Monthly Archives: November 2013

Peserta Eco Action V Semakin Mahir Buat Lubang Resapan Karena Belajar Dari Eco Action Sebelumnya

SURABAYA – Medan magnet yang dimiliki Tunas Hijau dalam gelaran Eco Action V seakan tidak pernah habis. Hal ini terlihat dari banyaknya perwakilan sekolah yang turut berpartisipasi dalam kegiatan lubang resapan biopori di jalur hijau yang kelima ini. Sedikitnya 150 orang perwakilan siswa dan guru menjadi peserta setia pelaksanaan kegiatan mulai Eco Action I sampai Eco Action V. Semakin bertambahnya partisipan dan semangat dari peserta kegiatan Eco Action V menjadi salah satu pembeda kegiatan Eco Action V dengan Eco Action yang sebelum-sebelumnya. Continue reading

Eco Action V Di jalur Hijau Jl Perak Barat Libatkan 250 Orang Dari 16 Sekolah

SURABAYA – Pelaksanaan Eco Action V yakni ngebor lubang resapan di jalur hijau Jalan Perak Barat  ini berbeda dengan pelakasanaan Eco Action sebelum-sebelumnya. Bedanya adalah, Eco Action kelima ini lebih banyak jumlah partisipan dan lebih dimeriahkan oleh sekolah-sekolah finalis Surbaya Eco School. Kegiatan Eco Action merupakan bagian dari program Surabaya Eco School yang digelar Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT. Pembangkitan Jawa-Bali, Sabtu (30/11). Continue reading

SMAN 21 Libatkan Petugas Kantin Olah Sampah Organik Menggunakan Keranjang Komposter

SURABAYA – Keranjang komposter umumnya dirawat oleh kader lingkungan, karena pihak kantin sekolah enggan untuk merawatnya. Mereka lebih senang untuk memisahkan sampah organiknya saja. Namun hal tersebut tidak berlaku di SMAN 21. Tanpa rasa jijik, pihak kantin benar-benar memaksimalkan 6 keranjang komposter yang ada disamping kantin sekolah. Informasi tersebut disampaikan oleh Alia, petugas kantin SMAN 21 saat pembinaan Surabaya Eco School oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota dan PT. Pembangkitan Jawa-Bali, Jum’at(29/11). Continue reading

Kader Lingkungan SMA Dharma Wanita Targetkan Panen Kompos Lebih Banyak Lagi

SURABAYA – Lubang resapan biopori yang berfungsi meresapkan air hujan ke dalam tanah banyak dimanfaatkan 30 sekolah finalis Surabaya Eco School termasuk SMA Dharma Wanita. Sekolah yang berlokasi di daerah Kendangsari ini sudah membuat 34 lubang resapan di sekolah. Masing-masing lubang resapan biopori kedalamannya 100 sentimeter, tidak hanya berfungsi meresapkan air hujan, tapi dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik menjadi kompos. Continue reading

SMK Farmasi Pantang Menyerah Olah Dan Pilah Sampah Meski Sekolah Satu Atap

SURABAYA – Derita sekolah satu komplek juga dirasakan oleh kader lingkungan SMK Farmasi. Tidak tanggung-tanggung, di dalam sekolah yang berada di daerah Gembong ini terdapat dua sekolah lainnya. Hal tersebut dilengkapi dengan adanya perkampungan di belakang sekolah. Namun, kondisi tersebut tidak dijadikan beban ataupun kendala bagi mereka untuk tetap peduli lingkungan. Semangat membara inilah yang ditemui Tunas Hijau saat menggelar pembinaan lingkungan Surabaya Eco School 2013 bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali, Jumat (29/11). Continue reading

2 Minggu, SDN Pradah Kalikendal I Sosialisasi Lubang Resapan Ke 4 Sekolah Lain

SURABAYA – Satu minggu sekali, siswa SDN Pradah Kalikendal I pergi ke sekolah lain untuk mensosialisasikan peduli lingkungan kepada warganya. Sudah dua minggu ini, sebanyak 4 sekolah sudah dikunjungi oleh kader lingkungan untuk berbagi pengalaman berkegiatan lingkungan. Keempat sekolah tersebut diantaranya adalah SDN Dukuh Pakis I, SDN Dukuh Kupang III, SDN Dukuh Kupang IV dan MTs Badrussalam. Continue reading

Sukses Pemilahan Sampah, SMP Praja Mukti Optimalkan Penampungan Air Wudhu Untuk Pembelajaran

SURABAYA – Program pemilahan dan pengurangan sampah plastik di SMP Praja Mukti yang sudah berjalan selama 3 bulan telah menuai hasilnya. Menurut pembina kader lingkungan, Abdul Mubin, sampah plastik sudah banyak berkurang, saat ini yang ada tinggal sampah botol dan sampah gelas plastik “Itupun sampah botol dan gelas plastik, sudah kami sediakan tempat pembuangannya sendiri, jadi praktis kami hanya mengolah sampah kertas saja,” ucap Abdul Mubin kepada Tunas Hijau saat pembinaan program Surabaya Eco School yang diselenggarakan bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT. Pembangkitan Jawa-Bali, Rabu (28/11). Continue reading

Urban Farming Organik SMPN 11 Beri Berkah Petugas Kantin Dan Targetkan 700 Lubang Resapan

SURABAYA – Setiap sekolah finalis Surabaya Eco School pasti mempunyai program unggulan. Seperti SMPN 11 yang  menjadikan program urban farming dan water treatment sebagai program lingkungan unggulannya. Puluhan tanaman terong, cabai dan sawi tertanam dilahan 30 meter persegi dan penjernihan air limbah kantin yang dapat menjernihkan air kantin dalam ukuran puluhan liter dalam sehari. Informasi tersebut disampaikan oleh Suminah, guru pembina lingkungan saat pembinaan Surabaya Eco School yang digelar Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT. Pembangkitan Jawa-Bali, Kamis (28/11). Continue reading

Eco Toilet dan Ngebor Biopori di Kampung + Sekolah Lain ala SMPN 4

SURABAYA – Dampak dari Surabaya Eco School tidak hanya dirasakan oleh warga SMPN 4 saja. Agar lebih banyak orang yang peduli lingkungan, kader lingkungan SMPN 4 menyebarkan virus cinta lingkungan kepada warga sekitar. Kampung Blauran RT 1 RW 3 menjadi sasaran pertama untuk penyebaran virus cinta lingkungan itu.  Continue reading

Titik Kumpul Eco Action V Akhir Pekan ini Berpindah

SURABAYA Lokasi Eco Action V Surabaya Eco School 2013 akhir pekan ini, Sabtu 30 November, di jalur hijau Jalan Raya Perak Barat ternyata sedikit berbeda dibandingkan jalur hijau lainnya. Permukaan tanah jalur hijau ini lebih tinggi sekitar 40 cm dibandingkan permukaan jalan raya.  Keistimewaan ini salah satu penyebab kenapa Walikota Surabaya Tri Rismaharini meminta secara langsung kepada Tunas Hijau untuk menyelenggarakan pembuatan lubang resapan biopori di jalur hijau ini.  Continue reading

Surabaya Eco School Mengubah Perilaku Warga Sekolah dan Masyarakat

Oleh Anik Widarti, Guru Pembina Lingkungan Hidup SDN Nginden Jangkungan II

SURABAYA – Kamis(27/11) Program Surabaya Eco School yang diselenggarakan tiap tahun oleh Tunas Hijau Indonesia mengajak warga sekolah dan masyarakat untuk peduli dalam penyelamatan lingkungan. Saya pertama mendapat undangan launching Surabaya Eco School 2012 beserta 3 siswa di Graha Sawunggaling mewakili sekolah tempat dinas saya sebelumnya, yaitu SDN Semolowaru I.  Continue reading

SDN Sememi I Akan Buat Sumur Resapan Untuk Tanggulangi Banjir Saat Hujan

SURABAYA – Hujan deras bukan menjadi penghalang bagi kader lingkungan SDN Sememi I untuk berkegiatan lingkungan. Kondisi tersebut terjadi saat pembinaan Surabaya Eco School yang digelar Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota dan PT. Pembangkitan Jawa-Bali, Rabu (27/11). Menurut Maurice Bernika Imelda siswa kelas 4, meskipun hujan mereka tetap senang untuk berkegiatan lingkungan. Continue reading

SDN Sambikerep II Mulai Gunakan Sabun Ramah Lingkungan Dari Buah Lerak

SURABAYA – Penambahan fasilitas terus ditingkatkan SDN Sambikerep II untuk mendukung program Surabaya Eco School 2013 yang digelar Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota dan PT. Pembangkitan Jawa-Bali, Rabu (27/11). Terbaru,  Tim lingkungan sekolah yang berada di daerah Jelidro ini membuat sumur resapan untuk menampung atau meresapkan air hujan ke dalam tanah. Continue reading