Sukses Pemilahan Sampah, SMP Praja Mukti Optimalkan Penampungan Air Wudhu Untuk Pembelajaran

SURABAYA – Program pemilahan dan pengurangan sampah plastik di SMP Praja Mukti yang sudah berjalan selama 3 bulan telah menuai hasilnya. Menurut pembina kader lingkungan, Abdul Mubin, sampah plastik sudah banyak berkurang, saat ini yang ada tinggal sampah botol dan sampah gelas plastik “Itupun sampah botol dan gelas plastik, sudah kami sediakan tempat pembuangannya sendiri, jadi praktis kami hanya mengolah sampah kertas saja,” ucap Abdul Mubin kepada Tunas Hijau saat pembinaan program Surabaya Eco School yang diselenggarakan bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT. Pembangkitan Jawa-Bali, Rabu (28/11).

Salah satu tempat pemilahan baru yang ada di SMP Praja Mukti, tempat pemilahan khusus sampah botol dan gelas plastik. Warga sekolahpun sangat antusias untuk mengumpukan sampah botol dan gelas plastik

Salah satu tempat pemilahan baru yang ada di SMP Praja Mukti, tempat pemilahan khusus sampah botol dan gelas plastik. Warga sekolahpun sangat antusias untuk mengumpukan sampah botol dan gelas plastik

Berhasilnya program pemilahan sampah dikarenakan meningkatnya kepedulian warga sekolah terhadap lingkungan. “Apalagi mereka tahu, kalau sekolah mereka masuk tahapan ketiga yaitu 10 besar sekolah SES. Mereka menjadi semakin bersemangat untuk menjaga lingkungan dan menjalankan program lingkungan,” ujar Abdul Mubin. Tidak hanya itu saja, Abdul Mubin menambahkan bahwa hasil pemilahan sampah yang sudah berjalan akan diolah lebih lanjut oleh penjaga sekolah.

“Biasanya oleh penjaga sekolah langsung dijual kepada pengepul yang ada di dekat sekolah, hasilnya 50 % nya diberikan kepada kader lingkungan,” imbuh Abdul Mubin. Pembina lingkungan bertubuh gemuk ini menceritakan pengalaman berkesannya selama merealisasikan program pengurangan sampah plastik di sekolah.

Kader lingkungan bersama guru pembina lingkungan SMP Praja Mukti menggiatkan kegiatan grebek pasar untuk mengoptimalkan pengomposan di sekolah, selain itu untuk mengurangi volume sampah organik yang di kirim ke TPA Benowo

Kader lingkungan bersama guru pembina lingkungan SMP Praja Mukti menggiatkan kegiatan grebek pasar untuk mengoptimalkan pengomposan di sekolah, selain itu untuk mengurangi volume sampah organik yang di kirim ke TPA Benowo

“Bagi saya, upaya menertibkan kantin sekolah untuk tidak lagi berjualan menggunakan plastik sekali pakai menjadi kendala terberat. Karena saya harus berhubungan dengan masalah pencaharian orang lain. Tetapi setelah kami berikan solusi bahwa mereka bisa menggunakan piring dan gelas sendiri, sementara sekolah menginformasikan kepada siswa untuk wajib membawa tempat makan dan minum sendiri,” ujar Abdul Mubin.

Tidak hanya Abdul Mubin, Shelvy Novitasari, salah seorang kader lingkungan kelas 8 menuturkan bahwa saat ini kegiatan yang dilakukan oleh kader lingkungan lebih banyak jika dibandingkan dengan diawal keikutsertaan Surabaya Eco School. “Setiap minggunya pasti ada kegiatan yang rutin dilakukan. Kalau tidak pengomposan, bank sampah, urban farming ya membuat mading lingkungan. Sehingga teman-teman saya yang tertarik untuk ikut kader lingkungan. Ditambah lagi, sekolah juga sudah mendapatkan satu fasilitas lingkungan baru yakni  penampungan air wudhu dan air hujan,” terang Shelvy Novitasari siswa kelas VIII.

Salah satu tempat pemilahan sampah khusus botol dan gelas plastik yang dimiliki oleh SMP Praja Mukti. Terlihat sudah penuh hampir meluber botol dan gelas plastiknya

Salah satu tempat pemilahan sampah khusus botol dan gelas plastik yang dimiliki oleh SMP Praja Mukti. Terlihat sudah penuh hampir meluber botol dan gelas plastiknya

Sementara itu,  tempat penampungan air bekas wudhu mulai hari ini, Rabu, (28/11), sudah beroperasi. Air bekas air wudhu tersebut akan dimanfaatkan untuk menampung dan menyiram air bekas ke  tanaman. “Dengan adanya fasilitas lingkungan baru ini, kami harap semakin memacu semangat warga sekolah untuk terus mempertahankan rhitme untuk terus peduli lingkungan,” ujar Abdul Mubin kepada Satuman, aktivis Tunas Hijau. Abdul Mubin juga menambahkan bahwa semoga fasilitas lingkungan ini dapat menjadi pembelajaran lingkungan yang optimal bagi warga sekolah

Surabaya Eco School adalah program lingkungan hidup berkelanjutan bagi sekolah-sekolah Surabaya. Pada pelaksanaan 2013 ini, tema yang diangkat adalah Wujudkan Konservasi Air di Sekolah. Surabaya Eco School 2013 didukung oleh PT Telkom Indonesia Tbk, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PDAM Surya Sembada, PT Dharma Lautan Utama dan PPS Autoshine (1man/ryn)