Pemanfaatan Bis Sumur Tidak Terpakai Untuk Pengomposan di SMPN 35

SURABAYA – Kondisi sekolah yang rindang dengan banyaknya pepohonan cukup membuat tim lingkungan hidup SMPN 35 kewalahan dalam pengolahan sampah daunnya. Dua tong komposter aerob di halaman dalam  sekolah dan satu tong komposter aerob di luar halaman sekolah tidak muat lagi. Untuk itu sekolah membuat media pengolahan sampah organik menjadi kompos sederhana dari sumur kecil. 

“Di pojok ada 3 bis sumur composting. Semua sampah daun dimasukkan ke dalamnya,” ujar Anta Maulana, siswa kader lingkungan, saat pembinaan lingkungan hidup Surabaya Eco School yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali, Senin (30/9). Sampah-sampah daun dari halaman sekolah dimasukkan ke bis sumur pengomposan.

Dari 3 bis sumur pengomposan tersebut, hampir sudah jadi pupuk semuanya. Hanya karena kurang pengadukan saja, sehingga pemanenan harus tertunda. “Kami ini bingung mengatasi sampah daun. Dengan alasan itu, kami membuat media pengomposan lagi. Bis sumur yang tidak terpakai ini kami manfaatkan. Alhamdulillah kok hasilnya bagus,” terang Eka, guru pembina lingkungan SMPN 35.

Pembagian tugas juga membantu dalam melaksanakan program lingkungan hidup di sekolah ini. Selama kegiatan berlangsung, ada yang bertugas untuk mengolah kompos, mengambili sampah daun dan merawat tanaman.

“Kami ada 5 kelompok, yaitu kelompok composting, kantin, taman, sampah dan air. Ini agar kader bisa lebih cepat saat berkegiatan,” terang Arsani, guru pembina lingkungan SMPN 35. Setiap Jum’at mereka bertugas di pos masing-masing. Sedangkan warga sekolah yang lainnya membersihkan kelas dan halaman sekolah. Semua sudah tahu tugas masing-masing.

Kerjasama memang perlu dilakukan, sehingga kegiatan lebih cepat selesai dan proses belajar dilakukan seperti biasa. “Pembagian tugas ini sangat membantu. Seperti mengolah kompos ini. Waktu yang diperlukan tidak banyak, kami tetap bisa belajar. Kegiatan lingkungan dilakukan secara rutin agar sekolah kita bersih dan bumi kembali tersenyum, tapi sekolah juga berjalan biasa,” ujar Dio Astya, siswa kader lingkungan.

Surabaya Eco School adalah program lingkungan hidup berkelanjutan bagi sekolah-sekolah Surabaya. Pada pelaksanaan 2013 ini, tema yang diangkat adalah Wujudkan Konservasi Air di Sekolah. Surabaya Eco School 2013 didukung oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PDAM Surya Sembada, PT Pertamina, Hotel Bisanta Bidakara Surabaya, Telkomsel Indonesia(sari/ro)