50 Persen Sampah Berkurang Di SDN Kaliasin III

Surabaya- Belum ada kabar terbaru menjadi sensasi tersendiri bagi SDN Kaliasin 3. Mereka tampak kebingungan saat mengetahui bahwa sekolah mereka masuk ke tahap 15 besar Surabaya Eco School. Kondisi tersebut telihat saat pembinaan Surabaya Eco School di sekolah ini, Selasa siang (20/11). Mereka sangat bersyukur karena usaha mereka tidak sia-sia. Mereka mengawali program dengan penanggulangan sampah plastik. 

Upaya pengurangan sampah plastik dengan penyediaan gelas yang bisa digunakan berulang kali di kelas-kelas

Melalui kebijakan dari Kepala SDN Kaliasin III Umitrah, mereka mampu mengurangi sampah plastik yang ada di sekolah dengan tempat makan sendiri. Hal tersebut disampaikan oleh Elvida Hanum, guru SDN Kaliasin III. “Program awal kami adalah penanggulangan sampah plastik dengan cara membawa tempat makan sendiri yang bisa digunakan berulang kali. Program ini wajib dari kepala sekolah,” tutur Elvida Hanum.

Menurut Elvida, perubahan signifikan benar-benar terlihat di SDN Kaliasin III. Mereka berhasil mengurangi volume sampah hingga 50 persen. “Biasanya 4 tong sampah kami terisi penuh dan bahkan tercecer dalam sehari. Setelah program bawa tempat sendiri berjalang, sekarang hanya menjadi 2 tempat sampah dan tidak tercecer,” lanjut Elvida Hanum.

SDN Kaliasin III juga punya program pendukung yaitu Serbu Sampah 5 Menit dengan terjadwal per kelas. Jadi sebelum mereka memasuki kelas, guru kelas mengerahkan siswa mereka memungut sampah sesuai jadwal kelas yang tertera. “Kami juga punya program Serbu Sampah yang terjadwal dan proses menuju bank sampah,” jelas Elvida lebih detail. Dia juga menambahkan selain bank sampah, mereka juga memanfaatkan sampah-sampah tersebut sebagai media karya. Salah satunya yang mereka kenakan saat penampilan lomba yel-yel lingkungan Surabaya Eco School beberapa hari yang lalu.

Selain itu, karya seni lukis dari dedaunan juga menjadi pilihan mereka. “Kami kemarin mengenakan karya daur ulang buatan kami sendiri untuk kostum. Untuk sampah daun di sini kami karyakan sebagai lukisan daun,” Ujar Elvida. Untuk tanaman, mereka juga sudah lebih menambahkan tanaman gantung walaupun masih sedikit. “Tanaman di sini juga masih sedikit jadi kami akan tambah melalui hasil bank sampah,” tambah Elvida.

Surabaya Eco School 2012 adalah program lingkungan hidup berkelanjutan untuk sekolah-sekolah di Surabaya dengan tema Wujudkan Pola Hidup Ekonomi Hijau Sekolah. Program yang memadukan kompetisi dan pembinaan ini diselenggarakan oleh Tunas Hijau, Pemerintah Kota Surabaya dan PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Surabaya Eco School didukung oleh PT. Dharma Lautan Utama dan PPS Teflon Paint Protection. (ali)