Rizki Amirulloh, Siswa SMKN 1, Eco Student (Senior) of the Year, Tetap Peduli Lingkungan Meski Mata Jadi Korban Saat Mengompos

Rizki Amirulloh,siswa SMKN 1 Peraih penghargaan eco student (senior) of the year dalam  Surabaya Eco School 2013

Rizki Amirulloh,siswa SMKN 1 Peraih penghargaan eco student (senior) of the year dalam Surabaya Eco School 2013

Minimnya dukungan tak menyurutkan langkah Rizki Amirulloh, siswa SMKN 1 menggiatkan program lingkungan di sekolah bersama teman-teman kader lingkungan lainnya. Berbagai kegiatan lingkungan yang sudah dilakukan di sekolah seperti pengolahan sampah organik menjadi kompos dan pembuatan lubang resapan biopori dikerjakan sendiri oleh mereka. Hanya mendapatkan dukungan dari guru ISO lingkungan, Rizki Amirulloh berusaha memaksimalkan dukungan tersebut dengan mewujudkan konservasi air di sekolahnya.

Rizki Amirulloh, siswa SMKN 1 terlihat sedang memimpin teman-teman kader lingkungan saat menggelar kampanye lingkungan hidup di sekolah dengan membawa poster ajakan untuk peduli lingkungan

Rizki Amirulloh, siswa SMKN 1 terlihat sedang memimpin teman-teman kader lingkungan saat menggelar kampanye lingkungan hidup di sekolah dengan membawa poster ajakan untuk peduli lingkungan

Informasi tersebut disampaikan saat wawancara yang dilakukan Ali Felyndra, aktivis Tunas Hijau, Rabu(18/12). Rizki Amirulloh mengaku hambatan tersebesar yang dihadapi adalah mengajak warga SMKN 1 untuk aktif berkegiatan lingkungan. “Sementara ini hanya kader lingkungan saja yang melaksanakan kegatan lingkungan di sekolah,” tutur Kimpul, sapaan akrab Rizki Amirulloh.

Kimpul menambahkan upaya untuk mengajak keterlibatan warga sekolah lainnya melalui beberapa kegiatan lingkungan seperti pengumpulan sampah kertasa dan botol plastik setiap kelasnya. Tidak hanya minimnya keterlibatan warga sekolah, dukungan dari kepala sekolah yang minimpun menjadi permasalahan lainnya yang disampaikan oleh siswa yang hobi bersepeda ini.

“Minimnya dukungan dari kepala sekolah membuat kegiatan lingkungan di sekolah menjadi terpincang-pincang, karena hanya kader lingkungan yang menjalankan program lingkungan sekolah yang seharusnya membutuhkan dukungan dan keterlibatan warga sekolah,” terang Rizki Amirulloh, siswa kelas 12.

Kimpul, sapaan akrab Rizki Amirulloh, siswa SMKN 1 yang tampak antusias melakukan proses pengadukan pengolahan sampah organik dengan menggunakan metode segitiga angin di sekolah

Kimpul, sapaan akrab Rizki Amirulloh, siswa SMKN 1 yang tampak antusias melakukan proses pengadukan pengolahan sampah organik dengan menggunakan metode segitiga angin di sekolah

Dengan diberikannya waktu luang untuk kader lingkungan melakukan kegiatan di sekolah merupakan bentuk dukungan yang diberikan kepala sekolah. Tidak hanya menjalankan program lingkungan di sekolah, Rizki Amirulloh juga aktif menjalankan setiap tantangan mingguan Surabaya Eco School 2013 dan mengikuti setiap kegiatan eco action yang diselenggarakan Tunas Hijau.

”Kalaupun saya tidak mendapatkan banyak dukungan dari sekolah, maka saya berharap di luar sekolah saya bisa berkembang menjadi individu yang unggul,” ucap Rizki Amirulloh. Keikutsertaan Kimpul dalam setiap kegiatan lingkungan di luar sekolah membawa dampak positif bagi teman-teman kader lingkungan lainnya.

Menurut penuturan Rizki Amirulloh, semangat kader lingkungan lainnya menjadi semakin tinggi saat diajak untuk mengikuti kegiatan lingkungan di luar sekolah. “Mereka menjadi bersemangat dan ketagihan untuk mengikuti kegiatan lingkungan di luar sekolah, mereka menganggap jika kegiatan lingkungan di luar sekolah menjadi tempat mereka meluapkan kreativitas yang tidak tersalurkan di sekolah,” terang Rizki Amirulloh. Naasnya, sewaktu melakukan kegiatan pengomposan di sekolah, mata kanan Kimpul terkena pecahan cutter hingga membuat dirinya harus dilarikan ke rumah sakit.

Antusias Rizki Amiruloh, siswa SMKN 1 yang kurang mendapat dukungan di sekolah diluapkan dengan mengikutikegiatan lingkungan di luar sekolah, salah satunya adalah kegiatan eco action pembuatan lubang resapan biopori yang digelar Tunas Hijau

Antusias Rizki Amiruloh, siswa SMKN 1 yang kurang mendapat dukungan di sekolah diluapkan dengan mengikutikegiatan lingkungan di luar sekolah, salah satunya adalah kegiatan eco action pembuatan lubang resapan biopori yang digelar Tunas Hijau

Kecelakaan tersebut membuat dirinya harus dioperasi hingga mengakibatkan mata kanannya membuat penglihatannya sedikit kabur hingga mengharuskan dirinya menggunakan kacamata. “Saya anggap musibah tersebut adalah sebuah kecelakaan kerja, tetapi musibah tersebut tidak menyiutkan nyali saya untuk tetap peduli lingkungan dan melakukan kegiatan lingkungan di sekolah maupun di luar sekolah,” ucap Rizki Amirulloh, siswa yang tinggal di daerah Sepanjang.

Pengorbanan yang dilakukan sulung dari dua bersaudara ini menginspirasi kader lingkungan lainnya untuk tetap bersemangat melakukan kegiatan lingkungan. Dimata kader lingkungan yang lain sosok Rizki Amirulloh menjadi siswa panutan dansumber inspirasi untuk berkegiatan lingkungan. “Semangat dan kerja kerasnya patut diberikan apresiasi lebih, kami banyak belajar banyak dari mas Kimpul. Ide dan kegigihannya mengajak orang terlibat membuat kami kagum,” tutur Natasya Andriani, anggota tim lingkungan SMKN 1.

Kader lingkungan SMKN 1 saat berkegiatan lingkungan meski tanpa Rizki Amirulloh yang masih dalam perawatan akibat kecelakaan. Kader lingkungan merasa kehilangan semangat, namun kegiatan lingkungan harus tetap berjalan demi sosok Rizki Amirulloh

Kader lingkungan SMKN 1 saat berkegiatan lingkungan meski tanpa Rizki Amirulloh yang masih dalam perawatan akibat kecelakaan. Kader lingkungan merasa kehilangan semangat, namun kegiatan lingkungan harus tetap berjalan demi sosok Rizki Amirulloh

Tidak hanya itu, pendapat lainnya disampaikan oleh Satrio, salah seorang kader lingkungan lainnya yang mengatakan bahwa sosok Kimpul, nama lain dari Rizki Amirulloh adalah sosok yang lucu dan peduli lingkungan. “Saat mas Kimpul sedang didera musibah, sikap teladan yang saya bisa saya contoh adalah mas Kimpul masih bisa tertawa walau sedang sakit, dirinya bilang kalau tidak akan menyerah untuk peduli lingkungan dan mengajak warga sekolah untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan,” ujar Satrio, siswa kelas 10.

Sementara itu, Rizki Amirulloh mengatakan bahwa rencana kedepan setelah sembuh, dirinya memiliki cara untuk mengajak partisipasi warga sekolah. “Salah satu cara yang mungkin bisa saya lakukan adalah dengan mengajak perwakilan ekstrakulikuler seperti pramuka untuk terlibat kegiatan lingkungan,” ucap Kimpul.

Rizki Amirulloh, siswa SMKN 1 ini menjadi sosok teladan peduli lingkungan hidup bagi warga sekolah karena kegigihannya menjalankan kegiatan lingkungan di sekolah dalam Surabaya Eco School 2013

Rizki Amirulloh, siswa SMKN 1 ini menjadi sosok teladan peduli lingkungan hidup bagi warga sekolah karena kegigihannya menjalankan kegiatan lingkungan di sekolah dalam Surabaya Eco School 2013

Tidak hanya itu, dirinya berencana menggelar program duta lingkungan untuk SMKN 1 sebagai apresiasi individu terbaik di SMKN 1. “Kami akan mengadakan progran pemilihan pangeran dan putri lingkungan di SMKN 1 sebagai upaya untuk mencari warga sekolah yang peduli terhadap lingkungan,” ucap Kimpul. Sedangkan untuk kader lingkungan sendiri, dirinya berencana untuk memperbanyak tanaman urban farming dan lubang resapan yang ada di sekolah.

Surabaya Eco School adalah program lingkungan hidup berkelanjutan bagi sekolah-sekolah Surabaya. Pada pelaksanaan 2013 ini, tema yang diangkat adalah Wujudkan Konservasi Air di Sekolah. Surabaya Eco School 2013 didukung oleh PT Telkom Indonesia Tbk, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PDAM Surya Sembada, PT Dharma Lautan Utama dan PPS Autoshine. (ryn)