Anaryati, Kepala SDN Bibis 113 Peraih Eco Headmaster (Elementary) of the Year 2012

Kepala SDN Bibis 113 Surabaya Anaryati, peraih penghargaan Eco Headmaster (Elementary) of the Year 2012

Belum genap satu tahun berada di sekolah yang baru, Kepala SDN Bibis 113 Surabaya Anaryati sudah menunjukkan keseriusan dalam mengelola lingkungan hidup di sekolahnya. Salah satu gerak cepat yang dilakukan Anaryati untuk mengubah tatanan kondisi lingkungan di sekolahnya diantaranya dengan mengaktifkan green house yang sudah lama tidak difungsikan.

Selain itu, Anaryati juga menyediakan sarana lingkungan berupa tempat sampah terpilah. Menurutnya, sebelum Anaryati menjadi kepala SDN Bibis 113, kondisi sekolahnya banyak sampah berserakan karena kurangnya jumlah tempat sampah yang ada di setiap kelas,” ujar Anaryati.

Tidak cukup hanya menambah jumlah tempat sampah, Anaryati yang mantan guru SDN Kandangan II ini bergerak cepat melakukan penghijauan di sekolah. Dengan dimulai dari diri sendiri, Anaryati menanam tanaman palem yang dibawa dari rumah. ”Untuk mengajak guru-guru peduli lingkungan harus diberi contoh terlebih dahulu, baru kemudian mereka mau melakukan dan akhirnya menjadi kebiasaan,” tutur Anaryati.

Teladan yang ditunjukkan Anaryati membuat sekolah yang berada di kawasan Tandes ini, memiliki banyak tanaman palem dan memutuskan tanaman palem sebagai maskot lingkungan sekolah. ”Karena tanaman palem ini banyak sekali biji-bijiannya yang jatuh, maka kami membibit dan membudidayakannya,” imbuh Anaryati.

Kantin sekolah bebas sampah plastik menjadi salah satu kebijakan lingkungan yang sudah dibuat Anaryati. Sebelumnya, Anaryati melakukan sosialisasi kepada penjual kantin terkait kebijakan tersebut. Anaryati juga membuat kebijakan dan menghimbau kepada seluruh siswa agar membawa tempat makan dan minum sendiri dari rumah yang bisa digunakan berulang kali. ”Penjual kantin sekarang tidak lagi menggunakan pembungkus makanan dari plastik, tetapi mereka menyediakan piring dan gelas yang bisa digunakan berulang kali,” ujar Anaryati.

Kebijakan lainnya adalah operasi semut dan Jumat bersih yang menjadi pembiasaan lingkungan di sekolah. Tidak hanya itu, melihat 8 keranjang komposter yang masih baru, Anaryati mengajak guru dan siswa untuk mengolah keranjang komposter pemberian dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya. Dari kedelapan keranjang komposter, sedikitnya 2 keranjang sudah pernah panen kompos.

Laskar anti sampah SDN Bibis 113 Surabaya yang memanfaatkan yel-yel lingkungan hidup untuk mengajak warga sekolah peduli lingkungan

Kebijakan selanjutnya adalah membentuk laskar anti sampah dan polisi lingkungan di sekolah. “Kalau polisi lingkungan setiap kali ada siswa yang membuang sampah sembarangan, akan diberi sanksi dari sekolah,” tutur Anaryati. Setelah meraih penghargaan sebagai Eco Headmaster of the Year 2012 kategori SD, Anaryati ingin merealisasikan taman di depan sekolah dengan memanfaatkan bis-bisan tempat sampah yang sudah dibongkar.

Surabaya Eco School 2012 adalah program lingkungan hidup berkelanjutan untuk sekolah-sekolah di Surabaya dengan tema Wujudkan Pola Hidup Ekonomi Hijau Sekolah. Program yang memadukan kompetisi dan pembinaan ini diselenggarakan oleh Tunas Hijau, Pemerintah Kota Surabaya dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Surabaya Eco School didukung oleh PT. Dharma Lautan Utama, PPS Teflon Paint Protection dan Bank Jatim. (ron)