SMKN 10 Rencanakan Tanam Mangrove Di Sekitar Bosem Wonorejo

Upaya konservasi air tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga harus direalisasikan di lingkungan sekitar. Hal tersebut seperti yang diterapkan oleh kader lingkungan SMKN 10 Surabaya dalam rencana besarnya menggelar aksi penanaman bibit mangrove di sekitar bosem Wonorejo. Rencana tersebut dibeberkan kepada Tunas Hijau saat pembinaan lingkungan pasca program Surabaya Eco School 2013, Sabtu (18/01).

Kader lingkungan SMKN 10 tampak antusias melakukan survei lokasi untuk penanaman mangrove di bosem Wonorejo

Kader lingkungan SMKN 10 tampak antusias melakukan survei lokasi untuk penanaman mangrove di bosem Wonorejo

Dalam pembinaan ini, kader lingkungan menyampaikan ide melakukan penanaman bibit mangrove ini muncul karena mereka sedang mengikuti kompetisi lingkungan yang mengharuskan mereka memiliki project lingkungan. “Sebelumnya, kami sudah melakukan beberapa sosialisasi tentang pentingnya tanaman mangrove di beberapa sekolah sekitar dengan membawa bogem,” ucap Syafruddin Aji, ketua kader lingkungan.

Menurut penuturan Indah Nurmala Sari, salah seorang kader bahwa rencana penanaman sedikitnya 100 bibit mangrove ini akan dilaksanakan pada hari kamis dengan melibatkan sedikitnya 30 orang. “Guru pembina kami sudah berkoordinasi dengan pihak kelompok tani setempat untuk menyiapkan lahannya, ditambah kami juga akan melakukan survei untuk mengetahui tempatnya,” ucap Indah Nurmala, siswa kelas 12.

Salah seorang kader lingkungan SMKN 10 membantu salah seorang kelompok tani mangrove untuk membawa mangrove ke dalam perahunya

Salah seorang kader lingkungan SMKN 10 membantu salah seorang kelompok tani mangrove untuk membawa mangrove ke dalam perahunya

Di sisi lain, kader lingkungan berinisiatif untuk melakukan survei lokasi penanaman 100 bibit mangrove untuk kamis pekan depan. “Lokasi penanaman mangrove nya terletak di dekat pintu air ekowisata bosem Wonorejo,” ucap Arif Nugroho, siswa kelas 12. Arif Nugroho menambahkan bahwa saat survei lokasi tesebut dirinya menanyakan kepada petani mangrove tentang jenis mangrove yang akan ditanam kamis depan.

Menurut penuturan Fathoni, salah seorang perwakilan kelompok tani mangrove mengatakan bahwa jenis tanaman mangrove yang akan ditanam adalah jenis api-api. “Kami sudah menyiapkan 100 bibit mangrove untuk adik-adik, lokasi penanaman mangrovenya berada di tepian tidak di tengah laut karena sudah penuh,” ucap Fathoni.

Dengan semangat tinggi, kader lingkungan SMKN 10 membantu menaikkan bibit tanaman mangrove ke dalam perahu milik kelompok tani sekitar bosem Wonorejo ini

Dengan semangat tinggi, kader lingkungan SMKN 10 membantu menaikkan bibit tanaman mangrove ke dalam perahu milik kelompok tani sekitar bosem Wonorejo ini

Melalui gerakan penanaman bibit mangrove ini, kader lingkungan SMKN 10 berharap agar upaya yang mereka lakukan memberi andil dalam mencegah terjadinya abrasi air laut. “Kami akan terus konsisten menggalakkan upaya konservasi air di sekolah maupun di luar sekolah,” ucap Arif Nugroho. (ryn)