Sabtu ini, SDN Bubutan IV Mulai Realisasikan Water Treatment Di Dekat Kantin

Seminggu setelah mendapatkan hadiah bantuan dana pembuatan water treatment atau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di markas Tunas Hijau. SDN Bubutan IV yang merupakan sekolah jawara Surabaya Eco School 2013 yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali bergerak cepat, Kamis (16/01).

Budiarti, kepala SDN Bubutan IV sedang berdiskusi dengan salah satu rekanan untuk realisasi pembuatan water treatment yang diletakkan didekat kantin

Budiarti, kepala SDN Bubutan IV sedang berdiskusi dengan salah satu rekanan untuk realisasi pembuatan water treatment yang diletakkan didekat kantin

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya perencanaan pembuatan alat pengolahan air limbah domestik yang melibatkan kerjasama dengan warga sekitar. Menurut penuturan Budiarti, kepala SDN Bubutan IV bahwa dirinya bersama guru-guru yang lain merasa kesulitan untuk membangun sendiri tanpa adanya kritik atau ide dari orang lain.

“Kami takut salah, maka dari itu kami meminta bantuan orang luar yang juga mengerti tentang pengolahan air limbah domestik. IPAL ini akan digunakan untuk mengolah limbah yang dihasilkan oleh kantin sekolah,” ucap Budiarti. Berbekal selembar kertas putih, yang merupakan gambaran dari konstruksi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dibuat oleh rekanan kepala sekolah tersebut.

Budiarti, kepala SDN Bubutan IV menunjukkan gambar desaign teknis IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) domestik untuk kantin sekolah

Budiarti, kepala SDN Bubutan IV menunjukkan gambar desaign teknis IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) domestik untuk kantin sekolah

Budiarti menambahkan bahwa sabtu depan mereka akan mulai mengerjakan pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbahnya. Tidak hanya membuat pengolahan air limbah saja, sekolah yang juga menjadi jawara lomba jingle lingkungan ini berencana untuk menambahkan tempat wudhu bagi warga sekolah memanfaatkan air limbah hasil penjernihan.

Sementara itu, dalam pembinaan lingkungan ini, Tunas Hijau mengajak kader lingkungan SDN Bubutan IV untuk melakukan sosialisasi kepada pihak kantin tentang rencana adanya pembuatan IPAL dan upaya mengolah sampah organik yang dihasilkan di kantin dengan menggunakan keranjang komposter. Tanpa ragu, mereka mulai mengajarkan cara mengolah sampah organik kepada petugas kantin.

Kader lingkungan SDN Bubutan IV mensosialisasikan pengolahan sampah organik menggunakan keranjang komposter kepada petugas kantin sekolah

Kader lingkungan SDN Bubutan IV mensosialisasikan pengolahan sampah organik menggunakan keranjang komposter kepada petugas kantin sekolah

Namira Kharisya, siswa kelas 8, mengatakan kepada petugas kantin bahwa cara mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos adalah dengan cara dikubur sampah organik maupun sisa makanan langsung bisa terurai. “Wah, ternyata susah-susah gampang mengolah sampah organik di kantin,,” ucap Namira Kharisya.

Berish-bersih selokan depan kantin merupakan bagian dari upaya pencegahan semakin banyak penggunaan sabun yang tidak ramah lingkungan dan sisa makanan yang tidak di saring atau. “Salah satu upaya untuk meperbaikai kualitas air selokan sebelum nanti akan digunakan atau disaring kembali,” terang Novia Rahmadani, siswa kelas 5. (ryn)