SDN Rungkut Menanggal I Akan Terus Tambah Biopori

Jawara Surabaya Eco School 2012 Kategori SD

Surabaya- Budidaya tanaman okra dan pembuatan batik lingkungan hidup menjadi ciri khas SDN Rungkut Menanggal I, juara pertama Surabaya Eco School 2012. Tidak hanya itu, lubang resapan biopori pun menjadi salah satu senjata andalan untuk bisa meraih predikat sebagai sekolah terbaik ini. Disampaikan oleh Arif Dwi Susanto, guru SDN Rungkut Menanggal I, bahwa pembuatan lubang biopori di sekolahnya menjadi  satu senjata untuk merubah perilaku pembiasaan warga sekolah.

Siswa dan guru SDN Rungkut Menanggal I Surabaya memanfaatkan kompos dari lubang resapan biopori untuk memupuk tanaman di sekolah

“Dengan adanya lubang resapan biopori ini, sekolah tidak lagi kebanjiran seperti tahun-tahun sebelumnya saat belum ada biopori. Yang terpenting adalah dengan adanya biopori, siswa-siswa dengan sendirinya mulai mengisi lubang biopori tersebut dengan sampah organik tanpa diminta,” ujar Arif Dwi, kepada Tunas Hijau saat pembinaan pemantauan pasca Surabaya Eco School 2012, Selasa (9/1).

Lebih lanjut, peraih predikat Eco Teacher of The Year 2012 kategori SD ini menyampaikan bahwa ada perubahan sikap dari warga sekolah setelah sekolah mereka berhasil menyabet gelar sekolah terbaik. Salah satu perubahannya adalah mereka lebih bersemangat lagi dalam menjalankan piket lingkungan setiap harinya.

”Tanpa disuruh, mereka pun dengan penuh semangat sudah melakukan tugasnya masing-masing sesuai pembagian jadwal piket. Mereka lebih bersemangat untuk memasukkan sampah organik ke dalam sumokura dan biopori,” terang Arif Dwi. Sementara itu, uang pembinaan sebagai hadiah sekolah terbaik digunakan untuk perawatan tanaman. ”Uangnya kami belikan tanah taman dan tanaman untuk memperindah bagian depan sekolah,” imbuhnya.

Pengisian lubang resapan biopori dengan sampah organik dan pemanenan menjadi kegiatan berkala yang dilakukan di SDN Rungkut Menanggal I Surabaya, jawara Surabaya Eco School 2012 kategori SD

Penambahan lubang resapan biopori menjadi rencana kegiatan selanjutnya yang akan segera direalisasikan. Sebanyak 30 lubang biopori setiap Jumat menjadi target yang harus dipenuhi SDN Rungkut Menanggal I. Lubang biopori dinilai sangat berfungsi dalam menyerap genangan air ketika hujan turun.

”Sekolah kami tidak akan banjir lagi karena ada biopori dalam jumlah banyak,” ujar Ari Wahyu, guru pembina lingkungan SDN Rungkut Menanggal I yang lain. Tidak hanya warga sekolah, keterlibatan orang tua siswa menjadi bagian dari kemenangan sekolah yang juga peraih penghargaan level Emas pada Energy Challenge 2012 atau gerakan penghematan energi ini.

Disampaikan oleh Arif Dwi bahwa orang tua siswa merasa bangga bisa menjadi bagian kemenangan sekolah dan akan mendukung secara penuh kegiatan anaknya di sekolah. “Orang tua siswa siap mendukung kegiatan lingkungan di sekolah, terlebih anaknya terlibat langsung. Mereka juga menyanggupi untuk menyumbang tanaman untuk sekolah,” ucap Arif Dwi Susanto, guru kelas 4 ini.

Selain penambahan biopori, beberapa rencana pasca juara juga dijabarkan oleh Arif Dwi. Diantaranya adalah praktek membuat batik bertemakan lingkungan sekolah atau kegiatan lingkungan di sekolah, membuat produk olahan dari tanaman okra yag sebelumnya dipakai untuk sayur dan membuat komunitas siswa peduli lingkungan.

Angelic Gladys dan teman-teman kader lingkungan yang lainnya pun merasa senang bisa menjadi sekolah juara. Mereka merasa perjuangan mereka untuk menjadikan lingkungan sekolah lebih indah tidak sia-sia. Mereka berencana untuk membuat buku diary lingkungan sekolah, membentuk komunitas peduli lingkungan dan membuat hutan rambat mini.

Khusus untuk hutan rambat mini ini, mereka ingin sekolahnya memiliki tanaman rambat yang juga bisa digunakan sebagai tempat berteduh. ”Kami berencana mengajak guru terbaik di sekolah kami untuk mewujudkan keinginan kami tersebut. Kami ingin menanam markisa. Selain teduh, cepat tumbuh merambatnya dan buahnya bisa diolah kembali,” ujar Angelic Gladys, siswa kelas 4.

Surabaya Eco School 2012 adalah program lingkungan hidup berkelanjutan untuk sekolah-sekolah di Surabaya dengan tema Wujudkan Pola Hidup Ekonomi Hijau Sekolah. Program yang memadukan kompetisi dan pembinaan ini diselenggarakan oleh Tunas Hijau, Pemerintah Kota Surabaya dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Surabaya Eco School didukung oleh PT. Dharma Lautan Utama, PPS Teflon Paint Protection dan Bank Jatim. (ryan)