Rencana Bazar Daur Ulang SDN Pagesangan 426

Siswa tim Surabaya Eco School SDN Pagesangan 426 mengisi lubang resapan dengan sampah organik

Surabaya- SDN Pagesangan 426 tidak ingin kehilangan momen untuk meningkatkan kepedulian lingkungan hidup warganya. Terlebih pasca workshop kedua Surabaya Eco School yang mereka ikuti di gedung kesenian SMAN 16, Rosinah Rukmini guru lingkungan hidup segera merencanakan untuk membuat lubang resapan biopori di lingkungan sekolah Sabtu depan. Hal tersebut disampaikan kepada Tunas Hijau saat pembinaan lingkungan hidup Surabaya Eco School di sekolahnya, Kamis (29/11).

“Sabtu ini kami mau mengadakan kegiatan membuat lubang resapan biopori dengan menggerakkan semua warga sekolah. Namun tidak hanya membuat lubang biopori saja, kegiatan lain yang rutin kami laksanakan setiap Sabtu adalah memberikan pelatihan daur ulang sampah plastik kepada siswa,” terang Rosinah.

Bersama dengan 8 orang siswa yang tergabung dalam tim inti Surabaya Eco School, Rosinah pun berniat merealisasikan lubang resapan biopori hanya untuk mencontohkan kepada siswanya. Dengan dibantu Rudi Haryono, mereka segera mencari lokasi yang tepat untuk dibuat lubang resapan biopori. “Sebaiknya diutamakan mencari tempat di saluran air hujan, atau di tempat-tempat yang sering tergenang air jika hujan turun,” terang Anggriyan aktivis Tunas Hijau.

Dengan cekatan, kedelapan kader lingkungan inipun secara bergantian memutar alat bor biopori searah jarum jam guna memperdalam lubang bioporinya. Uniknya, kedelapan orang siswa kader lingkungan ini adalah putri atau cewek. “Kalian memang istimewa, seharusnya hal seperti ini tugasnya laki-laki tapi kalian bisa melakukannya. Hebat,” sanjung Anggriyan yang juga direktur Surabaya Eco School 2012.

Tidak hanya biopori saja yang direncanakan segera dilakukan dalam kurun waktu satu minggu kedepan. Program lingkungan lain seperti pengomposan dengan menggunakan keranjang komposter dan aerob, serta daur ulang sampah kertas dan plastik pun digalakkan dalam minggu depan sebelum mmenghadapi ujian akhir semester. “Sebelum ujian akhir semester, kami ingin melakukan kegiatan lingkungan yang unik di sekolah,” ujar Silvia Putri siswa kelas 5 yang juga mendapatkan predikat Eco Student of the Week ini.

Lebih lanjut lagi, disampaikan oleh Putri Chandra bahwa kader lingkungan ingin mengadakan bazar daur ulang. “Kami berencana untuk mengadakan bazar daur ulang yang nanti beragam kerajinan daur ulang tersebut nanti berasal dari tim kader lingkungan yang buat, kemudian dijual kepada siswa yang lain. Hasilnya akan kami belikan tanaman, pupuk dan peralatan kebersihan yang kurang di setiap kelasnya,” jelas Putri Chandra siswa kelas 5.

Surabaya Eco School 2012 adalah program lingkungan hidup berkelanjutan untuk sekolah-sekolah di Surabaya dengan tema Wujudkan Pola Hidup Ekonomi Hijau Sekolah. Program yang memadukan kompetisi dan pembinaan ini diselenggarakan oleh Tunas Hijau, Pemerintah Kota Surabaya dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Surabaya Eco School didukung oleh PT. Dharma Lautan Utama dan PPS Teflon Paint Protection. (ryan)