2 Minggu, SDN Pradah Kalikendal I Sosialisasi Lubang Resapan Ke 4 Sekolah Lain

SURABAYA – Satu minggu sekali, siswa SDN Pradah Kalikendal I pergi ke sekolah lain untuk mensosialisasikan peduli lingkungan kepada warganya. Sudah dua minggu ini, sebanyak 4 sekolah sudah dikunjungi oleh kader lingkungan untuk berbagi pengalaman berkegiatan lingkungan. Keempat sekolah tersebut diantaranya adalah SDN Dukuh Pakis I, SDN Dukuh Kupang III, SDN Dukuh Kupang IV dan MTs Badrussalam.

kader lingkungan melakukan pendataan jenis tanaman yang ada di green house sekolah

kader lingkungan melakukan pendataan jenis tanaman yang ada di green house sekolah

Salah satu kegiatan lingkungan yang disosialisasikan adalah pembuatan lubang resapan biopori. Informasi tersebut disampaikan oleh Maria Kristiana, guru pembina lingkungan saat pembinaan lingkungan Surabaya Eco School yang digelar Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT. Pembangkitan Jawa-Bali,  Jumat (29/11).

“Setiap jumat, kami selalu pergi ke sekolah sekitar untuk mensosialisasikan pembuatan lubang resapan biopori. Tadi pagi, kami baru saja dari SDN Dukuh Kupang V, sambutan siswanya begitu tinggi, hal ini terlihat dari banyaknya lubang resapan biopori yang sudah terpasang. Kami berhasil membuat 10 lubang dengan melibatkan 20 lubang resapan,” ujar Maria Kristiana.

kader lingkungan melakukan penyiraman tnaman di kebun atap atau roof garden dengan memanfaatkan air hujan yang ditampung

kader lingkungan melakukan penyiraman tnaman di kebun atap atau roof garden dengan memanfaatkan air hujan yang ditampung

Dalam pembinaan ini, Tunas Hijau mengajak kader lingkungan untuk mengecek kondisi kebun atap atau roof garden memanfaatkan lahan kosong. Menurut penuturan Divvasti Aqilla, salah satu kader lingkungan menyampaikan bahwa selama ini, perawatan terhadap tanaman dilakukan dengan penyiraman rutin dua kali dalam satu hari.

“Hari ini kami memanfaatkan air hujan untuk menyiram tabulampot yang ada di kebun atap. Namun, setiap harinya kami memanfaatkan air bekas buangan AC yang setiap harinya mengumpulkan sedikitnya 2 jerigen,” ucap Divvasti Aqilla, siswa kelas 5. Sementara itu, upaya mewujudkan eco toilet direalisasikan dengan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh kader lingkungan. Salah satu kegiatannya adalah mengadakan piket setiap harinya dengan menjaga kebersihannya.

Kader lingkungan menambahkan tanaman sansivera di daerah kamar mandi sebagai realisasi eco toilet

Kader lingkungan menambahkan tanaman sansivera di daerah kamar mandi sebagai realisasi eco toilet

“Tidak hanya sekedar menjaga kebersihannya saja, tetapi untuk mewujudkan toilet yang layak dan ramah lingkungan, kami memberi tambahan tanaman sansivera di setiap kamar mandi. Karena tanaman sansivera bermanfaat untuk menyerap karbon dioksida, sedangkan rencana kedepan kami ingin memberikan tambahan wangi-wangian berupa pandan yang dicacah kemudian dimasukkan ke dalam satu wadah,” ungkap Ardella Qonitah, siswa kelas 5.

Tidak hanya ingin mewujudkan tantangan eco toilet saja, kader lingkunga juga memanfaatkan fasilitas lingkungan yang ada. Salah satunya, banyaknya lubang resapan biopori dimanfaatkan oleh kader lingkungan untuk program pengomposan. “Kami memiliki pembiasaan lingkungan untuk mengisi lubang resapan biopori setiap harinya dengan sampah daun maupun sampah organik yang ada di sekolah,” ujar Maria Kristiana.

Kader lingkungan mengisi lubang resapan yang baru dipanen biopori dengan sampah organik

Kader lingkungan mengisi lubang resapan yang baru dipanen biopori dengan sampah organik

Pembina lingkungan ini menambahkan bahwa minggu lalu, kami menikmati jerih payah kami setelah 2 bulan mengisi lubang resapan ini dengan sampah daun. “Kami berhasil panen kompos dari 15 lubang resapan dan berhasil mendapatkan sebanyak 6 kg yang langsung kami manfaatkan untuk memupuk tanaman di kebun atap,” ujar Maria Kristiana. (ryan)