SDN Karah III Siap Sosialisasikan Tema SES 2013 Konservasi Air ke Warga Sekolah

SURABAYA – Konservasi Air di Sekolah menjadi tema Surabaya Eco School 2013 yang memberikan warna beda dalam setiap kegiatan lingkungan di sekolah. Salah satunya seperti yang dialami oleh SDN Karah III yang berkesempatan mendapatkan pembinaan lingkungan pra Eco Schol di sekolahnya, Rabu (31/07).

Sekolah yang berada di jalan Karah tersebut berkomitmen akan memulai melakukan kegiatan konservasi air di lingkungan sekolah. Semacam memperbanyak pembuatan lubang resapan, sosialisasi penghematan air, dan penanaman pohon. “Semua warga sekolah siap untuk dilibatkan dalam realisasi rencana tersebut,” terang Dion, pembina lingkungan hidup.

kader lingkungan tampak antusias membuat lubang resapan biopori di saluran air milik sekolah sebagai upaya konservasi airTidak hanya itu saja, sedikitnya 40 orang siswa juga akan menggiatkan kembali kegiatan lingkungan seperti memilah sampah kertas dan gelas plastik untuk dijual. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu mendanai kegiatan lingkungan. “Sekarang masih sedikit karena teman-teman rata-rata banyak yang puasa, tapi nanti setelah lebaran pasti akan banyak karena semua lagi banyak uang buat beli jajan,” terang Rania Almanda Wahyuningtyas,siswa kelas 5.

Rania juga mengajak teman-teman satu timnya untuk membawa sampah kardus atau yang jenis lainnya dari rumah dibawa ke sekolah, karena dia menganggap kalau habis lebaran banyak sampah masih bisa dijual. Selain menggiatkan kegiatan pengolahan sampah, mereka juga berencana memberikan sosialisasi tentang keikutsertaan sekolah dalam program yang bertemakan konservasi air ini.

“Kami ingin memanfaatkan momen masuk pertama kali setelah lebaran untuk sosialisasi tentang tema Eco School tahun ini yaitu konservasi air ke seluruh warga sekolah,” terang Revani Putri Lailatul Syifa, siswa kelas 5. Lebih lanjut, dirinya berharap agar seluruh warga sekolah dapat berpartisipasi dalam program ini dan lebih peduli lingkungan.

Semakin antusias, kader lingkungan mencoba membuat kertas daur ulang satu persatu sebagai upaya konservasi air tentang menghemat air saat pembuatannyaMenurut Dyah Widyastuti Aryana, salah satu upaya konservasi air adalah dengan menanam pohon. “Menanam pohon itu penting karena kalau tidak ada pohon maka air tidak bisa meresap ke tanah. Bisa menyebabkan banjir dimana-mana. Kalau tidak ada air pohon juga mati. kalau mati maka manusia tidak bisa bernafas begitu juga mahluk hidup lainnya,” terangnya.

Dalam kegiatan ini, Tunas Hijau mengajak kader lingkungan untuk mengolah sampah kertas yang menjadi salah satu potensi lingkungan di sekolah. Kader lingkungan tampak  antusias mencoba membuat kertas daur ulang. “Saya ingin mencoba sekali lagi. Ternyata seru kak, bisa blender dan mengubah kertas bekas menjadi kertas baru,” terang Rinjal Athoillah, ketua kader lingkungan.

Demi keinginannya tercapai, Rinjal akan mengajak teman-teman mengumpulkan sampah kertas lalu dijual sampai terkumpul dana. “Kemudian akan kami buat beli alat cetak daur ulang kertas,” sahutnya. Mereka pun berencana untuk membuat kertas daur ulang sebanyak – banyaknya untuk kemudian dijadikan notes. “Notesnya nanti akan kami jual kepada teman-teman kak,” imbuh Rinjal. (1man)