Besok, Seleksi Environment Study Exchange SES 2013 Untuk Siswa Digelar Di Ruang ATCS

SURABAYA - Puncak program Surabaya Eco School 2013 sudah digelar dan meninggalkan kesan luar biasa pada akhir tahun lalu. Namun, serangkaian kegiatan Surabaya Eco School 2013 masih terus digalakkan Tunas Hijau. Salah satunya adalah program Environmental study Exchange ke Australia, yang merupakan bagian dari reward program lingkungan hidup yang digagas Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB).

Berbagai persiapan dilakukan oleh Tunas Hijau untuk mempersiapkan reward yang dikhususkan untuk eco person ini. Salah satunya adalah melakukan seleksi dengan format presentasi dan membuat essay tentang “Kiprahku selama program Surabaya Eco School 2013 dan pasca Surabaya Eco School 2013”.

Dalam proses seleksi hari pertama pada 14 Februari, Tunas Hijau menghimbau bahwa pelaksanaan seleksi untuk eco student person of the week atau siswa peduli lingkungan dilaksanakan di Ruang ATCS Lt. VI Gedung Pemerintah Kota Surabaya. Kepastian ini disampaikan oleh Satuman, aktivis Tunas Hijau, setelah melakukan rapat bersama Pemerintah Kota Surabaya.

“Pada seleksi pertama yang melibatkan siswa atau eco student of the week ini, tempat pelaksanaannya bukan lagi di ruang pola gedung BAPPEKO (Badan Perencanaan Pembangunan Kota) melainkan digelar di Ruang ATCS Lt. VI Gedung Pemerintah Kota Surabaya,” ucap Satuman. Sementara itu, untuk pelaksanaan seleksi guru dan kepala sekolah tetap di ruang pola BAPPEKO.

Direktur Surabaya Eco School 2013 ini menambahkan bahwa seleksi untuk memilih eco person untuk program Environmental Study Exhchange ke Australia dilaksanakan pada pukul 07.30. “Peserta kami harap datang sebelum pukul 07.30 agar bisa mempersiapkan diri. Urutan presentasi ini berdasarkan nomor urut yang kami bagikan besok saat pelaksanaan seleksi,” imbuh Satuman.

Sementara itu, pada pelaksanaan seleksi ini, Tunas Hijau menghimbau agar sedapat mungkin presentasi mengenai kiprah dalam Surabaya Eco School 2013 dilakukan menggunakan bahasa inggris. “Kami berharap, peserta seleksi memakai bahasa inggris pada saat presentasi nanti, meskipun tidak semua presentasinya menggunakan bahasa inggris. Paling tidak ada bagian dari presentasinya yang menggunakan bahasa inggris,” ucap Bram Azzaino, aktivis senior Tunas Hijau.

Tunas Hijau menambahkan peserta dihimbau untuk menyiapkan presentasi dan essay semaksimal mungkin. Dalam presentasi kiprah individu dalam Surabaya Eco School 2013, peserta dihimbau untuk menambahkan dokumentasi kegiatan terkait dengan kiprahnya mengikuti program lingkungan berkelanjutan.

“Kami harap, peserta seleksi pada 14 Februari yang terdiri dari siswa SD, SMP dan SMA/SMK bisa menambahkan foto kegiatan terkait kiprahnya dan data terukur kegiata yang sudah dilakukannya di sekolah untuk pendukung presentasinya sekaligus sebagai bukti,” ucap Bram Azzaino. (ryn)