SMPN 28 Akan Terus Kembangkan Olahan Jamur

Jawara Surabaya Eco School 2012 kategori SMP

Surabaya- Dibalik kesuksesan meraih predikat sekolah terbaik tingkat SMP dalam Surabaya Eco School 2012, terselip satu jurus jitu yang diterapkan SMPN 28 selama berlangsungnya program yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau, Pemerintah Kota Surabaya dan PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk dengan didukung oleh PT. Dharma Lautan Utama, PPS Teflon Paint Protection dan Bank Jatim ini. 

Tim eco school SMPN 28 Surabaya menunjukkan peta hijau sekolah yang telah mereka buat

Jurus jitu tersebut adalah konsistensi. Hal tersebut disampaikan Diamah, guru pembina lingkungan sekolah terbaik ini. ”Banyak sekolah yang mampu melakukan banyak kegiatan lingkungan, tetapi banyak pula dari mereka yang hanya mampu sekali kegiatan kemudian berhenti. Hal tersebut berbeda dengan sekolah ini, yang konsisten selalu ada kegiatan lingkungan setiap minggu dan setiap bulannya,” terang Diamah kepada Tunas Hijau saat melakukan pemantauan Awarding Surabaya Eco School 2012, Selasa (8/1).

Selain konsitensi, kegiatan pembiasaan lingkungan menjadi jurus jitu berikutnya dalam membentuk kebiasaan warga sekolah. Peran kepala sekolah dan guru pembina lingkungan menjadi motivator bagi warga sekolah juga penting untuk bisa meraih gelar juara tersebut. Khusus bagi kepala sekolah, Sumarlan juga mendapat predikat sebagai Eco Headmaster (Junior) of the Year 2012.

Sumarlan menjadi sosok penting berhasilnya sekolah yang berada di kawasan Lidah Wetan ini menyabet juara pertama. Kebijakan-kebijakan yang dibuat kepala sekolah, menurut Diamah, selalu kebijakan yang mengarah kepada lingkungan. Diantara contohnya adalah uang hadiah Eco Headmaster (Junior) of the Year 2012 dihibahkan ke sekolah untuk digunakan membuat rumah kompos.

“Kepala sekolah kami memiliki jurus yang tidak dimiliki sekolah yang lain, yakni konsistensi, mau berkorban dan pecutan motivasi yang besar bagi warga sekolah dalam peduli lingkungan,” ujar Diamah kepada Tunas Hijau. Sebagai langkah awal pasca menjadi juara Surabaya Eco School, sekolah yang memiliki hutan buah ini berencana untuk membudidayakan tanaman anggrek di sekolah.

Ana Sumarnah bersama tim eco school SMPN 28 mengatur letak tanaman di dalam green house sekolah

“Hari Jumat ini kami membuat kegiatan untuk setiap kelas membawa tanaman anggrek dan ditempelkan langsung di taman kelasnya masing-masing. Satu kelas boleh membawa lebih dari satu tanaman anggrek,” terang Diamah menjelaskan teknis pelaksanaan kegiatan tersebut.  Penambahan jumlah jamur pun dilakukan oleh sekolah, mengingat semakin tingginya minat warga sekolah untuk mengonsumsi olahan jamur khas sekolah dalam bentuk es krim dan nugget jamur.

“Es krim dan nugget jamur juga sudah kami sosialisasikan keluar sekolah dan setiap 2 minggu sekali kami produksi jamur untuk dijual dengan dititipkan kepada kantin sekolah dan koperasi sekolah. Bahkan setiap kali tamu sekolah yang datang kami suguhi olahan sehat ini,” ujar Diamah, yang pernah meraih penghargaan sebagai Guru Terbaik Energy Challenge 2012 kategori SMP ini.

Sementara itu, ekspresi suka cita tumpah dalam upacara bendera yag dilaksanakan Senin (7/1). Pasalnya, dalam upacara tersebut kepala sekolah mengumumkan kemenangan sekolahnya menjadi sekolah terbaik Surabaya Eco School dengan membawa 9 piala dan predikat tambahan Eco Headmaster (Junior) of The Year 2012 atas keteladanan Sumarlan.

Lebih lanjut, kader lingkungan dan guru pembina lingkungan sekolah ini akan tetap melanjukan tradisi konsisten mereka dengan melakukan kegiatan setiap berkala. ”Kami akan rutin kegiatan setiap hari dan setiap pekannya, dengan tetap membuat kegiatan lingkungan untuk peringatan hari-hari lingkungan hidup. Selain itu, kami juga akan menambah jenis inovasi olahan jamurnya,” terang Ana Sumarnah guru pembina lingkungan lainnya. (ryan)