Hutan SDN Kedung Cowek I Mulai Tumbuh

Surabaya- Ukurannya kecil dan mungil, namun hutan sekolah di samping SDN Kedung Cowek I mulai terlihat hijau. Tanaman singkong yang ditanam oleh seluruh warga sekolah beberapa waktu lalu mulai tumbuh subur. Tidak hanya singkong, pisang sawo pun mulai terlihat buahnya. 

Di halaman sekolah depan, tanaman jambu dan pepaya juga mulai terlihat bergelantungan. Halaman yang kecil tidak menjadi masalah. Berbagai upaya dilakukan agar sekolah terlihat hijau dan asri. Kondisi ini nampak saat Tunas Hijau memantau perkembangan program Surabaya Eco School di sekolah ini, Kamis (29/11).

“Berbagai upaya (peduli lingkungan hidup) telah dilakukan sekolah. Sekolah kami memang pinggiran, tetapi kami berupaya keras agar sekolah ini menjadi sekolah yang lebih peduli terhadap lingkungan. Sekolah kami memang sengaja kami tanami tanaman yang produktif agar menghasilkan. Selain rindang juga ada manfaatnya,” tutur Cholifah, kepala SDN Kedung Cowek I.

Ditambahkan oleh Cholifah bahwa berbagai kebijakan sekolah telah dibuat untuk membiasakan anak-anak peduli lingkungan. Misalnya, JUMSIH atau Jumat Bersih, membuang sampah sesuai jenisnya atau terkena denda. “Bukan sembarang denda, tetapi apabila tidak membuang sampah sesuai  jenisnya maka, akan terkena denda membawa tanaman ke sekolah,” ujar Cholifah.

Cholifah mengaku bahwa program lingkungan beberapa hari terakhir kurang diperhatikan karena kesibukan belajar menjelang ujian akhir semester. Terlihat rumput liar yang tumbuh di sekeliling tanaman singkong, sawo dan melati. Hal ini kurang baik untuk tanaman tersebut. Melihat tanamannya diganggu oleh rumput liar, maka Mila, siswa SDN Kedung Cowek I dan kawan-kawannya segera membersihkannya. Tidak hanya mencabuti rumput liar, Mila juga menyiram tanaman-tanaman tersebut.

Hutan sekolah menjadi kebanggaan tersendiri untuk siswa, karena merekalah yang telah menanam dengan susah payah. “Hutan ini kami tanam bersama-sama. Tanamannya juga kami yang membawa dari rumah, jadi kami tidak mau kalau tanamanini sampai mati sia-sia. Ada jadwal piket untuk merawat tanaman ini. selain itu juga jadwal untuk memilah sampah dan menguras kolam lele”. Tutur mila siswa kelas V.

Surabaya Eco School 2012 adalah program lingkungan hidup berkelanjutan untuk sekolah-sekolah di Surabaya dengan tema Wujudkan Pola Hidup Ekonomi Hijau Sekolah. Program yang memadukan kompetisi dan pembinaan ini diselenggarakan oleh Tunas Hijau, Pemerintah Kota Surabaya dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Surabaya Eco School didukung oleh PT. Dharma Lautan Utama dan PPS Teflon Paint Protection.(sari)