Samsul Hadi, Eco Headmaster (Elementary) of the Year 2013, Sosok Ayah Peduli Lingkungan Bagi Warga SDN Kaliasin I

Samusl Hadi, kepala SDN Kaliasin I peraih penghargaan eco headmaster of  the year (elementary) dalam Surabaya Eco School 2013

Samusl Hadi, kepala SDN Kaliasin I peraih penghargaan eco headmaster of the year (elementary) Surabaya Eco School 2013

Sosok Mohamad Samsul Hadi sebagai kepala SDN Kaliasin I dikenal warga sekolah dengan sebutan ayah. Hal Ini tidak lepas karena cara kepemimpinannya yang terkenal murah hati. Selain bertujuan untuk merangkul semua pihak, mantan guru pengajar bahasa Inggris ini mempergunakan pendekatan dari hati ke hati untuk menularkan rasa cinta lingkungan hidup kepada warga sekolah.

Termasuk kiat-kiatnya untuk mengimplentasikan setiap inovasi lingkungan agar warga sekolah mau menjaga inovasi tersebut bersama-sama. Informasi tersebut didapatkan Tunas Hijau saat berkunjung ke sekolah yang dinahkodai. Kepala sekolah yang sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun juga menceritakan permasalahan lingkungan di SDN Kaliasin I. Masalah pertama dan umumnya menjadi permasalahan sekolah-sekolah lain yaitu keberlanjutan program lingkungan hidup.

Samsul Hadi, kepala SDN Kaliasin Itampak antusias melakukan pembuatan lubang resapan biopori di daerah Taman Apsari bersama warga sekolahnya

Samsul Hadi, kepala SDN Kaliasin I tampak antusias membuat lubang resapan biopori di daerah Taman Apsari bersama warga sekolahnya

Menurut Samsul Hadi, kurangnya partisipasi dan rasa kepedulian lingkungan warga sekolah membuat program lingkungan hanya sekali jalan saja. “Seharusnya program lingkungan tersebut harus memiliki rencana keberlanjutan setelah selesai menjalankan kegiatan pertama. Tidak lupa juga keterlibatan dan gaung kegiatan harus dikuati,” ujar Samsul Hadi.

Permasalahan tersebut ternyata berhasil diatasi berkat adanya beberapa program jangka panjang seperti pengolahan sampah organik, wall garden dan pengolahan sampah nonorganik. “Salah satu kuncinya adalah menggelar kompetisi antar kelas yakni wall garden, memanfaatkan dinding kelas yang masih kosong,” ucap Samsul Hadi. Permasalahan lainnya yang dihadapi SDN Kaliasin I dulu adalah banyaknya sampah plastik, seperti botol, sedotan dan plastik es.

“Namun itu kan kondisi dulu, sejak saya buat kebijakan untuk sekolah bebas kantin terutama kantin dengan tidak boleh menggunakan plastik sekali pakai, maka sedotan, botol dan lainnya sudah tidak ada,” ujar kepala sekolah berusia 45 tahun. Menyikapi permasalahan kebersihan dan penghijauan di sekolah, Samsul mempunyai cara tersendiri, dengan menjadikan dirinya sebagai orang pertama yang memulai aktivitas ramah lingkungan.

“Sering kali setiap pagi hari, saya selalu berada di depan halaman sekolah untuk menyambut seluruh siswa dan memantau program bebas plastik,” ujar Pria kelahiran Nganjuk ini. Tidak hanya itu, dirinya juga mencontohkan untuk membawa tempat makan dan minum sendiri. “Saya juga mulai memberikan contoh dengan membawa tempat makan dan minum sendiri,” imbuh Samsul.

Sikap teladan tersebut membawa dampak bagi guru-guru dan karyawan sekolah, secara bertahap mereka mulai mengikuti pembiasaan kepala sekolah, yaitu membawa tempat makan dan minum sendiri.

“Semenjak Pak Samsul menggunakan tempat makan dan minum sendiri, hal ini berimbas kepada pembiasaan guru-guru yang juga membawa tempat makan dan minum sendiri. Kebijakan yang dibuatpun dapat diterima, sehingga perlu kami buatkan absensi kehadiran untuk mengetahui siapa yang belum pernah membawa tempat makan dan minum sendiri,” ujar Tri Wahyuningtyas, guru pembina lingkungan kelas 6.

Samsul Hadi, kepala SDN raih penghargaan eco person of the year ini sedang menjelaskan pengolahan sampah yang ada di sekolahnya kepada tamu dari Australia

Samsul Hadi, kepala SDN raih penghargaan eco person of the year ini sedang menjelaskan pengolahan sampah yang ada di sekolahnya kepada tamu dari Australia

Demi menjaga kebersihan sekolah, kepala sekolah yang jago bahasa Inggris ini tak segan-segan membersihkan dan memungut sampah yang berserahkkan di sekitar sekolah. Samsul Hadi menyampaikan bahwa setiap kali dirinya membersihkan sekitar sekolah, setiap kali saya membawa tanaman ke sekolah, setiap kali saya memungut sampah di sekolah, dengan sigap guru dan karyawan kemudian membantu dengan cepat.

“Karena itu, yang membuat saya tidak kompromi kalau memikirkan kebersihan. Ketemu sampah langsung sikat, ambil dan buang,” terang Mohamad Samsul Hadi. Tidak hanya itu, demi meningkatkan partisipasi warga sekolah, Samsul Hadi menghimbau seluruh guru untuk menyisipkan nilai kepedulian lingkungan dalam setiap nilai agama.

“Setiap guru saya minta untuk menyisipkan materi lingkungan dalam setiap pelajaran yang diajarkannya terutama agama. Hal tersebut ampuh loh. Berkat itu lebih banyak lagi kader lingkungan yang mengikuti kegiatan lingkungan,” terang kepala sekolah yang gemar makan sambel terasi, Mohamad Samsul Hadi.

Sebagai kepala sekolah, Samsul Hadi sering kali membuat program lingkungan baru dan memberikan memotivasi kepada warga sekolah secara berkala melalui pendekatan agama. Menurut Samsul Hadi, kepala SDN Kaliasin I beberapa ide muncul secara spontan, salah satunya seperti ide pembuatan lubang resapan biopori dan roof garden dengan memanfaatkan sampah plastik untuk media tanam sebagai ganti pot maka sampah botol plastik bisa berkurang akibat kerajinan tangan dari peserta.

Samsul Hadi, kepala SDN Kaliasin I yang dinilai sebagai sosok ayah terihat antusias membuat lubang resapan biopori di jalur hijau Kenjeran bersama warga sekolahnya

Samsul Hadi, kepala SDN Kaliasin I yang dinilai sebagai sosok ayah terihat antusias membuat lubang resapan biopori di jalur hijau Kenjeran bersama warga sekolahnya

Kedepannya kepala sekolah yang berasal dari kota Nganjuk tersebut juga merealisasikan program roof garden khusus tanaman pertanian seperti sawi, tomat dan terong. “Roof garden merupakan program yang penuh tantangan, karena kita harus mengembangkan inovasi urban farming dan memaksimalkan perawatannya. Karena tanpa adanya perawatan rutin, tanaman kita nantinya akan diganggu oleh hewan seperti tikus,” ucap Samsul.

Dirinya menambahkan bahwa hasil panen urban farming akan dibuat manisan tomat. “Kami yakin bila dijual akan laku apalagi makanannya bergizi,” terang, kepala sekolah yang obsesi menjadi kepala sekolah terbaik.

Dimata warga sekolah, Mohamad Samsul Hadi merupakan kepala sekolah yang konsisten dan peduli, hal ini juga disampaikan pembina lingkungan, Tri Wahyuningtyas. “Bapak itu orangnya konsisten dalam menjalankan program lingkungan. Hal serupa juga terjadi ketika mengawasi kinerja rekan seprofesinya. Pak Samsul selalu menggunakan pedekatan dari hati ke hati,” ujar Tri Wahyuningtyas.

Guru yang juga jago bahasa Inggris ini menambahkan bahwa kepala SDN Kaliasin I ini tidak suka menggunakan tangan besi meski orang tersebut rekan kerjanya,” terang Tri Wahyuningtyas. Pembina kader lingkungan ini juga menyampaikan kalau kepala sekolah seringkali memberikan nasihat kalau kekuatan hati bisa mengalahkan segalanya.

Surabaya Eco School adalah program lingkungan hidup berkelanjutan bagi sekolah-sekolah Surabaya. Pada pelaksanaan 2013 ini, tema yang diangkat adalah Wujudkan Konservasi Air di Sekolah. Surabaya Eco School 2013 didukung oleh PT Telkom Indonesia Tbk, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PDAM Surya Sembada, PT Dharma Lautan Utama dan PPS Autoshine. (1man/ryn)