Cornelia Laksmi, Siswa SDK Santa Clara, Eco Student Of the Year (Elementary) Ajak Peduli Lingkungan Lewat Radio Sekolah

Cornelia Laksmi, siswa SDK Santa Clara peraih eco student of the year dalam Surabaya Eco School 2013

Cornelia Laksmi, siswa SDK Santa Clara peraih eco student of the year dalam Surabaya Eco School 2013

Radio sekolah menjadi media ampuh untuk mempromosikan kegiatan lingkungan. Alat tersebut yang terus dimaksimalkan oleh Cornelia Laksmi Bayumurti, siswa SDK Santa Clara untuk mengajak warga sekolah peduli lingkungan. Menurut Cornelia Laksmi Bayumurti, siswa peraih eco student of the week minggu kesepuluh ini media komunikasi menjadi peran penting untuk mengajak warga sekola peduli lingkungan. Salah satunya dengan menggunakan radio sekolah lingkungan.

Cornelia Laksmi, menjadi salah satu siswa teladan yang fokus pada pengolahan sampah organik, Cornelia sedang mengolah sampah organik sisa makanan ke dalam keranjang komposter

Cornelia Laksmi, menjadi salah satu siswa teladan yang fokus pada pengolahan sampah organik, Cornelia sedang mengolah sampah organik sisa makanan ke dalam keranjang komposter

“Dengan radio sekolah semua program yang direncanakan dan yang sudah dilakukan oleh tim lingkungan SDK Santa Clara bisa tersampaikan kepada warga sekolah. Meskipun masih ada kendala untuk hasil dilapangannya, tapi alat komunikasi tersebut sangat membatu,” tutur Cornelia, siswa kelas 5. Menurut gadis berdarah Jawa-Papua tersebut, contoh kendala yang biasa mereka hadapi adalah siswa yang tidak membawa tempat makan dan minum makanan sendiri.

“Berkat adanya Surabaya Eco School 2013, sekolah kami menjadi lebih bersih, sudah tidak ada lagi sampah plastik sekali pakai di sekolah. Volume sampah di sekolah juga berkurang daripada kondisi sekolah yang dulu. Hal ini berkat adanya program satu siswa membawa tempat makanan dan minuman sendiri,” ucap Cornelia Laksmi.

Cornelia Laksmi, siswa SDK Santa Clara mengajak kader lingkungan lainnya,untuk mengolah sampah organik yang dihasilkan setiap harinya

Cornelia Laksmi, siswa SDK Santa Clara mengajak kader lingkungan lainnya,untuk mengolah sampah organik yang dihasilkan setiap harinya

Tidak hanya membawa perubahan pada fisik lingkungan sekolah dengan adanya penambahan fasilitas lingkungan seperti keranjang pengomposan dan alat lubang resapan biopori, Surabaya Eco School 2013 juga membawa dampak bagi setiap orang yang semakin pedul terhdaap lingkungan.

Salah satu dampak perubahan yang dirasakan oleh teman-temannya terhadap diri siswa berambut keriting ini pada sikap yang lebih berani dan tegas. Seperti yang disampaikan oleh Ignatius Didik Sunarko, guru pembina lingkungan SDK Santa Clara ini mengungkapkan Cornelia menjadi semakin getol mengajak teman-temannya untuk melakukan kegiatan lingkungan di sekolah.

“Cornelia merupakan siswa yang menjadi teladan siswa lain terkait dengan kegiatan lingkungan, dirinya berubah menjadi trendsetter bagi siswa. Salah satunya saat Cornelia mengajak teman-temannya melakukan pengomposan, tanpa ragu merekapun mau menuruti ajakan Cornelia untuk mengolah sampah organik di sekolahnya,” terang Ignatius Didik. Dalam program lingkungan Surabaya Eco School yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota dan PT. Pembangkitan Jawa-Bali.

Tidak hanya mengolah sampah organik saja, Cornelia Laksmi juga gemar melakukan penghijauan di sekolah seperti menambah jumlah tanaman hias.

Tidak hanya mengolah sampah organik saja, Cornelia Laksmi juga gemar melakukan penghijauan di sekolah seperti menambah jumlah tanaman hias.

Sementara itu, mendukung pernyataan guru pembina lingkungan, Anastasya Lestari Rahayu, guru kelas 6 menuturkan bahwa Cornelia menjadi gudang ide-ide kegiatan lingkungan yang sudah dilakukan di sekolah. “Berbagai macam kegiatan lingkungan berhasil berjalan berkelanjutan di sekolah. Tidak hanya itu, setiap hari  Cornelia selalu memanfaatkan radio sekolah untuk mengajak warga sekolah peduli lingkungan, seperti membuang sampah sesuai jenisnya,” terang Anastasya Lestari.

Semangat yang menggebu-gebu membuat Cornelia dengan mudah mengajak teman-temannya melakukan kegiatan lingkungan di sekolah. “Untuk mengajak mereka berkegiatan lingkungan dengan senang hati juga, langkah pertama adalah saya selalu memberikan contoh peduli lingkungan kepada mereka dan ahirnya mereka tertarik,” ujar Cornelia Laksmi, siswa keturunan Jawa-Papua.

Cornelia Laksmi lebioh suka bekerja sebagai tim, Cornelia mengajak teman-temannya untuk mengisi keranjang komposter dengan sampah sisa makanan

Cornelia Laksmi lebioh suka bekerja sebagai tim, Cornelia mengajak teman-temannya untuk mengisi keranjang komposter dengan sampah sisa makanan

Tidak hanya berpengaruh di sekolah, Cornelia juga menerapkan perilaku ramah lingkungan atau konservasi air di rumah. Hal ini terlihat saat dirinya menuturkan sedang melaksanakan konservasi air di rumah. “Saya memberi tahukan kepada keluarga besar di rumah tentang perilaku ramah lingkungan

“Kalau di rumah, saya selalu mengajak adik, ayah dan ibu untuk membiasakan untuk memanfaatkan air bekas cuci tangan disiramkan ke tanaman. Tidak hanya itu saja, saya juga mengajak mereka untuk membuat lubang resapan ,” ujar Cornelia Laksmi, siswa yang hobi membaca novel ini.

Rencana kedepan, Cornelia Laksmi ingin memperbarui script radio sekolah, tidak hanya itu, kedepan dirinya berencana untuk membuat lebih banyak lagi lubang resapan biopori di sekitar rumah dan sekolah. “Saya memiliki ambisi untuk membuat banyak lubang resapan biopori di rumah dan di sekolah. Tidak hanya itu, saya juga ingin mengolah sampah kertas menjadi daur ulang kertas serta menambah inovasi lingkungan,” terang Cornelia.

Surabaya Eco School adalah program lingkungan hidup berkelanjutan bagi sekolah-sekolah Surabaya. Pada pelaksanaan 2013 ini, tema yang diangkat adalah Wujudkan Konservasi Air di Sekolah. Surabaya Eco School 2013 didukung oleh PT Telkom Indonesia Tbk, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PDAM Surya Sembada, PT Dharma Lautan Utama dan PPS Autoshine. (ali/ry)