Monthly Archives: November 2013

SMAN 12 Kurangi Plastik Dengan Bawa Botol Sendiri Dan Panen Semanggi

SURABAYA – Upaya pengurangan sampah plastik yang dilakukan setiap sekolah berbeda-beda. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh kader lingkungan SMAN 12. Dengan memanfaatkan adanya program bank sampah di sekolah, upaya pengurangan plastik yang dilakukan oleh warga sekolah adalah mengumpulkan sampah botol plastik. Sebelum adanya bank sampah, mereka bisa mengumpukan sampah sebanyak 7 kg setiap harinya, namun sekarang sudah mulai berkurang menjadi 4 kg sampah botol setiap harinya. Continue reading

Radio Sekolah Dan LISA (Lihat Sampah Ambil Buang) Jadi Pembiasaan Warga SDK Don Bosco

SURABAYA – Suara merdu Maria Stephanie dan Kesya Yuliani, kedua kader lingkungan SDK Don Bosco menyanyikan lagu lingkungan karya mereka dalam siaran radio sekolah. “Ayo kawan bersihkan sampah, pungutlah sampah disekitarmu, jangan lupa pilahlah sampah, ada sampah plastik, ada sampah kertas dan sampah organik. Marilah kawan pilahlah sampah sesuai jenisnya, jangan lupa pakai botol minumnya,” ujar Maria, siswa kelas 5. Continue reading

SDN Made II Libatkan Walimurid Dalam Program Urban farming Di Sekolah Melalui Pengadaan Bibit Tanaman

SURABAYA – Demi meningkatkan kepedulian lingkungan di sekolah, SDN Made II mengajak partisipasi dari walimurid dalam kegiatan Surabaya Eco School. Tingginya antusias walimurid dalam mendukung program lingkungan Surabaya Eco School di sekolah ditunjukkan dengan banyaknya walimurid yang menyumbangkan tanaman pertanian dibandingkan pohon atau tanaman hias. Continue reading

SDN Bubutan IV Tularkan Pembiasaan Lingkungan SEMUT Ke Sekolah Satu Atap

SURABAYA – Semangat kader lingkungan SDN Bubutan IV benar-benar meroket untuk kegiatan lingkungan setelah kedatangan reward berupa tandon 2200 liter dan pompa air. Hal tersebut memacu kader lingkungan untuk terus melakukan pembiasaan lingkungan. Menurut Titin Krisminawati, pembina lingkungan SDN Bubutan IV, mereka telah membagi siswa untuk berkegiatan lingkungan. Continue reading

SMAN 13 Libatkan Penjaga Sekolah Dalam Pengolahan Sampah Di Sekolah

SURABAYA – Peran aktif warga sekolah untuk menjaga lingkungan menjadi kunci mewujudkan sekolah ramah lingkungan. Tidak hanya mengandalkan peran kader lingkungan saja, dibutuhkan peran siswa dan guru, karyawan bahkan penjaga sekolah untuk menjalankan program lingkungan di sekolah. Gambaran tersebut ditemui Tunas Hijau saat pembinaan di SMAN 13 untuk program Surabaya Eco School bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali, Selasa (26/11). Continue reading

SARALI (Sabun Ramah Lingkungan) Inovasi Baru SMPN 23 Dari Kulit Pisang Kepok

SURABAYA – Pasca workshop ketiga Surabaya Eco School, sekolah peserta langsung tancap gas untuk memperbarui kegiatan lingkungan di sekolah mereka. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh SMPN 23, sekolah yang berada di daerah Kedung Baruk ini lagi-lagi mengolah kulit pisang kepok untuk menjadi inovasi lingkungan yang berbeda dari sebelumnya. Continue reading

SMPN 15 Terus Tambah Lubang Resapan Dan Rencanakan Grebek Pasar Lagi

SURABAYA – Pelaksanaan pembinaan tahap III Surabaya Eco School dibarengi dengan datangnya musim penghujan, banyak sekolah bahkan sudah melakukan penambahan tanaman hias maupun perdu dan pembuatan lubang resapan. Salah satunya seperti yang dilakukan SMPN 15 yang terus menggiatkan kegiatan konservasi air. Continue reading

SDN Kedung Cowek I Ajak Warga Kampung Dan Samsat Buat Lubang Resapan

Setelah berhasil membuat 31 lubang biopori di dalam sekolah belum cukup membuat kader lingkungan SDN Kedung Cowek I puas. Mereka meneruskan pembuatan lubang resapan biopori dengan menargetkan mengajak warga kampung Kedung Cowek RT 04 RW 01 yang terletak di belakang sekolah. Fakta tersebut disampaikan Siti Indayati kepada Tunas Hijau saat melakukan pembinaan Surabaya Eco School 2013 bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali, Senin (25/11). Continue reading

SDK Santa Clara Wujudkan Konservasi Air Dengan Penampungan Air AC Terpusat Dan Olah Sampah

Upaya konservasi air di sekolah diwujudkan SDK Santa Clara dengan menampung air AC secara terpusat. Tidak hanya ditampung, air AC yang dihasilkan dari satu blok ruang kelas ini disalurkan ke dalam tandon dengan volume 1100 liter. “Dalam 2 hari, tandon 1100 liter itupun sudah penuh dengan air buangan AC. Informasi tersebut disampaikan Ignatius Didik Soenarko, guru pembina lingkungan kepada Tunas Hijau dalam pembinaan lingkungan Surabaya Eco School 2013 bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali, Senin (25/11). Continue reading

SMAN 9 Tegur Petugas Kantin, Sementara Pengolahan Sampah Terus Berjalan

SURABAYA – Upaya pengurangan sampah plastik di sekolah sudah dimulai SMAN 9 dari sumbernya, kantin sekolah sejak masuk tahap kedua. Upaya pengurangan plastik sekali pakai ditandai dengan adanya diskusi kecil Hari Sutanto, kepala SMAN 9 bersama dengan petugas kantin. “Saya sudah melarang penggunaan plastik sekali pakai seperti sedotan dan gelas plastik, saya harap mulai besok sudah tidak ada lagi plastik seperti itu di kantin,” ucap Hari Sutanto kepada petugas kantin. Continue reading

Ngebor Biopori Eco Action V Digelar Weekend Ini

Eco Action V Surabaya Eco School 2013 akan diselenggarakan akhir pekan ini. Tepatnya, Sabtu, 30 November. Tempatnya di jalur hijau Jalan Raya Perak Barat. Jenis aktivitas yang akan dilakukan  adalah membuat lubang resapan biopori di jalur hijau ini. Istimewanya, penentuan jenis kegiatan dan lokasi kegiatan ini disampaikan langsung oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini.  Continue reading

SMAN 14 Ajak Peserta Green Camp Grebeg Pasar Sambil Bagikan Kompos Buatan Sendiri

SURABAYA – Sedikitnya 50 orang siswa SMAN 14 berbondong-bondong menuju pasar tradisional “Soponyono” yang terletak 4 km dari sekolah. Bukan untuk berbelanja, melainkan peserta kegiatan Green Camp atau perkemahan hijau ini sedang melakukan grebeg pasar. Antusiasme peserta Green Camp terhadap kegiatan grebeg pasar ini sangat tinggi, hal ini terlihat dari upaya menuju ke pasar tradisional di tempuh dengan berjalan kaki sejauh 4 km. Continue reading

Sekolah Diajak Mengolah Semua Sampah Organik secara Mandiri

Melalui program Surabaya Eco School 2013 yang diselenggarakan bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali, Tunas Hijau mengajak sekolah-sekolah untuk peduli terhadap kondisi Surabaya khususnya kondisi tempat pembuangan akhir sampah Benowo yang luasnya 370.000 meter persegi atau 37 hektar.  Continue reading