SMPN 15 Target Olah Air Limbah Domestik

Surabaya- 200 siswa, guru dan pengelola kantin SMPN 15 mengikuti pembekalan Surabaya Eco School 2012. Tidak hanya siswa yang bersemangat untuk berperan aktif dalam ajang ini, pengelola kantin juga ikut berpartisipasi. Pengelola kantin tidak kalah antusiasnya dengan murid dan guru, bersama-sama mereka bekerja sama ingin menciptakan sekolah ramah lingkungan hidup di SMPN 15. Beberapa pengelola kantin juga ikut bertanya bagaimana caranya agar kantin mereka lebih bersih dan sehat.

Selama pembekalan berlangsung, para siswa ini sangat aktif bertanya dan memberikan pendapat. Mereka telah menyiapkan kader–kader lingkungan khusus untuk keikutsertaannya dalam program Surabaya Eco School 2012 ini. Beberapa persiapan telah dilakukan oleh kader lingkungan dan guru pembimbing. “Program lingkungan hidup di sekolah kami sudah banyak, Kak. Kami ingin mengembangkan saja agar sekolah bisa lebih bersih dan hijau,” tutur Dimas, siswa kelas IX E.

Tahun 2012 ini kader lingkungan SMPN 15 akan fokus kepada sampah. Sampah dilihat sebagai permasalahan inti dari masalah lingkungan hidup di SMPN 15, sehingga perhatian akan lebih banyak tercurah untuk masalah sampah.

“Sampah-sampah yang ada akan kami kelola lagi, Kak, sehingga bisa lebih bermanfaat. Kami juga akan berusaha untuk mengolah limbah air yang dihasilkan di sekolah,” tutur Desta Anisa, siswa kelas VIII. Beberapa  produk sudah dihasilkan dari sampah plastik yang ada di sekolah. Barang-barang itu juga sudah dipajang di ruang ketrampilan. Baju plastik, tudung saji dan barang yang lainnya tertata rapi ruangan itu. Semuanya adalah hasil ketrampilan siswa untuk mengolah sampah plastik. Sekolah fokus kepada sampah plastik karena memang sampah inilah yang banyak dihasilkan warga SMPN 15.

Selain sampah, kader lingkungan dibantu oleh guru sedang berusaha untuk memecahkan masalah pengelolaan air limbah kamar mandi dan kantin. Masalah limbah air sedang disorot untuk program kader lingkungan. Selama ini air limbah kamar mandi dan kantin menggenang di beberapa sudut. Dengan mengelola limbah air, ada dua manfaat. Yaitu, sebagai program untuk kader lingkungan dan sebagai upaya sekolah untuk menghemat air. Hasil dari penyaringan limbah air tersebut akan digunakan untuk menyiran taman-taman yang ada di sekolah.

Sampah dan air adalah dua masalah yang saling berhubungan sehingga harus dipecahkan secara bersamaan di sekolah ini. “Siswa sudah mulai sadar untuk membuang sampah pada tempatnya dan beberapa anak juga membawa bekal dari rumah, makanya sekolah akan menambah proyek air untuk dipecahkan kader lingkungan. Semuanya butuh proses pembelajaran,” tutur Endang Agus, guru SMPN 15. (sari)