SDN Rungkut Menanggal I Tingkatkan Kualitas Program LH

Surabaya- Peningkatan mutu program lingkungan hidup untuk bersaing dengan 14 sekolah dasar yang lainnya pada Tahap 45 Besar diusung SDN Rungkut Menanggal I. Kondisi tersebut diutarakan oleh Arif Dwi Susanto, guru lingkungan hidup SDN Rungkut Menanggal I saat pembinaan Surabaya Eco School 2012, Kamis pagi (22/11). 

“Kami senang karena masuk ke dalam 15 sekolah terbaik Surabaya Eco School 2012. Jadi mulai saat ini kami akan meningkatkan kualitas program lingkungan hidup sekolah kami,” tutur Arif. Dia juga menambahkan bahwa Hal tersebut menjadi pelecut semangat seluruh warga sekolah.

Untuk mengawali perjalanan mereka pada Tahap 45 Besar, mereka akan mereview program lingkungan hidup yang sudah dijalankan. “Agar mendapat hasil yang lebih maksimal,” ujar Arif Dwi Susanto.

Tidak hanya itu, dukungan dari warga sekolah juga sudah didapatkan sekolah yang pernah mendapatkan penghargaan tingkat emas pada program Energy Challenge yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan US State Department 2012 ini. “Semua guru sudah peduli untuk menjalankan program lingkungan hidup, maka semua program di sini berjalan dengan maksimal,” terang Arif.

Arif juga mengungkapkan bahwa dukungan tersebut berdampak pada berkurangnya volume sampah yang dulunya menjadi masalah yang krusial di sekolah. “Sudah sekitar 50 persen sampah yang dihasilkan di sini berkurang. Semuanya berkat dukungan warga sekolah termasuk kantin,” ucap pria yang biasa menjadi tumpuan program SDN Rungkut Menanggal I.

Untuk mewujudkan pola hidup ekonomi hijau, mereka mengupayakan sosialisasi untuk penanaman pohon agar udara bersih dapat menjaga kesehatan. “Kita hidup di perkotaan, jadi kita berpola ekonomi hijau dengan menanam banyak tanaman untuk menjaga kesehatan kita juga,” ungkap Arif. Mereka juga memiliki keunggulan tersendiri terkait dengan program yang sudah dilaksanakan.

Mereka unggul di pemilahan dan dan pengolahan sampah yang sudah berjalan maksimal. Lubang resapan biopori dan pengomposan model Sumokuro di sekolah ini telah banyak menghasilkan kompos yang bisa digunakan. Terlebih lagi bank sampah mereka sudah sekitar 50 persen seperti bank.

“Untuk sampah kami sudah memilah dan bank sampah sudah berjalan dengan baik. Biopori dan Sumokuro juga sudah berjalan,” lanjutnya. Dia berharap agar SDN Rungkut Menanggal I bebas dari sampah, khususnya sampah plastik. “Harapannya lebih bisa meminimalkan sampah plastik agar tidak lagi ditemukan di sekolah ini,” harapnya.

Surabaya Eco School 2012 adalah program lingkungan hidup berkelanjutan untuk sekolah-sekolah di Surabaya dengan tema Wujudkan Pola Hidup Ekonomi Hijau Sekolah. Program yang memadukan kompetisi dan pembinaan ini diselenggarakan oleh Tunas Hijau, Pemerintah Kota Surabaya dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Surabaya Eco School didukung oleh PT. Dharma Lautan Utama dan PPS Teflon Paint Protection. (ali)