SMK Kesehatan Nur Medika Optimalkan Pemilahan Sampah Untuk Beli Tanaman

SURABAYA – Pemilahan sampah sudah diterapkan oleh warga SMK Kesehatan Nur Medika, namun pemilahannya tentu berbeda. Menurut Monica Putri Ratutila, siswa kelas 11, pemilahan sampah yang sudah berjalan hanya berdasarkan dua jenis saja, yaitu  sampah medis dan sampah non medis. “Hal ini membuat sampah plastik, kertas dan sisa makanan masih tercampur kak, maka dari itu kami bingung cara memilahnya,” ucap Monica Putri yang menjabat sebagai ketua kelas.

pemilahan sampah yang dilakukan tidak hanya sampah medis dan mon medis saja, melainkan kader lingkungan mengumpulkan sampah botol plastik dan kertas

pemilahan sampah yang dilakukan tidak hanya sampah medis dan mon medis saja, melainkan kader lingkungan mengumpulkan sampah botol plastik dan kertas

Informasi tersebut mengawali digelarnya pembinaan lingkungan yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT, Pembangkitan Jawa – Bali (PJB) di sekolahnya, Senin (30/09). Permasalahan pemilahan sampah ini membuat mereka mencari pemecahannya, bersama dengan Tunas Hijau,sedikitnya 30 orang siswa peserta pembinaan terlihat antusias saat diajak untuk melakukan pemilahan sampah.

Menurut Anggriyan, aktivis Tunas Hijau, pemilahan sampah seperti yang dilakukan oleh warga sekolah tidak cukup untuk mengurangi volume sampah sekolah. “Karena hanya memisahkan sampah yang berbahaya dan yang tidak berbahaya. Berbeda kalau kita melakukan pemilahan berdasarkan jenis sampahnya, ada sampah kertas, sampah plastik dan sisa makanan,” ucap Anggriyan.

Dalam pembinaan lingkungan ini, mereka diajak untuk melakukan pemilahan sampah yang sebelumnya sudah dilakukan. “Sekarang mari kita pilah lagi khusus sampah non medias kalian agar tidak lagi tercampur antara sampah plastik dan sampah kertas. Kegiatan seperti ini pasti akan menguragi volume sampah kalian,” ucap Anggriyan, aktivis Tunas Hijau. Ajakan ini ternyata membuat mereka tampak antusias, dengan menggunakan alat seadanya. Satu persatu sampah non medis dipilah lagi sesuai  dengan jenis sampahnya.

kader lingkungan menari sampah kertas dan botol plastik sampai ke luar sekolah, tidak jarang mereka juga mencari di warung terdekat

kader lingkungan menari sampah kertas dan botol plastik sampai ke luar sekolah, tidak jarang mereka juga mencari di warung terdekat

Tidak hanya melakukan pemilahan dan pengumpulan sampah di lingkungan sekolah saja, kader lingkungan sekolah yang hampir 3 tahun berdiri ini juga mencari sampah jenis kertas dan botol plastik di luar lingkungan sekolah. Menurut Feby Arbityas Putri, siswa kelas 11, karena saking antusias dalam mengurangi jumlah sampah di sekolah, mereka sampai mencari sampah botol di luar lingkungan sekolah. “Semua siswa sudah antusias untuk menggerakkan pemilahan sampah dengan mengumpulkan sampah layak jual seperti botol dan kertas ini,” ucap Feby Arbityas, siswa berkaca mata ini.

Hasil penjualan sampah yang sudah terkumpul akan digunakan untuk membeli tanaman sansivera. Sempitnya lahan ditambah sedikitnya ventilasi terbuka membuat pasokan oksigen berkurang. Menurut Yurista Prahesti Ningrum, siswa kelas 11, di lahan yang sempit ini, mereka kesusahan untuk menghijaukan sekolah dengan tanaman. “Kami takut tanamannya mati karena kekurangan sinar matahari kak,” ucap Yurista Prahesti, siswa KIR (Karya Ilmiah Remaja).

kader lingkungan menunjukkan hasil pengumpulan sampah kertas dan sampah botol plastik yang ada di sekolah, sebagian besar berasaldari box atau kotak pembungkus obat dan botol air mineral

kader lingkungan menunjukkan hasil pengumpulan sampah kertas dan sampah botol plastik yang ada di sekolah, sebagian besar berasaldari box obat dan botol air mineral

Diawali dengan kegiatan pemilahan sampah ini, mereka berharap adanya program lingkungan lainnya seperti penambahan tanaman satu setiap kelasnya dan memanfaatkan sampah untuk didaur ulang. Banyaknya AC yang ada di sekolah tersebut, membuat mereka berencana untuk menampung dan memanfaatkan air bekas AC untuk menyiram tanaman.

“Selama ini, air buangan AC masih belum termanfaatkan dengan baik, terbuang begitu saja. Makanya kami ingin menampung dan memanfaatkannya untuk menyiram tanaman,” ucap Eddy Permana, siswa kelas 11 yang juga ketua OSIS. Lebih lanjut, kader lingkungan juga akan berencana untuk menghidupkan sisi media komunikasi dengan membuat poster dan slogan lingkungan yang berkaitan antara kesehatan dan lingkungan.

Surabaya Eco School adalah program lingkungan hidup berkelanjutan bagi sekolah-sekolah Surabaya. Pada pelaksanaan 2013 ini, tema yang diangkat adalah Wujudkan Konservasi Air di Sekolah. Surabaya Eco School 2013 didukung oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PDAM Surya Sembada, PT Pertamina, Hotel Bisanta Bidakara Surabaya, Telkomsel Indonesia(ryan)