Sumarlan, Kepala SMPN 28, Peraih Eco Headmaster (Junior) of the Year 2012

Kepala SMPN 28 Surabaya Sumarlan, peraih penghargaan Eco Headmaster (Junior) of the Year 2012

Keputusan Sumarlan, kepala SMPN 28 Surabaya peraih penghargaan Eco Headmaster of the Year 2012 kategori SMP, untuk merealisasikan program rumah jamur sangat tepat. Melalui tangan terampil duet guru lingkungan hidup Diamah dan Anna Sumarnah, jamur tiram yang sudah panen dari rumah jamurnya diolah menjadi jajanan yang disukai banyak orang, yakni es krim jamur dan nugget jamur.

Disampaikan oleh Sumarlan bahwa dirinya sebagai kepala sekolah yang berada di daerah Lidah Wetan ini hanya berbasis lingkungan hidup saja. ”Saya ingin sekolah ini selain berbasis lingkungan juga berbasis wirausaha yang memanfaatkan olahan produk lokal sekolah seperti jamur dan tanaman berkhasiat obat. Sebab itu saya langsung membangun rumah jamur,” tutur Sumarlan.

Predikat jawara Surabaya Eco School 2012 yang diraih sekolah yang memiliki banyak media pembelajaran, seperti green house dan rumah jamur ini adalah hasil kerja keras warga sekolah. Namun, di balik layar adalah Sumarlan yang tanpa lelah memotivasi warga sekolahnya, terutama Diamah dan Anna Sumarnah yang langsung berhadapan dengan siswa.

Di mata Anna Sumarnah dan Diamah, Sumarlan bisa dibilang sebagai “dedengkot” lingkungan hidup di sekolah. “Banyak program lingkungan yang sudah berjalan mulai dari pembiasaan sampai pada perubahan wujud. Seperti bank sampah, hutan buah, green house dan rumah jamur merupakan hasil kebijakan Pak Sumarlan. Tanpa kebijakan Pak Marlan, kami tidak bisa mewujudkan semua itu,” jelas Anna Sumarnah.

Sudah 2 tahun Sumarlan memimpin sekolah yang memiliki maskot tanaman puring ini. Banyak program lingkungan yang direalisasikan tidak hanya mengandalkan eksklusifitas kader lingkungan saja. Setiap kegiatan dan program, Sumarlan bisa menggerakkan warga sekolahnya secara massal untuk merealisasikan program tersebut.

Sumarlan (jongkok), bersama beberapa guru SMPN 28 Surabaya dan Direktur Japan Art Mile Atsuko Shiwaku menanam pohon di hutan sekolahnya

“Saya ingin sekolah yang saya pimpin ini warganya  benar-benar peduli lingkungan, bukan hanya sekedar predikat sekolah saja yang berbasis lingkungan,” ujar Sumarlan, mantan kepala SMPN 16. Gerakan yang dilakukan secara massal adalah gerakan penghematan energi listrik di sekolah, gerakan operasi semut dan pembuatan keterampilan dari sampah.

Tidak segan-segan, Sumarlan juga terlibat langsung di lapangan untuk melakukan kegiatan lingkungan yang juga dilakukan oleh warga sekolahnya. Diantaranya memungut sampah, menanam pohon sampai mengecek kondisi ruangan untuk penghematan energi listrik.

Untuk merealisasikan program lingkungan hidup sekolah yang baru yakni olahan produk dari jamur, berupa es krim jamur dan nugget jamur, setiap tamu sekolah yang berkunjung akan diberikan es krim dan nugget jamur sebagai oleh-olehnya.

Tidak hanya itu, hasil keuntungan menjual produk olahan es krim dan nugget tersebut digunakan lagi untuk mendanai program lingkungan sekolah. ”Kami coba untuk membuat kegiatan baru yang didanai dari jualan ini, jadi dari lingkungan untuk lingkungan,” terang Sumarlan.

Surabaya Eco School 2012 adalah program lingkungan hidup berkelanjutan untuk sekolah-sekolah di Surabaya dengan tema Wujudkan Pola Hidup Ekonomi Hijau Sekolah. Program yang memadukan kompetisi dan pembinaan ini diselenggarakan oleh Tunas Hijau, Pemerintah Kota Surabaya dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Surabaya Eco School didukung oleh PT. Dharma Lautan Utama, PPS Teflon Paint Protection dan Bank Jatim. (ryan)