SMPN 5 Makin Peduli Dengan Lomba Kelas Ramah Lingkungan

ader lingkungan SMPN 5 dengan bangga menunjukkan aneka karya hasil daur ulang sampah non-organiknya

ader lingkungan SMPN 5 dengan bangga menunjukkan aneka karya hasil daur ulang sampah non-organiknya

SURABAYA Mendidik siswa supaya memiliki karakter peduli lingkungan hidup menjadi perhatian utama SMPN 5. Berbagai program lingkungan dan kebijakan yang dibuat bertujuan supaya siswa terbiasa menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam keseharian. Terlebih dalam pelaksanaan Surabaya Eco School tahun ini, beberapa program pembiasaan telah dilakukan dengan keterlibatan aktif semua warganya. 

Upaya yang dilakukan SMPN 5 tersebut sesuai dengan tujuan program yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT. Pembangkitan Jawa-Bali untuk menanamkan virus peduli lingkungan hidup bagi seluruh warga sekolah.

“Selain Jumat Bersih yang rutin digelar tiap minggu, telah digelar juga lomba kelas ramah lingkungan. Tiap kelas diminta membuat mading serta menata ruang kelasnya sehingga memuat unsur kepedulian terhadap sampah, air, energi, keanekaragaman hayati serta makanan dan kantin,” tutur Kusanto, guru pembina lingkungan hidup saat pembinaan program oleh Tunas Hijau di SMPN 5, Senin (30/9).

Kader lingkungan SMPN 5 menjelaskan tentang konservasi air sekolah melalui peletakan pipa pembuangan air AC di tanaman

Kader lingkungan SMPN 5 menjelaskan tentang konservasi air sekolah melalui peletakan pipa pembuangan air AC di tanaman

“Tiap kelas dibebaskan kreatifitasnya untuk mengatur ruang kelasnya, asalkan memenuhi 5 tema yang ditetapkan. Perawatan untuk menjadikan kelas ramah lingkungan setiap hari menjadi penilaian utama. Tiap bulan akan diumumkan kelas terbaik dengan hadiah untuk tiap siswa serta sertifikat,” tambah Kusanto yang kesehariannya mengajar bidang studi kesenian.

Berbagai karya kreatifitas siswa dapat terlihat di semua kelas. Aneka bentuk mading, slogan serta taman kelas membuat ruang kelas terasa nyaman untuk ditempati. Hebatnya, ada sebuah kelas yang mendesain sudut baca di ruang kelasnya. Dengan perpustakaan mini yang dibuat, kelas ini mengajak warganya untuk betah berlama-lama di dalamnya.

Achmad Wahyu Hidayat, ketua kelas 8G, menceritakan suasana ruang kelasnya. “Di dalam kelas saat ini ada taman kelas, mading, slogan, serta hiasan daur ulang. Ini membuat ruang kelas terasa nyaman. Selain itu saat ini makin banyak teman-teman peduli lingkungan melalui program-program sekolah,” ujar Wahyu dengan bangga..

Kader lingkungan SMPN 5 menunjukkan beberapa karya mading terbaik yang dipajang di aula sekolah

Kader lingkungan SMPN 5 menunjukkan beberapa karya mading terbaik yang dipajang di aula sekolah

Satu hal lain yang mungkin hanya ditemui di SMPN 5 adalah kewajiban piket kelas masing-masing. “Piket kelas disini tidak hanya dilaksanakan sebelum pelajaran dimulai. Setelah selesai pelajaran pun petugas piket berkewajiban membersihkan kelasnya. Tak hanya sekedar menyapu lantai, namun harus juga memilah sampah serta mengepel ruang kelasnya. Sehingga keesokan harinya ruang kelas siap digunakan kembali,” jelas Jihan fairuz Atika, siswi kelas 8H yng juga merupakan ketua kader lingkungan SMPN 5.

“Di luar lomba kelas ramah lingkungan, sebelumnya berbagai program konservasi air telah dilaksanakan di sekolah. Mulai penampungan air AC, pembuatan lubang resapan biopori, hingga pemanfaatan air wudhu untuk digunakan mengisi 4 kolam lele sekolah,” tambah Atika, panggilan akrabnya. Aneka program tersebut sesuai dengan tema Surabaya Eco School tahun ini, Wujudkan Konservasi Air di Sekolah.

Surabaya Eco School adalah program lingkungan hidup berkelanjutan bagi sekolah-sekolah Surabaya. Pada pelaksanaan 2013 ini, tema yang diangkat adalah Wujudkan Konservasi Air di Sekolah. Surabaya Eco School 2013 didukung oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PDAM Surya Sembada, PT Pertamina, Hotel Bisanta Bidakara Surabaya, Telkomsel Indonesia(MD)