK Negeri 10. Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surabaya Hidayat Syah masing-masing melepaskan satu induk ikan nila di kolam belakang sekolah. “Semoga kedua induk ikan itu segera bisa beranak banyak sehingga kolam ini penuh ikan,” kata Kepala SMKN 10 Tatik Kustini sesaat setelah pelepasan ikan.

Pembuatan lubang resapan biopori juga dilakukan Tri Rismaharini di SMK Negeri 10. Pembuatan lubang ini menindaklanjuti Gerakan Sejuta Lubang Resapan Untuk Surabaya #SurabayaEcoSchool yang telah diresmikan walikota Surabaya pada 20 Oktober 2011. Di SMK Negeri 10 ini, jumlah lubang resapan yang telah dibuat telah melebihi 200 lubang.

Surabaya Eco School 2011 adalah program lingkungan hidup berkelanjutan untuk sekolah-sekolah di Surabaya. Program yang memadukan kompetisi, pembinaan dan pemantauan ini diselenggarakan oleh pemerintah kota Surabaya dan Tunas Hijau. Surabaya Eco School didukung oleh PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PDAM Surabaya, ASUS, PPS Teflon Paint Protection, PT. Dharma Lautan Utama dan Perum Jasa Tirta I. (ron)

One thought on “Walikota Surabaya Tanam Pohon Hutan SMKN 10

  1. theyenk

    SURABAYA ECO SCHOOL memang the best, penghargaan setinggi – tingginya dari Negara Kesatuan Republik Indonesia seharusnya diberikan kepada KLUB TUNAS HIJAU karena telah mendidik dan ada perubahan ( bentuk nyata ) dari sekolah – sekolah di Surabaya yang telah dibimbingnya menjadi lebih baik, indah, rindang lingkungannya, warga sekolah menjadi Peduli lingkungan dan menjadikan sekolah – sekolah terus berprestasi. SALAM LESTARI

Comments are closed.