SMKN 10 Kembangkan Jus Binahong Dan Budidaya Anggrek Gantung

Jawara Surabaya Eco School 2012 kategori SMA/SMK

Surabaya- Menerapkan pola ekonomi ke dalam kegiatan lingkungan hidup membawa dampak besar bagi SMK Negeri 10 dalam perhelatan Surabaya Eco School 2012. Dampak besar tersebut adalah terpilihnya sekolah kejuruan tersebut menjadi sekolah jawara Surabaya Eco School 2012 kategori SMA/SMK. Sekolah yang notabene berbasis ekonomi ini benar-benar serius memaknai tema ekonomi hijau pada Surabaya Eco School 2012 ini. 

Urban farming tanaman sawi di SMKN 10 Surabaya

Hal ini dibuktikan dengan adanya konsistensi pada program lingkungan bank sampah dan urban farming. Disampaikan oleh Elisabeth Andrianingtias, guru pembina lingkungan SMKN 10, bahwa setiap harinya siswa selalu mengumpulkan sampah kering layak jual kepada petugas bank sampah. Untuk urban farming juga rutin setiap satu bulan sekali panen raya hasil kebun seperti sawi, bayam dan cabai.

“Kami mengajarkan kepada siswa untuk bisa memanfaatkan kegiatan lingkungan menjadi lahan bisnis mereka sebagai media pembelajaran,” ujar Elisabeth. Mendapatkan predikat juara kategori SMA/SMK Surabaya Eco School 2012 membawa dampak nyata terhadap perubahan sikap warga sekolah. Diantara contohnya adalah setiap kelas sudah mulai tertarik untuk mengelola potensi lingkungan yang ada di sekolah.

“Mereka menawarkan diri untuk mengelola lingkungan sekolah atau sekedar memberikan kontribusi sesuai dengan jurusannya. Ada yang akan membuat film dokumenter lingkungan, ada yang menawarkan diri mengelola kolam ikan sekolah dan ada juga yang menawarkan diri untuk memasarkan produk olahan sekolah kepada masyarakat luar,” imbuh Elisabeth, guru peraih penghargaan Eco Teacher (Senior) of the Year 2012 ini.

Kemenangan tidak hanya dirasakan oleh kader lingkungan dan beberapa guru pembina lingkungan saja, melainkan tim yel-yel yang berhasil menjadi 5 besar yel-yel terbaik. Menurut Choirul Anam, salah satu siswa kader lingkungan, pada hari pertama masuk sekolah, kepala sekolah sudah mengumumkan  kalau sekolah menjadi juara pertama Surabaya Eco School 2012.

Tanaman cabai adalah salah satu jenis tanaman urban farming di SMKN 10 Surabaya

”Warga sekolah pun teriak bersuka cita dan bangga atas prestasi yang diraih sekolah mereka. Kepala sekolah lalu mengajak mereka berkomitmen untuk peduli terhadap lingkungan dan mengajak mereka untuk berkontribusi dalam hal lingkungan di sekolah sesuai jurusannya,” ujar Choirul Anam bercerita kepada Tunas Hijau.

Jus binahong menjadi rencana program lingkungan yang akan mereka sosialisasikan kepada warga sekitar sekolah. Disampaikan oleh Elisabeth bahwa untuk saat ini kader lingkungan masih mengolah dan mencari resep untuk olahan binahongnya agar bisa dikonsumsi oleh warga sekolah. ”Kedepan kami akan mengolah binahong ini agar menjadi olahan produk yang bisa dinikmati oleh semua orang. Karena binahong ini juga bisa menjadi obat alami bagi mereka,” ucap Elisabeth.

Mereka juga berencana menjalankan program baru yakni budidaya anggrek gantung di setiap kelas. ”Setiap kelas harus memiliki anggrek gantung, meskipun kelasnya moving, tetapi perawatannya diserahkan kepada siswa yang menempati kelas tersebut,” imbuh Elisabeth.

Surabaya Eco School 2012 adalah program lingkungan hidup berkelanjutan untuk sekolah-sekolah di Surabaya dengan tema Wujudkan Pola Hidup Ekonomi Hijau Sekolah. Program yang memadukan kompetisi dan pembinaan ini diselenggarakan oleh Tunas Hijau, Pemerintah Kota Surabaya dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Surabaya Eco School didukung oleh PT. Dharma Lautan Utama, PPS Teflon Paint Protection dan Bank Jatim. (ryan)