Monthly Archives: September 2013

SDN Petemon XIII Pelihara SEMUT (Sejenak Memungut) Dan Aktifkan Lagi Pengomposan Daun

SURABAYA – Pembiasaan lingkungan SEMUT (Sejenak Memungut) sampah masih dipelihara dengan baik oleh warga SDN Petemon XIII dengan baik. Hal tersebut terlihat dari setiap selesai istirahat, saat bel berbunyi dengan nada panjang itu artinya gerakan SEMUT (Sejenak Memungut) sampah dimulai.  Seluruh warga sekolah tampak berlarian mencari sampah yang berserakan di lingkungan sekolah. Continue reading

SDN Pakis III Pilah Sampah Jadi 3 Jenis Dan Pengomposan Daun Menggunakan Glangsing

SURABAYA – Pemilahan sampah yang dilakukan oleh kader lingkungan SDN Pakis III dibagi menjadi 3 yaitu sampah plastik, organik dan kertas. Menurut penuturan Dita Meriyana, guru pembina lingkungan, pemilahan sampah di sekolah dulunya hanya sampah basah dan sampah kering, kini bertambah 1 jenis lagi. Informasi tersebut disampaikan oleh Dita Meriyana, guru pembina lingkungan saat pembinaan program Surabaya Eco School yang digelar Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT. Pembangkitan Jawa – Bali (PJB) di sekolahnya, Sabtu (28/09). Continue reading

SMPN 22 Optimalkan Pemilahan Sampah Dan Pengomposan Dengan Cara Lubang Resapan

SURABAYA – Keterbatasan alat membuat kader lingkungan SMPN 22 kesulitan menjalankan program lingkungan baik pemilahan sampah maupun pengomposan.  hal ini yang membuat semangat kader lingkungan menjadi turun. Informasi tersebut didapati Tunas Hijau saat menggelar pembinaan lingkungan Surabaya Eco School yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya dan PT. Pembangkitan Jawa – Bali (PJB) di sekolahnya, Jumat (27/09). Continue reading

Jublangan Pengomposan dan Penampungan Air Bekas Wudhu SDN Rangkah VII

SURABAYA – SDN Rangkah VII menghasilkan banyak sampah daun. Karena banyaknya sampah daun yang ada di sekolah, 2 tong komposter aerob tidak sanggup lagi menampung sampah daun yang umumnya sudah mengering itu. Untuk mengatasi hal tersebut, Kasin, guru pembina lingkungan SDN Rangkah VII menggunakan cara tradisional. Pembuatan jublangan di samping sekolah dilakukan untuk memecahkan permasalahan tersebut.  Continue reading

Keberhasilan Panen Kompos SMAN 1 Dipicu Piket Rutin

SURABAYA – Pada Workshop I Surabaya Eco School 2013, Tunas Hijau mengungkapkan fakta banyaknya sekolah yang mempunyai komposter namun tidak pernah panen. Kondisi tak pernah panen tersebut dikarenakan penggunaan komposter yang tidak sebagaimana mestinya. Kebanyakan komposter hanya menjadi pajangan tanpa adanya pengisian berkala sampah organik maupun pengadukan isinya secara rutin.  Continue reading

Pengefektifan Pelaporan Kegiatan Lingkungan SMAN 5

SURABAYA – Banyaknya sekolah yang dilibatkan dalam program Surabaya Eco School tahun ini menyebabkan penggunaan sistem baru dalam penilaian tiap sekolah. Program yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT. Pembangkitan Jawa-Bali ini pun meminta sekolah secara aktif mengirimkan foto serta artikel kegiatan lingkungan hidup yang telah dilaksanakannya. Dengan foto dan artikel tersebut tiap sekolah akan diberi penilaian.  Continue reading

Pengolahan Sampah SMAN 18

SURABAYA – Tim lingkungan hidup SMAN 18 terus terbuka terhadap saran dan kritik untuk membangun program lingkungan hidup sekolah mereka. Menurut mereka, dengan adanya kritikan tersebut kegiatan lingkungan di SMAN 18 akan berjalan. Informasi tersebut mereka sampaikan saat pembinaan Surabaya Eco School 2013 yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa Bali di sekolah ini, Jum’at (27/9).  Continue reading

Kebun Sayur, Lubang Resapan Biopori Dan Pengomposan Senjata SMAN 21 Hadapi SES 2013

SURABAYA – Budidaya tanaman sayur menjadi salah satu senjata yang dipersiapkan oleh SMAN 21 dalam menghadapi Surabaya Eco School. Alasannya, sekolah yang berada di daerah Argopuro ini tampak hijau karena adanya banyak tanaman sayuran . Diantaranya tanaman cabai, tomat, bayam dan bunga kol. Informasi tersebut disampaikan oleh Moertiningsih, guru pembina lingkungan saat pembinaan lingkungan Surabaya Eco School yang digelar Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT. Pembangkitan Jawa – Bali (PJB) di sekolahnya, Jumat (27/09). Continue reading

Melalui Simulasi Jurnalistik, SMKN 10 Targetkan Kirim 4 Laporan Setiap Minggunya

SURABAYA – Pentingnya seorang jurnalisme dimaknai sendiri oleh kader lingkungan SMKN 10, sekolah jawara Surabaya Eco School tahun lalu. Alasannya, mereka baru menyadari pentingnya peran tim jurnalis untuk melaporkan kegiatan lingkungan yang sudah mereka lakukan. Menurut Saiful Aprilio Wijaya, ketua kader lingkungan mengungkapkan bahwa dirinya dan kader lingkungan yang lain baru tahu kalau ternyata setelah kegiatan lingkungan , tim jurnalis harus membuat sebuah laporan kegiatan yang dikirimkan ke Tunas Hijau. Continue reading

Sekolah Bisa Usulkan Kandidat Eco Person of the Week

SURABAYA – Penghargaan mingguan pertama (1st weekly award) Surabaya Eco School 2013 yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT. Pembangkitan Jawa-Bali telah diumumkan secara online. Facebook page Tunas Hijau Indonesia dan sidebar www.surabayaecoschool.tunashijau.org digunakan untuk mengumumkan penghargaan yang penilaiannya dilakukan 11 – 16 September itu.  Continue reading

Hari Ini (Jumat) Pendaftaran Terakhir Lomba Yel-Yel Sekolah Dasar

SURABAYA – Pelaksanaan Lomba Yel-Yel Lingkungan Hidup Surabaya Eco School 2013 kategori Sekolah Dasar kurang dua hari lagi. Lomba sebagai bagian dari program yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT. Pembangkitan Jawa-Bali ini akan dilaksanakan Minggu, 29 September di panggung utama Taman Prestasi.  Continue reading

Kostum Daur Ulang Tim Yel-Yel Sebaiknya Awet, Nyaman dan Buatan Sendiri

SURABAYA – Pasca pelaksanaan penyisihan Lomba Yel-Yel Lingkungan Hidup Surabaya Eco School 2012, tahun lalu, untuk semua kategori pelaksanaan (SD, SMP dan SMA), Tunas Hijau mendapat ucapan terima kasih. Ucapan terima kasih itu disampaikan oleh salah satu koordinator perajin daur ulang sampah non organik, khususnya kostum dan pernak-perniknya.  Continue reading