Siti Laila, Kepala SMAN 21 Surabaya Peraih Eco Headmaster (Senior) of the Year 2012

Kepala SMAN 21 Surabaya Siti Laila, peraih penghargaan Eco Headmaster (Senior) of the Year 2012, dengan inovasi pengolahan air limbah dan inovasi pengolahan air asin di sekolahnya

Setiap harinya, tepat pukul 06.15 WIB, Kepala SMAN 21 Surabaya Siti Laila, datang ke sekolah. Tanpa masuk ruangan kerjanya, Siti Laila selalu mengelilingi lingkungan sekolah untuk mengecek sampah yang berserakan di sekolah. “Setiap hari saya selalu memantau volume sampah yang dihasilkan warga sekolah dan syukurlah dari hari ke hari, volume sampah di sekolah bisa berkurang,” ujar Siti Laila, paraih penghargaan Eco Headmaster of the Year 2012 kategori SMA/SMK.

Tidak hanya mengecek kondisi lingkungan dan sampah yang dihasilkan, kadang Siti Laila tanpa segan memunguti sampah yang ada di sekolah. ”Saya mau memberi contoh kepada anak-anak bahwa kepala sekolah juga peduli lingkungan. Berarti warga sekolahnya juga harus lebih peduli lingkungan,” ujar Siti Laila.

Siti Laila (paling kanan) bersama siswa dan guru sekolah Jepang saat berkunjung ke SMAN 21 Surabaya

Setelah jam istirahat,  mantan kepala SMAN 18 ini secara rutin mengelilingi sekolah untuk mengecek volume sampah yang dihasilkan oleh warga sekolahnya sambil mengecek sampah yang dibuang berceceran. Siti Laila juga mengingatkan siswanya yang sedang makan untuk melakukan pemilahan sampah seusai makan.

“Setiap hari saya mengingatkan siswa agar sampahnya diolah dengan dipisahkan dan yang masih ada sisanya dibuat kompos di keranjang komposter,” jelas Siti Laila. Hal tersebut dilakukan karena untuk peduli lingkungan harus diberikan contoh dari diri sendiri dulu, lalu kemudian berpindah ke orang lain. “Saya berharap dengan apa yang saya lakukan membuat warga sekolah ini lebih peduli lingkungan,” imbuh Siti Laila.

Pengembangan media pembelajaran lingkungan terus dilakukan oleh Siti Laila, diantaranya denga wirausaha dengan menggali potensi lingkungan yang ada di sekolah tersebut. Salah satunya yang direalisasikan Siti Laila adalah pembuatan telur asin dan kantin ramah lingkungan yang diberi nama “Cafe Ramli”.

Siti Laila mengatakan bahwa siswa SMAN 21 tidak boleh hanya mengetahui teori tentang lingkungan hidup saja, mereka harus diimbangi dengan pembekalan wira usaha yang mengarah pada lingkungan. “Wirausaha memang perlu diberikan kepada siswa, tetapi saya menghendaki wirausaha lingkungan, artinya dari lingkungan untuk lingkungan hasilnya. Kami sudah mencobanya dengan berwirausaha menjual telor asin, minuman nata de aloe dan cafe ramli,” terang Siti Laila.

Banyaknya sarana pembelajaran lingkungan seperti hutan sekolah, green house, kolam ikan Lele, IPAL (instalasi pengolahan air limbah) dan IPAA (instalasi pengolahan air asin) adalah wujud kebijakan yang diterapkan di sekolah yang terletak di Jalan Argopuro ini.

Sementara itu, program tahan sampah dan urban farming masih menjadi program lingkungan unggulan yang dilakukan secara berkala setiap kelas. Khusus untuk urban farming, tanaman cabai, terong dan kacang tanah sudah pernah panen. Hasil panen tersebut bahkan pernah dilelang kepada guru untuk hasilnya dibuat mendukung program lingkungan hidup lainnya.

Surabaya Eco School 2012 adalah program lingkungan hidup berkelanjutan untuk sekolah-sekolah di Surabaya dengan tema Wujudkan Pola Hidup Ekonomi Hijau Sekolah. Program yang memadukan kompetisi dan pembinaan ini diselenggarakan oleh Tunas Hijau, Pemerintah Kota Surabaya dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Surabaya Eco School didukung oleh PT. Dharma Lautan Utama, PPS Teflon Paint Protection dan Bank Jatim. (ryan)